
Angkasa dan Fero kembali ke perusahaan setelah semuanya selesai, di sepanjang perjalanan dia memikirkan Acha, ada kekhawatiran mengenai keselamatan sang adik.
"Fer kerahkan beberapa bodyguard untuk menjaga Acha dari jauh jangan sampai Acha menyadari ada bodyguard yang menjaganya" Angkasa tau siapapun orang yang memutuskan menjadi bagian dari sebuah Genk besar hidupnya tidak akan aman lagi, bahkan nyawanya sudah terancam sejak kedatangannya di Genk.
"Baik tuan" mobil mereka sampai di perusahaan, Fero menelfon salah satu bodyguard kepercayaan meminta untuk menemuinya di clubs nanti malam.
Fero dan Angkasa sibuk menyiapkan beberapa berkas-berkas untuk rapat besok bersama perusahaan pak Robert, yah besok pak Robert akan tiba di Indonesia bersama putranya.
Segala macam persiapan sudah siap termasuk hotel terbaik milik Dirgantara, mereka juga akan mengadakan rapat di restoran bintang 5 milik Dirgantara. Angkasa menelfon Acha memberitahukan kalau dia akan pulang telat nanti.
🌺🌺🌺
Sesampainya di Markas mereka merebahkan tubuh mereka yang sudah sangat kelelahan, tidak ada yang melakukan apapun kecuali tiduran, beberapa dari mereka juga sudah tertidur lelap.
Acha merebahkan tubuhnya di samping Alaska yang tertidur dengan tangan yang menjadi alas bantalnya.
"Ka" panggil Acha.
__ADS_1
"Aka" panggil Acha lagi karena tidak ada jawaban.
"Berisik" bentak Alaska.
"Besok kan weekend gimana kalau kita jalan-jalan ke pantai, selama kita pacaran kita kan gak pernah jalan-jalan" aja Acha menggoyang lengan aka. Alaska tidak mengiyakan atau menolak ajakannya dia hanya diam saja.
"Alaska"
"Apa sih ca?"
"Yah besok jalan-jalan"
"Gw gak mau tau, besok gw bakal ke rumah Lo buat ajakin Lo jalan-jalan" Acha ikut tidur di sampingnya.
Tidak tau berapa lama dia tertidur, saat terbangun teman-temannya sudah pergi kecuali Baron dan beberapa anak lainnya, Sandra keluar dari dapur tangannya memegang beberapa minuman dingin.
"Ini jaket siapa?" tanya Acha menemukan sebuah jaket yang menutupi pahanya.
__ADS_1
"Alaska, tadi dia juga pergi setelah mendapatkan telfon" ujar Baron menjawab kebingungan Acha. Acha meneguk minuman yang Sandra bawa.
"San ayok pulang" ajak Acha. Mereka meninggalkan Markas menggunakan moge milik Devan. Mereka pulang saat matahari sudah tenggelam.
Saat sampai di mension mereka langsung pergi menuju kamar mandi untuk bersih-bersih dan langsung pergi tidur tapi sebelumnya mereka sempat di interogasi oleh Omanya.
Fero sudah berada di clubs, Han juga sudah berada di sana sesuai permintaan Fero. Fero memiliki sifat dan sikap 11 12 dengan tuan mudanya, dia pelit ekspresi dan pelit berbicara, termasuk dengan keluarganya sendiri, namun dia tidak akan segan-segan melukai siapapun jika sudah berurusan dengan tuan mudanya dan nona mudanya.
"Selamat malam pak" Fero tidak menjawab sapaan Han.
"Perintah beberapa anak buah kepercayaan kamu untuk menjaga dan mengawasi nona muda secara diam-diam" Fero meneguk koktail yang sudah dia pesan tadi.
"Baik tuan"
"Lakukan tugas mu dengan benar, kamu tau apa yang bisa tuan muda lakukan jika kamu dan anak buah mu tidak becus menjaganya, jangan pernah sekali-kali membuat nona muda dalam bahaya" ujar Fero santai namun ada ancaman di setiap ucapan. Fero menghabiskan malam Minggunya di clubs tersebut, dia akan minum sepuasnya karena besok adalah hari weekend.
🌺🌺🌺
__ADS_1
Jam 9 di hari Minggu, Alaska dan Acha pergi menuju salah satu pantai di Jakarta Utara, ancol menjadi pilihan mereka, tidak bukan mereka sebenarnya hanya Acha saja. Acha nampak excited namun Alaska tampak malas. Bagaimana tidak pagi-pagi sekali dia sudah berada di rumahnya, mengganggu tidur nyenyak dengan permintaan bodohnya itu.