
Mobil Acha memasuki parkiran sekolah.
"Tumben yah anak-anak gak ada disini" ucap Sandra keheranan.
"Udah ada di dalam kali, ya udah yuk" mereka memasuki gerbang menuju ke kelas, belum jauh mereka melangkah tiba-tiba Bianca datang dan langsung menarik tangan Acha.
"Mau kemana?" antek-antek Bianca berusaha menahan Sandra.
"Lo mau gue tendang" ujar Sandra mengintimidasi.
Antek-anteknya memberikan jalan untuk Sandra, mereka tidak mau di tendang seperti Bianca waktu itu. Sandra mengikuti mereka dari belakang.
"Apaan sih" Acha menepis tangan Bianca kasar. Bianca tidak menjawab pertanyaan Acha, dia kembali menarik tangan Acha menuju ruangan papanya.
"Pa kenapa dia masih bisa ke sekolah?" tanya Bianca langsung masuk ke ruang papanya tanpa mengetuk pintu dulu.
"Papa belum ngusir dia dari sekolah?" tanya Bianca lagi.
"Saya sudah mengeluarkan kamu ngapain kamu masih di sini?"
"Anda tidak bisa saya, kenapa? karena ini sekolah punya saya, jadi anda tidak punya hak apa-apa untuk mengusir kami" Acha mengejek anak sama bapak itu.
__ADS_1
"Saya tidak percaya apa yang kamu katakan" Ujar kepala sekolah menatap Acha membunuh.
"Ya kalau nggak percaya mah terserah, saya juga nggak menuntut anda untuk percaya sama saya, yang harus anda percaya saya tahu anda mengorupsi dana sekolah, tunggu saja sebentar lagi, sebentar lagi Angkasa akan ke sini dan menyeret anda ke kantor polisi" Acha mengatakan nya percaya diri, walaupun dia tau Angkasa tidak akan datang, gak ada salahnya juga menakut-nakuti dua mahluk halus itu.
"Oh jangan bilang kalau bapak lupa apa yang saya katakan waktu itu, baiklah karena bapak lupa saya akan mengulangi kembali. Saya juga bisa pastikan mulai besok hidup bapak akan berubah total, ingat ini saya akan membuat anda menyesal dan akan mengemis maaf saya, saya tidak segan-segan menyakiti keluarga bapak, camkan itu" Acha mengulangi ucapannya pada saat itu.
Setelah mengucapkan itu Acha keluar menemui Sandra yang senantiasa menunggunya di depan pintu, lalu mereka berjalan bersama menuju kelas 11 IPA 1.
Bel sudah berbunyi beberapa menit yang lalu, namun guru fisika mereka belum juga masuk, Bu Anggit memberi tahu kalau Bu indah tidak masuk hari ini karena ada urusan mendadak.
"Ketua kelas catat siapa saja yang keluar dan nanti kasih sama Bu Anggit"
"Baik bu Anggit" Bu Anggit keluar setelah memberikan tugas kepada mereka.
Bukannya mengerjakan mereka malah melakukan hal-hal lain, ada yang mendadak jadi artis nyanyi-nyanyi tidak jelas, anak perempuan yang sibuk menggosip ria diawali dengan kata eh lu tau nggak sih, ada juga yang mengerjakan PR yang belum terselesaikan, ada yang tidur, bermain handphone bahkan ada yang pacaran di dalam kelas, mendadak menjadi pemain musik yang handal meja menjadi alat musik dadakan, ada yang keluar kelas cuma untuk bertemu doi, pergi ke kantin, toilet menjadi tempat tongkrongan, baca buku di perpustakaan hanya dilakukan oleh murid yang sudah profesional. Kelas mereka sekarang persis seperti pasar.
"Gue tuh nggak suka sama Bianca sok berkuasa lagi cantik juga kagak pinter juga nggak" ujar ayu.
"Eh mulut loh, Bianca sebenarnya cantik sih cuma kelakuannya kayak setan" Ucap Siska.
"Acha, Sandra lu dipanggil kepala sekolah tuh" ujar ketua kelas.
__ADS_1
"Apa lagi sekarang, Wah gue bener-bener capek ngadepin mereka beneran deh wah sial" gerutu Acha.
Acha.
Alaska.
Billy.
Sandra.
Bianca.
__ADS_1