Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Kepergian Sandra.


__ADS_3

Sandra sedang membantu bi Ina di belakang, mereka tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarga Dirgantara, ini hari terakhir Sandra sebelum berpisah dengan mereka setelah dia kembali ke Indonesia bersama ibunya Sandra akan tinggal di kosannya dulu, dia sudah terlalu merepotkan keluarga Acha, Sandra segera mengalihkan pandangannya setelah mendengar seseorang tengah tertawa keras.


"Ih udah lah ka, gitu aja Lo" Acha duduk di sofa Alaska duduk di dekat Acha.


"Bi biar Sandra saja yang buatin mereka minum" ujar Sandra segara membuatkan kopi untuk Aka dan segelas susu untuk Acha.


"Cie ngarep di cium" Alaska terus menggoda Acha, Sandra datang dari dapur membawa nampan berisi minuman untuk mereka.


"Lo kenapa Ka? tumben-tumbenan Lo ketawa biasanya senyum aja Lo pelit banget"


"Gw udah dapet perempuan yang gw cari selama ini"


"Lo mabuk?" tanya Sandra yang di tanya apa yang di jawab apa, Sandra berharap keduanya akan selalu bahagia seperti saat ini.


"Ka gw mau ke Istanbul" Alaska yang cengar-cengir sedari tadi merubah ekspresinya seperti biasa.


"Ngapain?"


"Gw pengen jemput ibu gw" jawab Sandra.

__ADS_1


"Lo meskipun di larang masih tetap kekeuh sama keputusan Lo, jaga diri baik-baik disana gw bakal jagain Acha sampai Lo pulang" Alaska tersenyum manis pada saudaranya.


"Jangan buat Acha sedih apa lagi nangis, gw siap-siap dulu pesawatnya jam 07.00" tubuh Sandra menghilang setelah memasuki lift.


"Cha buah-buahan Lo udah pada mateng belum?" Alaska mengalihkan perhatian Acha, Aka langsung menarik tangan Acha ke kebun belakang. Buah-buahan nya sudah pada berbuah, Acha dan Aka mengambil untuk di bawa ke sekolah teman-temannya akan sangat menyukainya, kegiatan panen memanen berlangsung, Acha pergi ke dapur untuk mengambil paper bag.


"Ayok" Sandra menyeret kopernya, mereka menyudahi kegiatan mereka totol ada 2 paper bag berukuran besar dengan berbagai jenis buah-buahan, mereka memasuki mobil Acha, Aka yang mengemudikan menuju bandara Soekarno-Hatta, tidak ada pembicaraan selama perjalanan mereka fokus dengan fikiran mereka masing-masing.


🌺🌺🌺


Pukul 06.45 mereka sampai di bandara, mereka berpelukan sebelum berpisah Sandra melambaikan tangan pada mereka sebelum masuk Sandra melakukan check in, Acha hampir menangis namun Aka selalu menenangkannya, mereka meninggalkan Bandara setelah Sandra masuk.


"Sekolah aja"


"Kalau gitu jangan sedih nanti cantiknya hilang Lo" goda Aka. Mobil melaju dengan kecepatan sedang Aka menggenggam tangan Acha sambil mengemudi, pukul 07.20 mereka sampai seperti biasa Aka memarkirkan mobil khusus untuk Acha, Aka mengambil paper bag tadi, tidak seperti biasanya sekolah kali ini rame meskipun sudah jam pelajaran, mereka pergi ke tempat biasanya seperti biasa ke manapun mereka pergi akan menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya. Aka meletakkan buah di atas meja, mereka membukanya dengan semangat beberapa buah untuk beberapa penjual.


"Sandra mana?" tanya Adam.


"Lagi ada urusan dia satu Minggu kedepan" jawab Aka, mereka menikmati buah yang sangat manis karena masak di pohon.

__ADS_1


"Eh Iva" Diki langsung berdiri melihat tambatan hatinya berjalan seorang diri.


"Mau beli-beli ya?" tanya Diki terlihat bodoh di mata Iva.


"Goblok Lo yakali dia kesini mau nyinden" Devan menertawakan kebodohan temannya.


"Mau beli apa?" tanya Diki mengabaikan ejekan Devan.


"Snack-snack kak lumayan buat nyemil" Diki mengambil jajanan kesukaannya total semuanya 200 ribu, setelah membayar Diki menarik tangan Iva bergabung dengan yang lainnya.


"Kak kenalin Iva"


"Acha"


"Kakak cantik banget yah kalau di liat dari dekat" puji Iva, Acha tidak menanggapinya dia benci dengan orang yang sok akrab dengannya.


"Jalan-jalan kemana gitu, bosen gw sekolah" Ade menggerutu.


"Halah kayak Lo pinter aja" ejek Devan.

__ADS_1


"Ke villa gw yang ada di puncak gimana?"


__ADS_2