Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Menikmati Senin indah dengan Alaska.


__ADS_3

"Pak" mau naik, berdua sama pacar saya" Alaska mulai memakai perlengkapan keselamatan nya Acha berdiri agak menjauh dari Alaska, dia tidak mau naik paralayang melihatnya dari sini saja membuat lututnya makin gemetar.


"Sayang ayo gak papa kok aman" Acha kemakan panggilan sayangnya Alaska karena baru pertama kali Alaska memanggilnya seperti itu, Acha perlahan-lahan mulai mendekati mereka lalu Alaska membantu aja menggunakan perlengkapannya.


"Gw bakal ngejagain lo, lo harus bisa ngelawan ketakutan lo sendiri" Alaska menyemangati pacarnya. Acha selesai menggunakan perlengkapan keselamatan. Acha berdiri di atas tebing.


"Aku akan menghitung sampai 3 setelah itu kita akan berlari menuju tebing"


"1 2 3" Alaska berlari menuju tebing dan paralayang itu terbang dengan sempurna, Acha juga melakukan instruksi nya, dia berlari kencang paralayang juga sudah berada di atas langit, Acha yang semula takut kini terlihat lebih enjoy, sambil menikmati pemandangan hutan yang berada di bawah dia.


"Subhanallah Ya Allah ciptaan mu sungguh sangat indah" Acha menatap takjub sekelilingnya.


"Bapak sudah lama kerja di sini?" tanya Acha mencairkan suasana.


"Lumayanlah neng, sudah hampir 5 tahun bapak kerja di sini"

__ADS_1


"Memang bapak tidak takut kalau harus berada di atas langit tiap hari?"


"Awalnya memang takut neng, kalau bapak enggak kerja siapa yang ngasih makan keluarga bapak" Setelah beberapa lama mereka berada di atas langit saatnya mereka turun.


"Neng kakinya diluruskan setelah ini kita akan mendarat" Alaska sudah turun terlebih dahulu dan sekarang menunggu kedatangan Acha, paralayang mendarat dengan sempurna Acha melepas perlengkapan yang termasuk helmnya.


"Pak terima kasih ya sudah menemani perjalanan kami di atas, sehat-sehat ya pak" Acha membungkuk sopan dan mereka pergi. Alaska sempat tertawa karena melihat rambut Acha yang berantakan, aka membenarkan rambutnya.


"Gimana seru gak?" tanyanya dengan jarak hanya 5 centi darinya.


"Orang tadi lu kesenengan kok diatas senyum-senyum mulu" Alaska mengambil motornya di parkiran, dia membantu Acha menggunakan helmnya seperti tadi.


"Setelah ini kita mau ke mana?" Tanya Acha sudah duduk manis di motor, Alaska menancap gasnya Acha hampir kejengkang beruntung dia langsung memeluk pinggang aka kencang. Aka tertawa melihat wajah kaget sekaligus takut Acha dari spion. Motor Alaska membelah jalan raya yang padat siang itu, mereka menghabiskan waktu 2 jam di tempat paralayang sekarang tujuan Acha menuju ke mall. Acha sempat heran dengan sikapnya, kali ini tidak ada kata-kata kasar dan hinaan dari mulutnya.


"Apa bisa seseorang berubah dalam satu hari?" batin Acha.

__ADS_1


🌺🌺🌺


Motornya memasuki parkiran mall, seperti biasa aka akan menggenggam tangannya, mereka berdua memasuki mall, sebelum berkeliling Acha membeli bubble tea rasa taro kesukaannya. Acha pergi menuju kasir setelah namanya dipanggil tak lupa dia juga mengucapkan terimakasih lalu pergi. Mereka memasuki toko sepatu.


"Mbak tolong cariin sepatu couple untuk kita" perintah Aka, karyawan perempuan itu mengambil beberapa sepatu couple pesanan aka dan meletakkan nya di depan mereka, perempuan itu tidak pergi dia masih stay di samping aka, melihat Aka yang tengah mencoba sepatunya dengan tatapan genit.


"Mbak ngapain liatin pacar saya?" tanya Acha sarkas, perempuan itu langsung menundukkan pandangannya.


"Dasar gatel" hina Acha kesal.


"Sayang ayo pergi jangan disini, mbaknya kegatelan sama cowok orang, menjijikkan dasar gak tau malu" Acha menyenggol bahu perempuan itu dengan kuat hingga membuatnya mundur beberapa langkah, Aka mengambil bubble tea milik Acha lalu menyusul nya.


"Dia lucu juga kalau lagi cemburu" batin Aka, dia menggandeng tangan Acha kembali mimik muka nya masih masam. Mereka masuk ke toko sepatu yang lain dan membeli 4 pasang sepatu couple.


__ADS_1


__ADS_2