
Acha tertawa melihat reaksi Bianca, Bianca bingung bagaimana Acha tau kalau papanya korupsi bahkan papanya melakukan itu dengan sangat hati-hati.
"Lo pasti tau betul bagaimana sikap Angkasa, ya Lo bayangin aja apa yang bakal Angkasa lakuin saat tau adik kesayangannya di tampar oleh orang lain"
Acha dan Sandra kembali duduk bersama teman-temannya, Siska mencolek bahu Acha.
"Good girl" Siska mengacungkan kedua jempol nya.
Pak Saiful datang sambil membawa beberapa bola basket, mereka berbaris dengan rapi melakukan stretching, stretching dipimpin Billy dan ayu, setelah beberapa saat stretching telah selesai.
"Bapak akan memanggil salah satu dari kalian, kelas 12 IPS 1 akan bertanding melawan kelas 11 IPA 1, Bianca Margareta akan melawan Acha Dirgantara silahkan maju" Acha dan Bianca berdiri berhadapan, ada dendam yang tersirat dalam mata Bianca.
"Bagaimanapun caranya gue harus membuat dia malu" batin Bianca.
"bapak akan mengambil nilai drill one on one, kalau ada yang berperilaku curang namanya akan langsung bapak coret"
Pak Saiful melempar bola ke udara, Bianca menangkapnya menuntun bolanya menuju ring lawan, saat ingin memasukkannya ke dalam ring Acha merebut bolanya dengan lihai, sehingga Bianca gagal mencetak skor.
__ADS_1
Acha memasukkan bola kedalam ring Bianca, saat ini skor menjadi 1-0, mereka berdua bermain dengan sangat baik saling mengejar untuk mencetak skor.
Beberapa kali Bianca berusaha mendorong Acha agar terjatuh namun sekali lagi dengan lihainya atau berhasil menghindar.
Drill one-on-one di menangkan oleh Acha, baca meremehkan biangka lewat tatapan matanya, lalu kembali duduk bersama teman-temannya di pinggir lapangan, disana ada Billy dan Adam yang satu kelas dengan Bianca.
"Pandai juga lo main basket gue kira lu cuma pandai berbicara" ujar Adam.
"Lo itu muji gue apa menghina gue sih sebenarnya" cibir Acha.
Billy kembali mengacak-ngacak rambut Acha karena gemas melihat tingkah Acha.
Billy membantu merapikan rambut Acha yang berantakan karena ulahnya.
"Enak ya jadi Acha atau Sandra selalu dikelilingi cowok ganteng apalagi Alaska si ketua Genk Demon west" ujar salah satu teman kelas Acha.
Sandra kembali dari kantin dia membeli minuman dan beberapa snack.
__ADS_1
"Dam alas kau udah punya pacar belum?" tanya Acha meneguk minumannya.
"Kenapa? lu suka sama dia?" tanya Adam.
"ho'oh, tapi dia belum suka sama gue" Adam reflek menoleh kepada Billy, namun Billy tampak tenang di samping Acha.
Sandra duduk di samping Adam mereka memakan snack bersama-sama. Hingga jam olahraga berakhir, bel pulang sudah berbunyi para murid berhamburan menuju parkiran ingin cepat-cepat mengakhiri kegiatan sekolah hari ini.
Acha dan lainnya mengambil tas di kelas lalu pergi menuju parkiran disana sudah ada anggota Demon west, namun batang hidung Alaska tak terlihat oleh kedua matanya.
"Alaska mana?" tanya Acha.
"Alaska kerumah sakit?" ujar Diki.
"Alaska sakit?" tanya Acha keheranan pasalnya saat bertemu dirinya di taman belakang Alaska sehat-sehat saja.
"Kakaknya jatuh dari motor" Adit menjelaskan situasi yang terjadi.
__ADS_1
"Sekarang kita mau ke rumah sakit tapi nunggu yang lain dulu, kalian mau bareng?" tanya Ade.
"Kita berangkat dulu" Sandra terlihat khawatir kepada kakak Alaska itu, Sandra mengambil alih mobil.