
"Maaf honey, aku salah, seharusnya aku tidak bersikap seperti tadi, aku salah aku minta maaf" Aiken sesal Aiken.
Sandra ikut kesal dengan Acha, sahabatnya itu benar-benar tidak punya rasa kasian, Aiken sudah tertunduk dalam seperti itu tidak menggerakkan hatinya "Udah lah Cha maafin aja, lagian Lo jadi orang pendendam banget, lama-lama kesel juga gw sama Lo"
Aiken berdiri dari duduknya menuju tempat Acha dan Sandra, badannya seketika luruh ke lantai, dia berlutut di hadapan Acha.
Aiken memegang tangan Acha erat sangat erat "Honey"
Melihat Aiken seperti itu membuat hati Acha bergetar, sebenarnya dia tidak tega tapi Aiken memang harus di beri pelajaran.
Acha menghembuskan nafas panjang, Acha membalas genggaman tangan Aiken, dia tersenyum hangat saat Aiken menatapnya, senyum yang dapat menenangkan hatinya "Ini terakhir kalinya kita bertengkar gara-gara masalah ini, kenapa harus Alaska yang menjadi alasan pertengkaran kita? Aiken kalau kamu masih bersikap seperti tadi di hadapan Alaska nanti, aku tidak segan-segan melepaskan mu dan mengakhiri hubungan kita"
Aiken memeluk Acha, air matanya mengalir di sudut matanya, dia benar-benar mencintai Acha dan lihat betapa beruntungnya dia, sebenarnya di kehidupan sebelumnya dia melakukan kebaikan apa sampai bisa mendapatkan Acha dan cintanya.
Mereka melupakan Sandra yang masih ada di samping Acha, Sandra sedikit iri melihat kemesraan mereka, pasalnya Acha benar-benar di perlakukan seperti ratu oleh Aiken "Kapan gw di perlakukan seperti itu oleh Fero" celetuknya, ucapan Sandra membuat Acha tergelak, Acha melepaskan pelukannya.
"Udah gw bilang kan berapa kali, jangan suka sama orang kayak Fero udah lah cukup gw aja jadi korban laki-laki yang memiliki sifat dingin"
__ADS_1
"Yah mau gimana lagi, gw udah terlanjur cinta sama dia, Lo juga bilang mau bantuin hasilnya mana gak ada kemajuan gila" Sandra memukul bahu Acha sakit kesalnya.
"Lo pikir gampang apa markonah, ngomong sama Fero itu kayak ngomong sama Fero susah, sifat dia itu kayak kulkas seribu pintu, Lo mah enak tinggal nunggu hasil" Acha mencibir Sandra.
"Mungkin Fero tidak seperti kebanyakan di luar sana yang memiliki sifat hangat tapi gw yakin Fero menunjukkan rasa cintanya bahkan dengan hal-hal sederhana"
"Alah bacot"
"Sialan Lo" Kali ini Sandra menendang kaki Acha.
"Mampus Lo, entar lagi paling di marahin Lo" Sandra meledeknya.
"Assalamu'alaikum Abang gantengnya Acha" salam Acha sesaat setelah telfon tersambung.
"Masih ingat kalau punya Abang, kirain udah lupa" cibir Angkasa kepada sang adik yang tengah berada jauh darinya.
"Hehe ya maaf handphone Acha mati dari kemaren, oh yah bang Acha pengen ngomong sebentar sama Fero boleh?"
__ADS_1
Angkasa menyerahkan handphonenya pada Fero "Acha mau ngomong" Fero menerima handphone milik tuan mudanya itu, Acha menjauh dari Sandra dan Aiken, dia ingin meminta sesuatu pada Fero.
"Ada apa nona?" tanya Fero.
"Fer Lo tau Sandra kan, sahabat gw"
"Nona Sandra, tau non memang ada apa?"
"Dia suka sama Lo, tolong Lo terima cinta dia kalau gak bisa seenggaknya jadi temen chat dia aja, pasti dia seneng"
"Maaf nona saya tidak bisa itu sama saja saya membohongi nona Sandra" Fero menolak permintaan Acha mentah-mentah.
"Lo cuma jadi temen chating dia aja gak lebih, tolong kali ini aja, gw gak bakal minta apa-apa lagi, yah"
Fero terdiam cukup lama, dia harus mengabulkan keinginan nona mudanya kan "Baik saya akan melakukan apa yang nona minta"
"Terimakasih Fero tapi Lo jangan bilang kalo gw yang minta" Acha segera mematikan telfonnya
__ADS_1