Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Kehadiran Sandra di hidupnya.


__ADS_3

"Non Acha baru pulang?" tanya pak satpam.


"Iyah pak, makasih ya pak" ujarnya Acha mengangguk sopan.


"Sepertinya Angkasa belum pulang" ucap Acha karena tidak melihat mobil Angkasa berada di garasi.


Sandra mengikut Acha masuk sambil menarik kopernya menuju kamar Acha, beruntung mereka menaiki lift, tidak terlalu capek untuk Sandra.


Acha melempar tas sekolah dan sepatunya sembarang saat sampai di kamar nya merebahkan tubuhnya di kasur king size nya.


"Lo jam berapa kerjanya?"


"Jam 18.00 malam"


"Kita istirahat dulu lah, masih jam 04.00 ini" ujar Acha.


Tak berapa lama kemudian mereka sudah masuk ke dalam bawah sadar mereka, mereka tertidur masih dengan menggunakan seragam sekolahnya.


Sandra mengeliat dalam tidurnya, dia mengecek pukul berapa sekarang.


"Astaga jam setengah 7" ujarnya lalu langsung pergi menuju kamar mandi.


Acha tergantung oleh gerakan Sandra yang tiba-tiba sehingga membuat dia juga terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


Sambil menunggu Sandra selesai mandi, Acha pergi menuju Walk in closet nya, mengambil dress dan sepatu sneaker yang berwarna senada dengan bajunya, Acha mengunakan kamar mandi disana, demi menghemat waktu mereka.


"Kok Sandra belum selesai yah?" ujar Acha keluar setelah selesai mandi dan sudah berganti pakaian.


"Seger nya" ujar Sandra mengibas-ngibaskan rambut yang masih basah.


"Lama banget Lo mandinya, gw kira lo ketiduran lagi"


Acha duduk di meja riasnya, wajahnya di poles dengan makeup setipis mungkin, bibirnya di ombre ala-ala mbak Korea pikirannya, terakhir sentuhan rambut dia biarkan rambutnya tergerai indah mencatok poninya agar rapi.


Sandra juga sudah rapi dengan pakaian kerjanya, mereka menenteng tasnya lalu keluar dari Mension. Mengendarai mobilnya menuju luar gerbang.


"Pak kalau nanti Abang nanya Acha, bilang Acha lagi keluar sama temen Acha ya pak" ujar Acha kepada pak satpam.


"Baik non, hati-hati yah non"


"San" panggil Acha.


"Ada apa!" tanya Sandra penasaran.


"Terima kasih, sudah mau menjadi sahabat pertama gw, terima kasih juga sudah nemenin gw"


"Ngomong apa sih Lo, santai aja kali kayak sama siapa aja.

__ADS_1


Mereka sampai tepat waktu sebelum Sandra terlambat, Sandra langsung memasuki restoran Lewat pintu belakang.


"Kenapa bil?" tanya Acha kepada si penelepon.


"Posisi?"


"Tempat kerjanya Sandra"


"Gw sama anak-anak akan kesana sebentar lagi"


Acha memutuskan sambungan teleponnya sepihak, dia lalu merogoh tas mencari make-up nya.


"Gw harus tampil cantik di depan Alaska" Ujarnya menabur kan bedak padat di wajahnya.


"Gila gak ada kemajuan hubungan gw sama dia, padahal gw kan cantik yah"


Setelah selesai makeup Acha turun dan menunggu mereka di dalam, saat memasuki restoran Acha sudah menjadi pusat perhatian karena parasnya yang cantik, tak berapa lama teman-temannya datang juga, Acha melambaikan tangannya kepada mereka.


"Aku akan sering kesini setiap hari, kalau ada mereka"


"Perpaduan yang kontras cowoknya ganteng-ganteng ceweknya gak kalah cantik"


"Aku benar-benar iri sama cewek itu, bisa-bisanya teman cowoknya pada Good looking semua" Mereka menerima banyak pujian oleh pengunjung restoran.

__ADS_1


"Lo cantik sekali malam ini?" puji Billy.


Acha tersenyum manis karena ucapan Billy.


__ADS_2