Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Gw gak suka ngeliat dia tertawa karena laki-laki lain.


__ADS_3

"Ka sakit" ujar Acha berusaha melepaskan cengkraman Alaska.


"Kenapa Lo gak bisa bersikap baik sama gw? apa gw terlalu buruk untuk Lo?" tanya Acha.


"Lo itu sebenarnya cinta apa gak sama gw?" tanya Acha lagi.


"Sekali lagi gw liat Lo kayak gini lagi, gw gak bakal segan-segan buat nyakitin Lo"


"Cewek murahan kayak Lo di clubs banyak" bentak nya.


Acha tidak pergi dari rumah Alaska melainkan dia kembali duduk di meja belajarnya, menahan air matanya yang sudah tergenang di pelupuk matanya, Acha tidak ingin karena pertengkaran ini bisa membuatnya kehilangan Alaska.


Alaska memakai seragam nya, matanya menatap punggung Acha.


"Tante sama mbak Anin kemana ka, dari tadi gw disini belum ngeliat mereka?" tanya Acha.


"Pergi"


Lalu keduanya turun menuju garasi, Alaska memanasi motornya, Acha menunggu dengan sabar.


Setelah dirasa cukup Acha naik di jok belakang, Alaska mengendarai menuju SMA Angkasa. Tidak banyak percakapan di antara keduanya karena suara dari motor Alaska sangat keras.


Setengah jam kemudian mereka sampai di parkiran SMA Angkasa, SMA Angkasa heboh pagi-pagi karena melihat Alaska bersama dengan Acha, pasalnya baru pertama kali mereka melihat Alaska membonceng seorang perempuan.

__ADS_1


"Gw gak terima dia dekat sama Alaska"


"Gw bakal ngehasut siswa yang lain buat nge benci Lo" ujar seorang gadis.


"Cie yang sudah resmi mah bebas bermesraan" ledek Diki.


"Cie yang jomblo, iri bilang bos" ledek Acha.


"Gw iri? pacaran itu perkara gampang gw tinggal tunjuk aja langsung punya pacar" ujar Diki berbangga hati.


"Memang ada yang mau cowok kayak Lo? gila cewek-cewek juga milih-milih kali" ledek Acha makin menjadi-jadi.


"Ada lah secara finansial gw mapan, wajah gw ganteng, pasti banyak lah yang mau sama gw, tapi gw milih-milih gak sembarangan cewek bisa jadi pacar gw" ujar Diki tertawa.


"Apa pantas orang kayak Lo milih-milih?" tanya Acha.


Saat bersiap untuk kabur dari Diki, tas Acha di tarik oleh Alaska hingga membuat tubuhnya menabrak tubuh Alaska, saat ini posisi mereka tengah berpelukan.


Ada perasaan cemburu di hati Alaska saat Acha tertawa bersama laki-laki lain dan bukan dirinya, karena cemburu itu membuat dia berani memeluk Acha di depan siswa lain.


"Diem, gw gak suka Lo bercanda sama laki-laki lain" bisik Alaska tepat di telinga Acha


Acha yang sedari tadi berontak mendadak diam karena perkataan Alaska, dia menyender kan kepalanya di bahu Alaska.

__ADS_1


"Sebenernya gimana perasaan Lo sama gw ka? kadang Lo marah-marah kadang Lo juga bisa bersikap romantis seperti ini, ah gw gak bakal bisa ngelepasin Lo" batin Acha.


Alaska melepaskan pelukannya, namun tangannya berada di pinggangnya, seperti biasa tangan satunya memegang sebatang rokok, dia menatap Diki nyalang, seakan memberi tahu nya kalau Acha miliknya melalui sorot matanya.


"Ka lepasin malu" ujar Acha berusaha melepaskan tangan Alaska dari pinggang nya.


"Ngapain malu? Lo kan pacar gw" jawab Alaska tersenyum manis.


Acha terpesona melihat senyuman itu, baru pertama kali baginya melihat Alaska tersenyum bukan senyum mengejek melainkan senyum yang menurutnya sangat cantik.


"Kalau kayak gini makin gak bisa gw lepasin Lo Alaska" batin Acha.


Acha.



Alaska.



Billy.


__ADS_1


Sandra.



__ADS_2