
"Simpanan om-om" bisik Acha pergi menuju kamarnya, Acha membekap wajahnya dengan bantal agar tidak ada yang tau dia sedang menangis, malam ini akan menjadi malam panjang untuk Acha, lelah menangis memejamkan matanya.
🌺🌺🌺
Hari ke tiga di villa, pagi ini Acha sudah rapi dengan setelah olahraga dia tengah memasang sepatu di teras lalu mulai berlari keluar villa menuju kebun teh, beberapa kali Acha berhenti sekedar menyapa mereka.
"Semangat yah kerjanya"
"Makasih nduk" jawab mereka serempak.
"Nduk nalika teka?" tanya seseorang yang Acha kenal.
"2 hari yang lalu mbok, mbok sama mas jingga apa kabar?" tanya Acha menarik mbok ke tempat yang lebih tedung di bawah pohon yang memiliki ukuran besar.
"Kita ora apa-apa, pengin Reza ora teka?"
"Gak mbok, Abang ada urusan di Jakarta" jawab Acha, mbok Rahayu namanya dia tinggal bersama seorang cucu laki-lakinya seumuran dengan Angkasa, Jingga tengah mengenyam pendidikan di bangku kuliah yang berada di ibukota, awalnya jingga tidak mau jika harus jauh dengan si mbok namun Angkasa terus memotivasi sampai jingga mau, mereka banyak membantu Acha dan Angkasa saat masih tinggal di villa saat belum memiliki apa-apa.
"Mas jingga gak pernah pulang mbok?" tanyanya.
"Jingga nembe mulih sawetara dina kepungkur jarene kampus prei, mboh ra ora ngerti mbok"
"Acha boleh gak main ke rumah mbok?"
__ADS_1
"Kita mbukak lawang 24 jam kanggo Acha" Mereka ngobrol banyak, jam 09.00 pagi Acha baru kembali ke villa karena perutnya keroncong, Acha langsung masuk setelah bertegur sapa dengan teman-temannya, dia langsung pergi mandi sebelum sarapan.
Di lantai 2 Alaska dan Billy tengah mendebatkan sesuatu, Febby yang kebetulan lewat memutuskan menguping pembicaraan mereka.
"Lo udah ngasih tau Acha?" tanya Billy, ruangan itu memiliki aura ketegangan yang di ciptakan oleh keduanya.
"Belum, gw takut Acha ninggalin gw setelah dia tau yang sebenarnya"
"Lo harus nerima konsekuensi dari kesalahan Lo, Lo yang nyeret dia ke game tolol yang Lo ciptain sendiri, Lo gak bisa terus ngebohongin dia apapun yang terjadi dia harus tau" Billy melampiaskan kemarahannya meja yang tidak tau apa-apa.
"Berhenti ngurusin masalah gw sama Acha, Lo ngebuat gw muak, gw bisa nyelesain sendiri lo gak ada hubungannya dengan ini" ucap Alaska kesal.
"Gw memang gak ada urusannya sama itu tapi yang gw tau Lo ngebuat hati Acha seperti mainan, lo pikir gw bakal tinggal diam? gw bakal ngasih tau Acha yang sebenarnya, sebenarnya Lo gak cinta sama dia, lo pake Acha buat nyelesain game tolol lo itu"
"Cuma di buat mainan toh"
Acha turun ke dapur untuk sarapan, sarapan pagi ini adalah sereal berkuah susu dan segelas susu coklat hangat kesukaannya, Acha makan sambil nonton drama gak afdol rasanya kalau tidak sambil nonton namun kegiatannya berhenti saat ada panggilan Vidio call dari Sandra.
"Lo ganggu gw aja" ujar Acha menatap Sandra di layar kaca.
"Alah bersisik eh maksudnya berisik Lo" omel Sandra.
"Sehari di Istanbul udah pikun Lo dongo-dongo"
__ADS_1
"Mulut Cha mulut jangan sampe nanti gw cabein"
"Hangpura ratu, oh ya gimana Lo udah ketemu nyokap Lo?"
"Ini gw lagi sama nyokap gw" Sandra mengganti camera nya ke belakang ke arah ibunya yang sedang makan.
"Hallo Tante" sapa Acha.
"Iyah nak" balasnya sambil tersenyum hangat.
Alaska menghampiri Acha, dia duduk di sampingnya memakan Sareal bekasnya yang belum termakan habis.
"San nanti gw telfon lagi lah"
"Gak usah, bosen gw asik lo-lo aja yang nelfon gw"
"Terus Lo ngarepnya siapa? Fero? bangun buk jangan kebanyakan mimpi" ejek Acha langsung mematikan telfonnya sebelum Sandra ngamuk.
Princess nya Angkasa.
Kesayangan Acha.
__ADS_1