Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Perubahan Billy.


__ADS_3

Billy memarkirkan motornya di club ternama yang berada di ibu kota, kedatangan Billy di sambut oleh bartender.


"Udah lama gw gak ngeliat Lo" ucapnya membuat minuman untuknya.


Billy tidak merespon ucapannya, dia meneguk minuman yang memiliki kadar alkohol tinggi sampai habis.


"Gw booking kamar sekalian ****** yang bisa muasin gw malam ini" mereka menggoda Billy dengan meliuk-liuk kan tubuh mereka seperti cacing kepanasan, ada juga yang duduk di pangkuan Billy menyecap bibir Billy.


"Puasin gw malam ini sebagai gantinya gw bakal ngasih Lo uang 100 juta *****" keduanya menuju kamar yang sudah Billy booking, Billy sedang di kuasai amarah dan kekecewaan.


Sesampainya di kamar perempuan yang di sewa Billy duduk dengan posisi menggoda, alih-alih tergoda, Billy malah membuka sabuk dan memukulnya di tubuh perempuan tersebut.


"Lo tau seberapa lama gw nunggu Lo" Billy naik pitam mengingat Acha.


"Tuan ampun" isaknya, bukannya malah berhenti Billy makin menjadi-jadi, dia menarik rambut perempuan yang bernama Diandra.


Billy melakukannya sampai puas, tidak peduli seberapa banyak memar yang berada di tubuh Diandra, mendengar rintihannya membuat nya puas sangat puas, Billy menyeringai dia melempar cek senilai 100 juta setelah itu pergi meninggalkan Diandra tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


🌺🌺🌺


Alaska menatap langit-langit rumah sakit, dia teringat saat Febby mengkhianati nya, di saat dia mulai percaya lagi di saat dia ingin membuka hati untuknya malah pemandangan yang tidak di harapkan nya terjadi.


Flashback.


Alaska pergi ke club tempat anggota Demon West berkumpul, club yang menjadi tempat kedua setelah markas untuk berkumpul, Alaska menghampiri teman-temannya yang sudah berkumpul, mereka minum bersama, Alaska bahagia pasca hilangnya Acha dalam hidupnya.


"Gw jadi kangen sama Acha" ujar Diki.


"Betul juga biasanya di antara kita dia yang paling bar-bar" sahut Devan.


"Bukannya itu Febby" bisik nya, mendengar nama orang yang dia cintai di sebut-sebut perhatian nya teralihkan pada gadis yang baru masuk bersama seorang laki-laki bukan laki-laki muda melainkan om-om.


Saat ingin menghampirinya Adam mengehentikannya "Kita liat dulu apa yang terjadi, memang Lo gak penasaran apa yang di omongin Acha benar atau gak" Alaska kembali duduk di tempatnya.


Febby mulai mencium bibir om tersebut, dia duduk di pangkuannya, menggerakkan pinggulnya menggodanya "Sayang Om sayang sama kamu" bisiknya, bulu kuduk Febby meremang karenanya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Alaska bocah tengil itu?"


"Alaska? ah dia benar-benar bodoh dia meninggalkan pacarnya demi aku, aku benar-benar puas saat Alaska menghinanya di hadapan banyak orang" ujarnya Febby yang masih terdengar di telinga Alaska dan anggota Demon West lainnya karena jarak keduanya tidak terlalu jauh.


"Kamu masih mencintainya?"


"Mencintainya? maksud om mencintai uangnya kali, dia mesin ATM berjalan buat Febby om" Alaska tidak sanggup lagi mendengar nya, dia melangkah menuju arah Febby dengan gagah, dia menarik tangan Febby.


"Plak" Alaska menamparnya, dia mengabaikan kalau dia tidak memukul wanita.


"KURANG AJAR LO, HARUSNYA GW LEBIH PERCAYA SAMA ACHA DARI PADA PEREMPUAN BUSUK KAYAK LO, LO ADALAH PENYESALAN TERBESAR DALAM HIDUP GW, PELACUR, ******, BRENGSEK LO PEREMPUAN KAYAK LO CUMA BUAT MALU PEREMPUAN DI LUAR SANA, MATI AJA SANA LO" Bentak Alaska dia mendorong bahu Febby beberapa kali.


Bukannya takut Febby malah balik menatap Alaska tajam "KENAPA? SEKARANG LO NYESEL UDAH PERCAYA SAMA GW, LO BILANG GW APA TADI PELACUR, ******, GW MEMANG PELACUR SALAH LO KENAPA LO KEMBALI NERIMA GW DI HIDUP LO"


Alaska melempar gelas ke arah Febby, dia pergi begitu saja meninggalkan club setelah puas menghina Febby, anggota Demon West menatap Febby merendahkan mereka juga meludah di depan Febby.


Flashback end.

__ADS_1


Alaska menatap Acha dari jendela kamar, dia sedang bercanda dengan Sandra dan pacarnya hal yang membuat hati Alaska teriris melihat pemandangan itu.


__ADS_2