
Setelah memarkir mobilnya di tempat parkir keduanya lalu masuk ke dalam, Acha mengambil trolley dan mendorongnya menuju rak-rak.
Mereka mengambil banyak daging sapi karena jika Demon west datang semua akan lebih seratus orang jumlahnya.
"San Alaska mau gak yah kalau di suruh kesini?"
"Lo kayak gak tau dia aja" ujarnya mendorong trolley dari rak satu ke rak yang lain, Acha mencoba menelfon Alaska, panggilan pertama tidak di angkat.
"Gak mungkin di angkat juga" ujar Sandra lalu mereka kembali membeli yang lainnya.
Alaska yang tengah berbincang dengan keluarga terganggu karena deringan handphone beberapa kali.
"Angkat dulu le siapa tau penting" ujar ayahnya menyesap segelas kopi.
"Acha? apa gw pernah nyimpan telfonnya" ujarnya heran.
Alaska menjauh dari keluarganya, menelfon kembali nomer Acha.
"Alaska" teriak Acha senang.
Alaska sampai harus menjauhkan handphone dari telinganya.
"Berisik" ucap Alaska.
"Hehe maaf abisnya senang" ujar Acha di seberang sana.
"Gw matiin"
"Eh eh sebentar, Ka bisa ke swalayan"
__ADS_1
"Gak" sarkas nya.
Alaska langsung mematikan sambungan telfonnya dengan Acha, lalu kembali melanjutkan obrolannya dengan keluarganya.
"Siapa ka" tanya Anin.
"Temen aka"
"Oh Shit Dia benar-benar mengacaukan pikiran gw" umpatnya pelan.
Alaska pergi menuju kamarnya mengambil jaket dan kunci motornya.
"Aka pergi dulu yah" ujar Alaska menyalami tangan mereka.
Alaska mengendarai motornya menuju swalayan di mana kedua gadis itu berada. Setelah beberapa menit dia sampai di swalayan.
Alaska mencari-cari keberadaan mereka berdua, dari ujung ke ujung tapi dia tidak melihat batang hidung keduanya.
Acha yang melihat Alaska, menghampirinya dan mengandeng tangan Alaska erat.
"Kalau sudah ada Billy ngapain nelfon gw" ujar Alaska menatap Acha tak suka.
"Ya kan tadi Lo gak mau kesini, gw minta tolong Billy mau kuat kita harus bawa ini semua" ucap Acha Sandra mengiyakan ucapan Acha.
"Gw pulang" sebelum Alaska melangkah pergi Acha menahan tangan Alaska.
"Kita butuh Lo juga kok" Acha menunjukkan puppy eyes andalannya, dia tau siapapun tidak akan menolaknya.
"Em, gak usah gitu jijik gw" ujarnya melepaskan tangan Acha.
__ADS_1
Billy dan Alaska mengekori keduanya, tangan Billy mendorong trolley ke 3.
"Ini kenapa gw gak mau nemenin mama gw belanja" ucap Billy.
"Lo gak tau bunda gw, di kelilingi tuh toko"
Mereka kemudian tertawa karena ucapan keduanya.
Dua jam kemudian mereka sudah selesai berbelanja semuanya, total ada 4 trolley setelah membayar mereka langsung menaruhnya di di bagasi Acha.
"Makasih Bil Aka" ujar Acha tulus.
"Kalau gak terpaksa ogah gw bantuin Lo"
Mereka lalu pergi meninggalkan swalayan, Billy dan Alaska menuju markas sedang Acha Sandra menuju Mensionnya.
"Gw heran deh tumben Alaska datang" Sandra keheranan oleh tingkah sepupunya itu. Sandra tau betul bagaimana sikap Alaska.
"Lo tau, gak ada yang bisa nolak pesona Acha Dirgantara Lo cari tuh" ujar Acha mengibas-ngibaskan rambut nya percaya diri.
Sandra berpura-pura muntah.
"Sialan Lo"
Mereka sampai dengan selamat, satpam membantunya untuk mengeluarkan belanjaan keduanya.
"Terimakasih pak"
"Sama non, bapak kembali ke pos yah"
__ADS_1
"Iyah pak, sekali lagi terima kasih yah pak"