
Alaska menarik tangan Acha agar duduk di sampingnya, Acha menuangkan obat merah ke kapas putih lalu mengoleskan ke luka di sekitar wajah Acha.
Cha fokus" batin Acha, sedari tadi pandangan fokus menatap satu objek yaitu dada Alaska, Acha menghela nafas. Alaska menatap mata Acha dalam.
"Disini belum" dia menarik tangan Acha ke luka yang belum tersentuh obat.
"Lo obatin sendiri aja, bisa gila lama-lama gw" Acha melempar kotak P3K pada Alaska lalu pergi ke bawah.
Alaska tertawa melihat kelakuanku Acha yang terkesan manis di matanya.
"Cantik juga dia kalau malu-malu"
"Ka sadar Lo pacaran sama dia cuma memenuhi tantangan dari teman-teman Lo, Lo gak boleh jatuh hati sama dia" Alaska memakai bajunya dan turun.
Di meja makan sudah ada ayahnya yang baru pulang dari kantor, beliau selalu pulang untuk makan siang bersama istri dan anak-anaknya.
"Ka mukanya kenapa babak belur gitu?" tanya ayahnya.
"Biasalah yah"
🌺🌺🌺
__ADS_1
Dirgantara Crop.
"Ini berkas-berkas yang menunggu untuk ditandatangani tuan" Fero menyerahkan beberapa berkas yang butuh tandatangan dari Angkasa.
Angkasa membaca berkas-berkas dengan sangat teliti, tidak fokus sedikit saja bisa membuat perusahaannya rugi besar.
"Ambilkan buka rekapan pengeluaran perusahaan bulan ini" Fero membungkuk sopan lalu pergi ke ruang kerjanya untuk mengambil berkas yang tuan mudanya butuhkan, setelah mendapat apa yang dia mau, dia pergi ke ruangan Angkasa.
"Ini tuan" Angkasa kembali memeriksa pengeluaran perusahaan nya, mencocokkan nya dengan di buku pribadinya, Angkasa sama itu berarti tidak ada korupsi di perusahaannya.
Lama Angkasa memeriksa nya, Fero masih setia berdiri di sampingnya. Setelah dirasa cukup Angkasa membuka kaca mata yang bertengger di hidung mancungnya, meregangkan otot-otot nya yang kaku karena terlalu lama duduk.
"Bagaimana kemajuan kerjasama perusahaan Dirgantara dengan perusahaan milik pak Robert?" tanya Angkasa.
"Kapan mereka akan tiba di Indonesia?"
"2 hari lagi tuan"
"Kamu urus keperluan mereka selama mereka disini, jangan sampai mereka kekurangan apapun saat ini dan siapkan juga hotel terbaik milik Dirgantara untuk mereka"
"Baik tuan muda, saya akan pastikan mereka puas saat berada di Indonesia"
__ADS_1
Mereka kembali diam, Angkasa mengingat ucap adiknya yang berencana untuk menjodohkan Fero dengan Sandra.
"Fer"
"Tuan butuh sesuatu?"
"Tidak fer, aku bisa mengambil sendiri kalau butuh sesuatu, apa kamu tidak tertarik untuk pacaran?" tanya Angkasa.
"Tidak tuan, saya akan memastikan tuan dan nona Acha bahagia terlebih dahulu" jawab Fero tegas.
"Baiklah, kalau suatu saat nanti aku dan Acha sudah bahagia jangan lupa untuk mencari kebahagiaan mu sendiri" nasehat Angkasa.
"Baik tuan"
"Sepertinya sudah waktunya makan siang" Angkasa pergi lebih dahulu Fero tetap di belakangnya, Angkasa sudah meminta Fero untuk tidak bersifat formal saat berdua namun Fero tidak pernah mau.
Mereka pergi menuju kantin menggunakan lift khusus pemimpin Dirgantara, seperti biasanya para karyawan akan menunduk hormat saat melihat atasan mereka lewat.
🌺🌺🌺
"Tan terimakasih makan siangnya, kami pamit pulang dulu"
__ADS_1
"Sering-sering yah kalian main kesini" pinta Tante Aliya.
"Iyah Tan" mobil Acha pergi dari rumah Alaska, Acha mengendarai mobil nya dengan santai sesekali mereka akan berbicara mengenai banyak hal.