Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Kehancuran seorang Angkasa.


__ADS_3

Mobil Angkasa berhenti di sebuah jembatan, Angkasa keluar dari mobil dengan keadaan kacau, dia menatap biru nya laut yang membentang indah di depan matanya.


"Kenapa Lo ninggalin gw Cha, Lo tau gw bak bisa hidup tanpa Lo" teriak Angkasa tanpa memperdulikan tatapan aneh dari orang yang berlalu lalang.


"Andai waktu bisa di putar kembali, andai gw gak nge dorong Lo ke kolam pasti saat ini Lo masih ada di samping gw, nemenin gw, peluk gw saat lagi kayak gini, andai" ujar Angkasa kembali menangis. Angkasa memang di kenal dengan sosok yang berhati dingin, laki-laki yang tidak pernah menetes kan air matanya namun semua nya berubah jika itu berkaitan dengan Acha atau keluarga nya.


"Lo udah ninggalin gw, pasti sekarang Lo udah ketemu Daddy kan" Angkasa tertawa menyedihkan lalu dia naik ke pembatas jalan dan jembatan.


"Stoppen Sie das Kind" (Hentikan anak itu)


"Er kann sich verletzen" (Dia bisa melukai dirinya sendiri) teriak orang-orang

__ADS_1


"Gw ikhlas jika memang ini sudah takdir gw, gw gak mampu ngejalani nya sendiri tanpa hadirnya sosok Lo" Angkasa menggerakkan kakinya ke bawah, jembatan itu memiliki ketinggian 3 meter dari jalan.


Setelah beberapa detik Angkasa tidak merasakan tubuh nya melayang, dia membuka matanya dan melihat Alaska tengah memegang tangan nya dan menarik nya untuk turun.


"Lo gila" teriak Alaska mencengkeram bahu Angkasa.


"Lo fikir dengan Lo ngelakuin kayak gini masalah Lo selesai?" Angkasa tidak menghiraukan perkataan Alaska, dia melamun melihat kendaraan yang tengah melewati nya.


Alaska menarik tangan Angkasa menuju mobil dan mengendarai mobilnya menuju rumah sakit tempat Acha di rawat.


🌺🌺🌺

__ADS_1


Di sana sudah ada Oma Opa dan teman-temannya, Opa yang melihat keberadaan Angkasa membuat emosinya memuncak setelah mendengar cerita dari Sandra, apa yang telah cucu perempuan nya alami ternyata dalang nya adalah cucu pertamanya sendiri, Opa menampar Angkasa kuat bahkan tangannya ikut gemetar.


"Wenn Sie sich nicht darum kümmern können, lassen Sie uns kümmern und uns darum kümmern. In der Vergangenheit haben wir Acha gebeten, einfach bei uns zu bleiben, aber du hast gelacht, damit du dich um Acha kümmern kannst. Aber du kannst nicht gut auf ihn aufpassen, du verdienst es nicht einmal, Bruder genannt zu werden" (Kalau kamu nggak bisa menjaganya biarkan kami yang menjaga dan mengurusnya, dulu kami pernah meminta Acha untuk tinggal bersama kami, tapi kamu kan ingin Acha tinggal bersamamu, kamu nggak becus menjaganya bahkan kamu nggak pantas dipanggil seorang kakak) ujar Opa berkata dengan nada marah.


"Das ist ein Wunder, der Patient hat seine kritische Phase überstanden, man kann ihn besuchen, aber abwechselnd zu viel mit ihm reden" (Ini adalah sebuah keajaiban, pasien berhasil melewati masa kritisnya, kalian boleh menjenguknya tapi bergantian jangan mengajak pasien berbicara terlalu banyak) Ujar sang dokter yang menangani Acha.


Acha.



Angkasa.

__ADS_1



__ADS_2