Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Ketua genk bloody killer.


__ADS_3

"Aka pelan-pelan" Acha berteriak, Acha fikir Alaska tidak mendengarnya karena suara motornya knalpot motor nya.


Bukannya melambatkan laju motornya Alaska malah makin mempercepat motornya, Acha makin mengerjakan pelukannya dipinggang Alaska.


Setelah beberapa saat motor Alaska sampai di sebuah rumah mirip sama markas Demon west, jalan menuju ke sana juga harus melewati hutan belantara.


Alaska menggedor pintu dengan marah penghuni rumah tersebut keluar satu persatu, Acha memantau apa yang terjadi di dekat motor sesekali aja menoleh kebelakang menunggu anggota Demon west yang lainnya.


"Mimpi apa nih gue ngelihat ketua geng Demon pas datang seorang diri"


Alaska tidak menjawab ucapan si ketua geng tersebut, dia langsung menarik kerah laki-laki tersebut dan menghajarnya membabi buta.


Laki-laki yang bernama Roy itu juga tidak tinggal diam, Roy juga ikut memukul Alaska kadang diatas kadang juga dibawah. Acha tidak menghalangi Alaska biarkan dia melampiaskan emosinya. Anak buah Roy tidak ikut campur karena itu urusan sesama ketua genk.


Acha melihat salah satu anak buah Roy berlari menuju Alaska dengan membawa sebilah pisau di tangannya. Alaska tidak menyadari kalau dirinya sedang terancam.


Acha yang sedari tadi hanya memantau dia langsung berlari dan menendang tangan laki-laki tersebut hingga pisau itu jatuh ke tanah.


Roy yang awalnya terkapar di lantai kembali bangun menghampiri laki-laki yang memegang pisau tadi. Roy mencekram baju laki-laki tadi membawa memukul rahang laki-laki yang bernama Rizki itu.


"Lu ngebuat kita malu" Ujar Roy yang masih memegang baju Riski.


"Lu tahu betul Kita enggak pakai senjata saat berkelahi"


"Lo nggak papa Cha?" Alaska memeriksa keadaan Acha dia terlihat khawatir.


"Gue nggak papa"

__ADS_1


"Roy gue ingetin lagi, jangan bawa-bawa keluarga dalam permusuhan kita atau lo akan menyesal"


Alaska menarik tangan aja dia menaiki motornya dan ada yang senantiasa berada di belakangnya, Alaska menarik tangan aja meletakkannya di pinggangnya lalu alasan menyalakan motornya, mereka pergi meninggalkan mereka bloody killer.


"Aka anter gue ke rumah" teriak Acha.


Setelah beberapa lama motor Alaska memasuki kompleks dan berhenti di mansion mewah Aceh turun lalu menyerahkan helmnya kepada Alaska.


"Lo nggak mau mampir dulu?" tawar Acha.


"Langsung ke rumah sakit gw"


"Lo yakin orang tua lu enggak bakal hawatir coba lihat penampilan Lo sekarang, berantakan"


Alaska terlihat ragu.


Alaska memasukkan motornya ke dalam garasi Acha.


"Bi assalamualaikum"


"Waalaikumsalam udah pulang ayo masuk" bi Ina membukakan pintu saat melihat majikan nya sudah pulang.


"Non ini siapa kasep pisan ey" tanya Bi Ina.


"Temen Acha bi"


"Alaska Lo langsung masuk Acha ke kamarnya Angkasa, ada di lantai 4"

__ADS_1


Alaska masuk ke kamar Angkasa untuk membersihkan tubuhnya dan meminjam beberapa pakaian santai Angkasa, sedangkan Acha masuk ke kamarnya juga membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai mandi Acha langsung turun menuju bi Ina.


"Bi sudah masak?"


"Ini bibi mau masak non"


"Yasudah Acha bantuin yah bi"


Bi Ina memotong rempah-rempah sedangkan Acha mencuci ayam.


"Non tadi pacarnya yah?" tanya bi Ina.


"Cocok gak sama Acha bi?" tanya nya.


"Cocok non, non Acha cantik laki-laki tadi juga kasep" ujar bi Ina.


"Tapi dia gak suka sama Acha bi"


"Sebelum jalur kuning melengkung non Acha masih punya kesempatan"


Lalu mereka kembali fokus memasak, tanpa menyadari Alaska memperhatikan semuanya sedari tadi.


Roy aka Kim Namjoon


__ADS_1


__ADS_2