
"Mikir, Lo itu udah ganggu waktu gue"
"ke mall dulu lah sebelum pulang" Acha memasang wajah memelas.
Setelah selesai makan dan sudah membayar, mereka kembali masuk ke dalam mobil, sesuai permintaan Acha Alaska mengemudikan mobilnya menuju mall, 30 menit kemudian mereka sudah sampai di mall.
Alaska menggenggam erat tangan Acha, karena kondisi mall saat ini sedang rame-rame nya.
Acha asyik berbelanja, dia membeli tas, baju, sepatu dari brand terkenal di dunia, Acha berkeliling di toko sepatu laki-laki sedang Alaska d istirahat.
"Gw aja males kalau nemenin mama sama Anin belanja, jadi babu akhirnya gw" ujar Alaska kesal, berapa lama lagi dia harus menemaninya. Acha mengambil sepatu yang menarik perhatiannya, dia langsung membayarnya dan memberikan pada Alaska.
__ADS_1
"Kapan-kapan di pakai sepatunya" menyerahkan paper bag, setelah puas berbelanja mereka juga menyempatkan bermain di mall, bahkan ada salah seorang pekerja disana mengira kalau mereka adalah pasangan suami-istri, dalam hati Acha mengaminkan ucapan tersebut sedangkan Alaska hanya cuek bebek. Jam 04.00 mereka baru sampai di depan rumah Alaska.
"Ka bilangan ke semuanya, gw gak mampir gitu" ujar Acha sekarang sudah duduk di kursi kemudi, Alaska sudah turun tak lupa paper bag pemberian aja juga sudah ditangannya.
"Selamanya aja Lo gak usah mampir, muak gw selalu liat wajah Lo" Alaska menatap Acha seperti perempuan menjijikkan, dia berbalik dan meninggalkan Acha yang masih terpaku di dalam mobil, alih-alih langsung memasuki rumah Acha salah, Alaska berhenti di dekat tong sampah dan membuang sepatu pemberian Acha, lalu pergi begitu saja tanpa memikirkan perasaan Acha, Acha menatap nanar sepatu yang berharga belasan juta itu sekarang tidak memiliki tuan lagi.
Acha menjalankan mobilnya menuju Mensionnya, fikirannya masih terpaku mengingat kejadian tadi, sebenarnya Acha bingung dengan sikap Alaska terkadang dia bersikap manis melebihi madu tapi terkadang dia juga bisa bersikap tidak mempunyai hati.
"Sudah lah Cha, gak usah terlalu di fikirkan, mungkin saja Alaska tidak menyukai sepatunya tapi dia harusnya bilang dong jangan dibuang gitu, ah sudahlah makin di fikirkan makin membuat pusing" Tanpa dia sadari, mobilnya memasuki kawasan perumahan elit saja, sebentar lagi dia akan segera sampai di Mensionnya.
Acha pergi menuju lantai 5 dimana ruangan bioskop berada, dia menaiki lift untuk menuju kesana, kenapa dia tidak menaiki tangga saja jawabannya simpel di mension keluarga Dirgantara tidak memiliki tangga.
__ADS_1
Dia memutar film apa saja yang menurutnya menarik, setelah selesai menyiapkan filmnya Acha merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk.
Acha menyalakan handphone nya dan membuka Instagram nya, dia melihat sebuah postingan yang bertuliskan
"Berhenti selalu beranggapan dia cuek, sebenarnya itu caranya untuk menghindari mu, sebenarnya dia tidak memperdulikan mu dalam kata lain dia tidak mencintai mu, kalau dia cinta dia pasti akan perduli padamu dan sebenarnya kamu tau akan hal itu, jadi berhenti menipu dirimu sendiri" Acha merasa tertampar seakan-akan posting itu memang di tunjukkan untuk nya, dia kembali mengingat perlakuan Alaska selama ini.
"Tuhan apa ini saatnya aku berhenti mencintainya, jujur aku lelah memperjuangkan cinta sepihak ini"
Sepatu pemberian Acha.
__ADS_1
Bioskop pribadi keluarga Dirgantara.