
Di kamar Alaska tidak dapat tertidur, dia sudah berguling-guling untuk mencari posisi ternyaman agar cepat tertidur namun tidak bisa entahlah matanya malam ini tidak bisa di ajak untuk bekerja sama, aka mengambil handphone nya yang berada di dekat lampu tidur, dia membuka WhatsApp nya namun tidak ada pesan satupun dari Acha, dia sedikit heran biasanya Acha selalu mengiriminya pesan yang tidak penting dia selalu memberitahu kegiatannya setiap harinya disertai dengan foto namun sekarang tidak lagi.
Tangannya beralih ke galeri, dia membuka album yang banyak berisikan foto Acha senyumannya merekah, saat melihat foto yang dia ambil diam-diam saat Acha bermain di pantai tadi, saat itu juga ada pesan masuk namun bukan dari Acha melainkan dari Febby dia menuliskan.
"Alaska sampai jumpa besok"
Alaska tidak menanggapi nya dia hanya membacanya, dulu saat masih berpacaran dengannya, pesan dari Febby selalu menjadi kebahagiannya, Alaska akan membalasnya cepat karena takut kekasihnya itu menunggu.
Namun sekarang dia biasa saja, debaran itu sudah hilang, cinta itu perlahan-lahan mulai menghilang juga, mungkinkah karena kehadiran Acha di hidupnya membuatnya melupakan itu semua? Alaska memutuskan untuk tidur setelah puas memandangi foto kekasih nya, bukan kekasih yang tidak pernah dia anggap.
Jam 06.00 pagi Alaska sudah rapi menggunakan seragamnya, seragam yang tidak pernah di kancingnya, Alaska turun untuk berpamitan pada kedua orang tuanya. Awalnya sang mama keheranan dengan sikap Alaska, biasanya jam segini dia masih tertidur dan berangkat sekolah pukul 07.00.
"Sepertinya anak kita sudah berubah Yah" goda mamanya.
"Kalau berubah untuk baik papa akan mendukungnya Bun"
__ADS_1
"Aka langsung berangkat, ada urusan" sebelum pergi Aka menyalami tangan kedua orangtuanya, dia pergi ke garasi untuk memanasi motornya, setelah dirasa cukup, aka menjalankan motornya menuju sekolah.
🌺🌺🌺
Pagi-pagi hari di Mension Acha memasak nasi goreng untuk Alaska, Acha tidak tau Alaska akan memakannya atau membuangnya seperti sebelumnya.
"Bi tolong masukkan ke kotak nasi goreng, Acha mau siap-siap dulu takutnya terlambat" sebelum ke kamarnya Acha membuka kulkas mengambil jus mangga dan sebotol air mineral sebagai teman nasi gorengnya, biar gak seret nanti kalau Alaska makan. Acha naik ke kamarnya, dia menggunakan seragam dan berdandan, dia mengikat rambutnya ke atas membiarkan anak rambut menghiasi wajahnya. Mereka sarapan setelah itu berangkat pukul 06.30.
"Lo gak mau beli mobil?" tanya Acha pada Sandra.
"Ya buat Lo lah masa buat gw"
"Gak lah ngapain pula gw beli mobil" jawab Sandra. Tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka, lalu mobilnya memasuki parkiran SMA Angkasa.
Ting
__ADS_1
Acha mendapatkan pesan dari Alaska, dia memintanya untuk menemuinya di taman belakang setelah Acha sampai di sekolah.
"San Lo duluan aja, gw ada urusan bentar" Acha langsung berlari menuju taman belakang dia meninggalkan Sandra begitu saja, tak lupa juga membawa Green Gucci mad cookie yang berisi nasi goreng buatannya. Alaska sudah menunggu kedatangan Acha sedari tadi, dia langsung menegakkan tubuhnya saat mendengarkan suara langkah kaki berjalan mendekat kepadanya.
"Ada apa ka?" tanya Acha duduk di samping Alaska.
"Semalam kenapa Lo gak ngirim pesan lagi buat gw?" tanya Aka langsung ke titik permasalahan.
"Bukannya Lo ngerasa terganggu sama pesan yang gw kirim?" tanya Acha, tadi malam Acha sangat ingin mengirim pesan atau menelfon Alaska namun Acha takut, Alaska memperingati untuk tidak mengirimkan pesan kalau tidak penting, Acha berusaha menahan dirinya.
"Gw gak mau Lo muak sama gw, gw juga gak mau kehilangan Lo cuma karena pesan dari gw, sebarnya gw juga berat namun gw berusaha membiasakan itu" ujar Acha menunduk tidak berani melihat mata Alaska.
Acha.
__ADS_1