Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Penyerang SMA Angkasa.


__ADS_3

Bel pertanda di mulainya jam pertama telah berbunyi, para siswa berhamburan untuk masuk ke kelasnya masing-masing.


"Gw udah nge wa Fero" ujar Sandra, saat ini mereka sudah berada di kursi belakang, para murid juga sudah mengisi bangkunya masing-masing hanya menunggu kedatangan guru mereka.


"Di bales?" tanya Acha.


"Boro-boro di bales di baca aja kagak" sungut Sandra.


"Sabar-sabar Lo yah, Fero memang gitu, dia cuma bales wa Abang sama gw" ujar Acha cekikikan.


"Besok kan weekend gw rencana mau ngedate sama Alaska, gak muluk-muluk sih paling cuma ke pantai aja, gimana menurut Lo?" Acha meminta pendapat sahabatnya.


"Yang gw tanya Alaska memang mau? biasanya dia hari weekend ngabisin waktunya di markas" jawab Sandra.


"Assalamu'alaikum anak-anak"


"Waalaikumsalam Bu"


Pelajaran pertama mereka adalah kimia, Bu guru memberikan penjelasan yang mudah di mengerti oleh semua muridnya setelah itu beliau memberikan tugas untuk mengerjakan soal kimia yang berada di buku paket halaman 213.


"Gw gak yakin sih kalau Alaska mau" seru Sandra menggoda Acha.

__ADS_1


"Lo tuh kebiasaan ngebuat semangat gw jatuh duluan" ucap Acha kesal.


"Itu yang di belakang kalau mau berbicara silahkan ke depan" ujar guru tersebut merasa tergantung oleh mereka.


Brak brak.


Seluruh kelas di kaget kan dengan keributan dari luar, batu-batu besar menghantam kaca jendela kelas sehingga menyebabkan banyak kaca yang pecah.


"Bu ada apa ini?" tanya Cantika.


"Sepertinya sekolah kita di serang, kalian semua pergi ke lapangan jangan ada yang keluar dari sekolah" instruksi guru, para siswa berlari tunggang langgang menyelamatkan diri mereka masing-masing, SMA Angkasa makin tidak terkendali, banyak teriakan anak-anak lainnya.


"San ada apa?" tanya Acha yang masih duduk santai dia hanya menyaksikan teman-temannya berlarian dengan wajah panik.


Mereka berlari menuju kantin, yang awalnya ke kantin hanya butuh waktu 5 menit dari kelas mereka, tapi kini membutuhkan waktu yang sedikit lama, karena koridor sekolah di penuhi murid-murid yang berlarian, beberapa kali tubuh mereka bertabrakan dengan siswa lain. Setelah bersusah payah mereka tiba di kantin dengan nafas memburu karena kelelahan.


"Keluar Lo Alaska, jangan jadi pengecut Lo" teriakan salah satu dari mereka, mereka makin menjadi-jadi menyerang SMA Angkasa.


"Kita gak bisa diam saja, bisa rusak lama-lama SMA Angkasa ini" ujar Adam.


"Suruh anggota yang lain untuk berkumpul di pertigaan dekat sama Angkasa, kita harus mengalihkan perhatian mereka agar siswa lain selamat" perintah Alaska.

__ADS_1


Devan menghubungi seluruh anggota Demon west sesuai perintah Alaska, tak berapa lama handphone Alaska berdering itu dari Baron yang memberitahunya kalau seluruh anggota Demon west sudah berkumpul.


"Sebaiknya kalian tunggu disini, kalian boleh keluar kalau situasinya sudah membaik" perintah Ade kepada mereka.


Acha bersih kukuh untuk ikut bersama mereka, karena ini adalah pertarungan pertamanya semenjak menjadi anggota Demon west.


Demon west pergi menuju parkiran, mereka tidak bisa lewat gerbang utama karena aksesnya sudah di blokir oleh anggota bloody killer, jadi mereka memutuskan untuk melewati gerbang belakang.


Acha dan Sandra memasuki mobilnya, sesuai perintah Alaska tadi untuk berkumpul di pertigaan, Acha melihat Ellen berada di jok belakang Baron.


"Len sama kita aja" teriak Acha dari dalam mobil. Ellen memutuskan untuk pergi bersama mereka.


Acha.



Sandra.



Ellen.

__ADS_1



__ADS_2