Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Dendam Bianca.


__ADS_3

Mereka menghabiskan waktu nya dengan bercanda satu sama lain, hingga tak terasa bel pulang pun berbunyi, Sandra dan Acha segera kekelas mengambil tas nya.


Saat mau kekelas langkah mereka di hadang oleh Bianca dan teman-temannya, Bianca langsung menarik tangan Acha ke taman yang sepi. Sandra selalu berada di samping Acha.


"Sekarang Lo minta maaf ke gw" Ujar Bianca.


"Gw gak mau" Tolak Acha.


"Lo itu udah mempermalukan gw di depan mereka" Teriak Bianca.


"Gak usah teriak-teriak mulut Lo itu bau gila" ujar Acha Tampa rasa takut.


"Lo yah" Bianca melayangkan tangannya, sama seperti kejadian di kantin, belum sempat tangan Bianca menyentuh pipinya, Acha mencekek leher Bianca dan mendorongnya hingga kehabisan nafas. Sandra juga berkelahi dengan teman-temannya Bianca.


"Lo salah pilih lawan, gw peringatan sama Lo, gw gak takut jika harus ngebunuh Lo, jadi jangan macem-macem sama gw" ujar Acha dingin.


"Gw bakal aduin ini sama bokap gw?".


"Lo pikir gw takut, kalau Lo ngelakuin itu nyawa Lo dan teman-temannya lo akan jadi taruhannya" Ancam Acha.


"I will make your life suffer, because you know I'm already part of their Genk" bisik


Acha lalu pergi dari tempat itu bersama Sandra.


"Lo gak papa?" tanya Acha.

__ADS_1


"Selow men" ujar Sandra tertawa.


Mereka melanjutkan perjalanan menuju kelas yang sempat tertunda tadi, mengambil tas mereka di kelas yang sudah kosong, lalu pergi menuju parkiran.


Di parkiran Demon west masih duduk-duduk santai Alaska masih menyesap rokok kesayangan nya sampai habis.


"Kita balek dulu" Ujar Sandra menyerahkan helm sama Acha, Acha memakainya karena gerah dia ingin lepaskan kembali tapi gak bisa pengait helmnya macet.


"San gimana ini kok gak bisa di buka?" ujar Acha yang masih berusaha membukanya.


"Lo sih pake di pasang pengaitnya kan suka macet sendiri" ujar Sandra tertawa geli.


"Gila Lo yah gak ngasih tau gw, gimana ini?" tanya Acha.


"Dia sangat cantik kalau dilihat dari dekat" batin Billy. Pengait pun akhirnya bisa terbuka.


"Terimakasih" ujar Acha sambil tersenyum.


Saat yang bersamaan Bianca dan teman-temannya juga lewat menuju mobilnya.


"Alaska" ujar Bianca ingin menyentuh tangan Alaska.


"Sampai Lo nyentuh gw, gw patahin tangan Lo" ujar Alaska dengan muka datarnya.


Bianca mengurungkan niatnya. Sandra dan Acha tertawa mengejek.

__ADS_1


"Memang enak" ucap Sandra.


"Yah di tolak, kalau gw sih pasti malu" ejek Acha.


"Cha yuk pulang, kasian yah Cha" ujar Sandra.


Mereka meninggalkan parkiran, Sebelum itu Acha memperlihatkan senyum devil nya kepada Bianca.


Tak lama Genk Demon west juga menyusul keduanya, di parkiran hanya menyisakan Bianca dan teman-temannya.


"Gw pastikan besok Lo udah gak sekolah lagi disini" ujar Bianca penuh amarah lalu juga pergi meninggalkan parkiran.


"San langsung kerumah gw yah"


Sandra mengarahkan motornya ke Mension Acha.


"Rumah Lo kayak gedong" ujar Sandra saat sampai di parkiran.


Acha menggandeng tangan Sandra dan memasuki mansion berwarna cream dan putih, lagi-lagi Sandra terpana dengan interior dan isinya.


Mension Acha lantai 5, mereka memasuki lift untuk sampai di kamar Acha.


"Gila sih Cha Mension Lo gede banget" ujar Sandra kagum.


"Lo bisa ditinggal disini"

__ADS_1


__ADS_2