Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Akankah mereka bertemu?


__ADS_3

Lin Yi membuka mengambil handphonenya, membuka Instagram pribadinya lalu menekan tombol pencarian di atas mengetik nama Angkasa Dirgantara, hanya 20 postingan diantara posting itu Lin Yi mencari foto Acha tidak ada satupun.


Dia ingin tau wajah perempuan, yang telah merenggut Daddy nya dari mereka, di besarkan tanpa sosok Daddy.


Lulu menghampiri nya dan duduk di sampingnya.


"Nín zhè cì duì pāishè yǒu hé kànfǎ?" (Menurutmu bagaimana syuting kali ini) tanyanya.


"Hé wǎngcháng yīyàng" (Sama seperti biasanya) jawabnya.


Mereka larut dalam pembicaraan, hingga waktu break mereka berakhir dan mereka melanjutkan adegan-adegan.


"Aku pulang" teriak Lin Yi memasuki rumah besarnya, dia hanya tinggal berdua dengan mommy nya.


"Mommy sudah menyiapkan kamu air hangat, lebih baik kamu mandi dulu setelah itu kita makan malam bersama ada sesuatu yang ingin mommy beri tahu" ujar mommy.


Lin Yi pergi menuju kamarnya sedangkan mommy melanjutkan masakannya yang sempat tertunda tadi.


Setelah beberapa lama, masakan pun siap dan sudah tertata rapi di meja makan, Lin Yi juga sudah berganti pakaian lalu mereka makan berdua.


🌺🌺🌺


"Mommy mau berbicara apa?" tanya saat mereka sudah ada di ruang keluarga.

__ADS_1


"Bagaimana menurut mu om changyi?" tanya Mommy.


"Sejauh ini om changyi laki-laki yang baik, dia benar-benar memperhatikan aku dan mommy" Lin Yi memberikan penilaian terhadap om changyi.


"Om Changyi melamar mommy tadi, bagaimana kalau Mommy menerimanya?"


"Itu terserah Mommy saja, tapi apa gak sebaiknya Mommy minta doa restu Oma sama Opa?" ujar Lin Yi.


"Apa kah harus?" tanya Mommy ragu.


"Doa restu mereka yang membawa berkah dalam rumah tangga kalian"


"Angkasa?"


🌺🌺🌺


Pagi harinya murid-murid kelas 10 dan 11 terlantar karena guru mencurahkan semua nya terhadap kelas 12. Murid-murid keluar masuk kantin tanpa ada yang menegur.


Acha sekarang sudah berada di kelas 11 IPA 3 kelas Alaska, dia duduk di samping Alaska.


"Ka ikut ya ke Jerman"


"Kalau Lo risih sama gw, gw gak bakal deketin Lo pas disana lagian kita sama yang lain kok gak berdua doang"

__ADS_1


"Kapan lagi kan kita bisa liburan seperti ini" Acha terus berkicau di samping Alaska yang tertidur dengan tas yang menjadi bantalnya.


"Kak Anin kan sudah sembuh"


"Gw punya keluarga gak kayak Lo yang gak punya keluarga" bentak Alaska mulai terganggu oleh suara Acha yang tak kunjung berhenti.


"Kita tunggu Minggu depan pastikan Lo ikut bersama kita" Acha berjalan dengan wajah sedih sudah berapa kali dia mendengar Alaska selalu mengucapkan kalimat yang membuat hatinya sakit.


"Gak papa Cha, ini perjuangan Lo buat dapetin Alaska, suatu saat dia akan berbicara lembut dengan Lo" Acha mengucapkan kalimat-kalimat yang membuat dia kembali bersemangat.


Sorenya di sebuah Mension rame karena keributan yang di ciptakan oleh kakak beradik itu.


"Minggu depan kita jadi kan ke Jerman" Acha memastikan Angkasa tidak lupa janjinya.


"Kapan-kapan ya dek Abang sibuk banget hari ini dan seterusnya" ujar Angkasa.


"Ya gak bisa gitu lah, Acha sudah menelfon Oma kalau dua Minggu lagi Acha bakal kesana" ujar Acha kesal.


"Ya mau gimana lagi dek, Abang benar-benar gak bisa, biar Abang ngasih tau Oma yah kalau kita gak jadi kesana"


"Terserah deh bang tanpa atau ada Abang Acha akan tetap kesana, teruslah sibuk Acha juga gak peduli" Acha pergi menuju kamarnya dengan kesal.


Angkasa menghela nafas, sifat ini yang Angkasa tidak suka dari Acha dia keras kepala.

__ADS_1


__ADS_2