
"Dulu sebelum aku memutuskan pindah ke Amsterdam, kita pernah pacaran di dalam hubungan itu hanya aku yang mencintainya, aku yang selalu berjuang mengabaikan sifat Alaska yang kasar dari awal hubungan kita memang tidak seharusnya terjadi dia pacaran sama aku karena harus menyelesaikan game yang dia mainkan pada satu titik di mana hubungan kita berada di ujung tanduk dia memutuskan aku karena mantannya setelah itu aku dan Angkasa memutuskan untuk menjauh dari semuanya dan Amsterdam menjadi tempat kita tinggal" Acha menceritakan siapa Alaska untuk dia, dia tidak mau nantinya Aiken akan salah paham padanya.
"Terima kasih sudah mempercayai aku honey, aku tau itu pasti berat untuk kamu tapi sekarang kamu punya aku, aku akan menjaga kamu mencintai kamu dan tidak akan pernah menyakiti kamu meskipun itu tidak di sengaja, kamu tau honey sebelum kamu datang dari hidup aku, hidup aku tidak ada yang spesial namun setelah kamu hadir hidup aku lebih bermakna, honey aku selalu bersyukur memiliki kamu di hidup aku" Aiken memeluk Acha, pelukan yang selalu menjadi tempat favoritnya, pelukan yang kuat tapi terasa sangat lembut, Acha tau sebelum mereka bertemu hidup Aiken sangat berantakan dia anak broken home, di balik sifatnya yang urakan karena dia tidak punya tempat untuk mengadukan semuanya.
"Love you"
"Love you too" balas Acha.
"Kakak berdua lagi pacaran yah?" tanya seorang anak kecil dengan polosnya.
"Adek orang tuanya mana, gak baik loh kalau berjalan-jalan sendirian nanti kalau di culik gimana?" anak kecil itu dengan entengnya duduk di pangkuan Aiken.
"Pacar kakak ganteng" Acha memutar matanya karena pertanyaannya di abaikan.
"Nama kamu siapa?" tanya Aiken.
"Shafira"
"Kakak cantik temenin aku main yah, aku kesepian mama sama papa selalu nyuekin aku mereka lebih sayang sama adik fira" Acha menggendong anak yang berusia 5 tahun itu melihat anak itu mengingatkannya pada masa kecilnya dulu.
__ADS_1
"Fira mau main apa?" Acha menurunkan Fina dari gendongannya anak itu langsung pergi ke arah ayunan, Acha mendorong ayunan tersebut dengan pelan tak berapa lama Fira pergi menuju jaring laba-laba Acha menghela nafas panjang.
Fira asik dengan dunianya sendiri dia seperti tidak ada capeknya, Acha hanya mengawasi anak itu dari jauh "Hati-hati Fira perosotan itu bisa melukaimu"
Aiken menghampiri Acha "Honey biarkan dia bermain apa yang dia suka, itu bagus untuk perkembangan dia nantinya percaya deh dia akan menghampiri kita setelah capek, lebih baik kita duduk di ayunan itu" Aiken menarik tangan Acha menuju ayunan tempat Fira naik tadi.
"Kak aku laper" Fira menghampiri mereka berdua.
"Kita izin orang tua Fira dulu setelah itu pergi makan" Fira menggandeng tangan Acha dan Aiken dari raut wajahnya dia terlihat sangat bahagia senyumannya tidak pernah luntur.
"Kalian pasangan yang harmonis"
"Pasangan yang sempurna"
"Mama sama papanya cantik dan juga ganteng"
Aiken mengaminkan ucapan ibu-ibu tersebut di dalam hatinya dia berharap semoga suatu saat nanti dia dan Acha akan menjadi pasang suami istri dan memiliki anak-anak yang lucu-lucu.
"Mama papa" fira melepaskan tangan keduanya lalu berlari menuju kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Fira dari mana aja nak, kami khawatir"
"Tadi Fira main sama kakak-kakak itu, kakak-kakak itu baik ma pa mereka jagain Fira dari tadi" ujar Fira bercerita dengan semangat.
"Makasih yah sudah menjaga Fira dia tadi langsung pergi tanpa izin sama kita dulu"
"Iyah bu, kami minta izin kalian untuk membawa Fira makan tadi dia ngeluh lapar setelah selesai bermain"
"Apa kalian tidak keberatan?" tanyanya tak enak.
"Gak papa buk, kami bakal jagain Fira sampai kembali ke kalian, Fira ayuk" Aiken menggendong Fira, Acha pura-pura mengejar dari belakang hingga membuat anak itu tertawa keras, mereka akan pergi ke McD depan rumah sakit setelah itu membawa Fira untuk belanja mainan sepuasnya.
Shafira.
Aiken Acha.
__ADS_1