
Angkasa dan Ellen duduk di depan ruangan Acha, jaga-jaga takut Acha bangun nanti.
"Mau ngomong apa?" tanya Angkasa lembut.
Ellen tidak menjawab, dia tengah berperang dengan fikirannya sendiri, memikirkan bagaimana caranya mengakhiri hubungan nya tanpa membuat Angkasa sakit hati.
"Len" panggil Angkasa.
"Apa gak sebaiknya kita akhiri hubungan kita saja" ujar Ellen merasa tidak enak.
"Gw juga memikirkan kondisi Acha kebelakang seperti apa Len, maaf membuat Lo gak nyaman, gw sayang Lo tapi gw juga sayang sama Acha" Ucap Angkasa menatap Ellen dalam.
__ADS_1
Ellen mengangguk, syukurlah hubungan mereka berakhir dengan baik, tidak amarah di antara keduanya.
🌺🌺🌺
"You guys are still here?" (Kalian masih lama disini) tanya Oma saat melihat menantunya menuruni tangga.
"What do you mean, I don't understand?" (Maksud mama apa? sari gak ngerti).
"Dein Geschäft ist vorbei, richtig, ich habe dir auch meinen Segen gegeben, dein Leben neu zu beginnen, wofür bist du sonst noch hier?" (Urusan kamu disini sudah selesai kan, kami juga sudah merestui mu untuk memulai kembali kehidupan mu dengan laki-laki itu, untuk apa lagi kamu disini) Sindir Oma masih fokus menyelesaikan masakannya yang nantinya akan dia bawa ke rumah sakit.
"Stellt es euch so vor, seht uns oder eure beiden Kinder nicht wieder, egal was passiert" (Anggap lah seperti itu, jangan temui kami lagi maupun kedua anakmu apapun yang terjadi)
__ADS_1
"Also, wegen diesem verdammten Kind, hat Mama uns wieder rausgeworfen, hast du das Kind vergessen, das Mamas Sohn getötet hatte, seine Anwesenheit machte Mala nur zu einer Katastrophe für seine Umgebung?" (Kadi gara-gara anak sialan itu lagi, mama lupa gara-gara anak itu, anak mama meninggal, suamiku direnggut, kehadiran nya hanya membawa petaka orang-orang di dekatnya) Ujar sari marah.
Oma membanting pisau yang dia pegang tadi.
"das kind, das du beleidigt hast, ist mein enkel, du denkst, aarick ist nicht böse sein lieblingskind wird immer beleidigt, deine präsenz macht alles so, ich schäme mich, einen schwiegersohn wie dich zu haben, bist du und weißt du, du bist eine Schande für die Familie, die Ehe, die du später leben wirst, wird alles andere als glücklich sein" (Anak yang kamu hina-hina itu dia cucuku, kamu fikir aarick tidak akan marah saat melihat anak kesayangan selalu di hina seperti itu, kalau dia masih ada sudah lama dia menceraikan mu, kehadiran kamu yang membuat semuanya seperti ini, aku menyesal mempunyai menantu seperti mu dan kamu tau kamu itu aib keluarga, pernikahan yang akan kamu jalani nanti akan jauh dari kata bahagia) Oma tidak lagi dapat membendung amarahnya saat Acha di hina-hina di depan matanya sendiri.
Sari pergi menuju kamarnya, membangunkan Arthur yang masih tertidur, hari ini mereka akan pergi dan tidak akan pernah kembali lagi apapun yang terjadi.
"Ma kita pulang, kok mendadak" tanya Arthur saat keluar dari kamar mandi dan melihat mamanya memasukkan baju-baju mereka ke dalam koper.
"Mama akan ceritakan nanti setelah kita ada di China, lebih baik kamu siap-siap" ucap Sari.
__ADS_1
Arthur dan Acha.