Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Acha GeEr.


__ADS_3

"Lebih baik kalian tidur besok kalian masih harus sekolah" ujar Baron, mereka bubar satu persatu hanya menyisakan Baron dan Alaska yang masih stay di sana. Baron mengajak Alaska duduk di teras mencari udara segar.


"Gw harus gimana" teriak Aka frustasi.


"Bener omongan Billy tadi, yang harus Lo lakuin cuma jujur, posisinya Lo mulai mencintai Acha, gw kenal gimana sifat Angkasa, dia bahkan memutuskan hubungan nya dengan keluarganya karena mereka menyakiti Acha, apa lagi dengan Lo Angkasa mungkin menjauhkan Acha dari Lo" ujar Baron membicarakan kenyataan yang akan terjadi nantinya.


"Gw juga pengen ngasih tau Acha yang sebenarnya tapi gw takut Aceh benci sama gw, gw takut kehilangan dia, bagaimana kalau Angkasa menepati janjinya" Alaska menarik nafas dalam memikirkan saja membuat Alaska takut, mata Aka jauh menebus hutan gelap gulita tanpa ada pencahayaan sedikit pun. Aka tersenyum manis saat ada pesan masuk dari Acha, mereka saling mengirim pesan.


"Acha benar-benar sudah ngerubah sifat Lo" ucap Baron melihat Alaska tersenyum saat melihat handphone nya. Jam 1 pagi mereka masuk ke dalam untuk beristirahat udara semakin malam semakin menjadi-jadi.

__ADS_1


Pagi harinya para penghuni Markas Demon West pergi menuju sekolah masing-masing, sesuai janjinya pada Acha, Aka sudah stay di depan mension Acha, Acha menghampiri pacarnya.


"Ka maaf gw lupa ngasih tau lo, gw berangkat agak siangan" Alaska mengerutkan keningnya pertanda tidak mengerti.


"Gw harus nganterin san" Alaska langsung memeluk Acha sebelum Acha menyelesaikan omongannya, Aka takut ini akan menjadi pelukan terakhir mereka sebelum mereka berpisah saat Acha mengetahui kejujurannya nanti, membayangkan saja membuat Aka sedih.


"By Lo gak bakal ninggalin gw kan?" tanya Alaska.


"Ka Lo kenapa?" tanya Acha ingin melepaskan pelukannya, namun Aka makin mengeratkan pelukannya agar tidak terlepas.

__ADS_1


"Tolong tetap seperti ini"


Mereka terus berpelukan seperti apa yang Aka mau, setelah Aka bisa mengontrol dirinya baru Aka melepaskan pelukannya, mereka bertatapan selama beberapa detik, perlahan-lahan Aka memajukan wajahnya, Acha memoyongkan bibirnya dan matanya tertutup dia mengira Alaska akan menciumnya seperti waktu itu, lama Acha menunggu tetapi tidak ada yang terjadi.


"Lo berharap gw cium?" tanya Alaska tertawa terpingkal-pingkal, Acha membuka matanya dia melihat Alaska kesal, Acha membalikkan badannya meninggalkan Aka yang tengah tertawa, beberapa kali Acha memukul bibirnya. Alaska mengikuti Acha dari belakang tawanya masih belum berhenti, ada sesuatu di rambut Acha maka dari itu aka berisiatif mengambilnya tidak di sangka Acha malah memejamkan matanya.


Acha duduk di sofa dengan perasaan kesal sekaligus sangat malu mengingat kejadian yang baru saja terjadi.


"Cie pacar Alaska GeEr, berharap di cium yah" Alaska menoel-noel pipi Acha.

__ADS_1


"Apa sih" ujar Acha marah, Alaska menarik Acha kedalam pelukannya lagi dia meletakkan kepala pacarnya di dadanya tangannya mengelus rambut Acha yang wangi. Bi Ina tersenyum melihat itu, kehadiran Alaska membuat Acha bahagia, bi Ina merasakan itu.



__ADS_2