
"Sebenernya mereka buat masalah apa sih, sampai harus keluar masuk ruangan kepala sekolah?" tanya Diki heran kesalahan apa yang telah temannya lakukan sampai sering di panggil.
Posisi Demon west sekarang sedang berada di kantin, mereka kembali membolos dengan alasan tidak suka dengan gurunya.
"Masalah perempuan biasa lah" ujar Ade.
"Gak biasa kalau sudah melibatkan kepala sekolah" ucap Adam.
Mobil sport hitam memasuki sekolah SMA Angkasa, orang yang keluar dari mobil tersebut menjadi perhatian anak-anak Demon west pasalnya mereka kenal siapa pemilik mobil tersebut.
"Bang" teriak Yudha.
Angkasa melihat Demon west sedang berkumpul di kantin, dia menghampiri mereka menanyakan keberadaan sang adik.
"Acha mana?" tanya Angkasa to the poin.
"Tadi dia di panggil ke ruangan kepala sekolah" jelas Fathur.
Angkasa kembali memakai kaca mata hitamnya, berjalan dengan angkuh menuju ruangan kepala sekolah.
🌺🌺🌺
"Keluar dari SMA Angkasa" ucap pak Regan kepala sekolah.
"Bapak gak bosan yah itu-itu saja yang di bahas sedari tadi" ujar Sandra menatap nyalang laki-laki di depannya itu.
"Mangkanya kalian keluar dari sekolah ini" pak Regan kekeh untuk mengeluarkan mereka demi sang putri tercinta.
__ADS_1
"Bapak tuli yah? kenapa gak bapak saja yang keluar" Acha mulai jengah tentang pembahasan yang tak kunjung selesai sedari tadi.
"Acha jaga mulutmu" bentak pak Regan.
"Udah yah pak kita mau ke kelas dulu, lama-lama saya mau muntah melihat wajah bapak" sarkas Acha.
Pak Regan berdiri dari duduknya, berjalan menuju Acha melayangkan tangannya hendak menampar Acha.
"Berani anda menyentuh adik saya akan ku patahkan leher anda" suara dingin dari luar membuat mereka bertiga mencari sumber suara milik siapa.
"Abang" Acha berhamburan ke pelukan sang kakak.
"Acha kangen" ujarnya manja.
Angkasa mencium kening Acha beberapa kali, dia melihat di pipi adiknya masih berbekas tangan pak Regan.
Pak Narno buru-buru menghampiri Angkasa, dia melihat Acha berada di pelukan Angkasa, Acha menjulur lidahnya mengejek pak Narno.
"Kenapa pak" Narno menunduk, dia tidak berani menatap mata Angkasa setelah apa yang di lakukan kepada adiknya kemarin.
"Panggilan Bianca sekarang juga" Angkasa berucap dengan tegas.
Narno langsung pergi untuk memanggil Bianca sedangkan Angkasa masuk keruangan kepala sekolah tangannya menggenggam tangan adiknya.
Acha dan Sandra duduk berdampingan, Regan menunduk takut badannya gemetar tamat riwayatnya hari ini, pikirnya. Aura Angkasa mengintimidasi seluruh ruangan sehingga tidak siapapun berani mengajak nya berbicara.
"Tangan mana yang anda gunakan untuk menampar adik saya?" tanya nya menatap orang di depannya tak suka. Regan mengangkat tangan kanan nya. Angkasa mematahkan semua jari kanannya, bunyi tulang patah mengisi ruangan itu.
__ADS_1
"Pak ampun sakit" rintihan memohon ampun Angkasa.
"Sakit? itu yang di rasakan adik saya saat anda menampar nya"
"Ampun pak saya tidak akan mengulangi lagi" Regan bersimpuh di kaki Angkasa, Angkasa menendang nya hingga kepalanya terbentuk dinding.
Bianca masuk, Bianca kaget saat melihat papanya sudah tidak berdaya.
"Papa" teriak Bianca menghampiri papanya.
"Jangan sakiti dia" mohon Regan saat melihat air mata Bianca mengalir.
Angkasa menarik tangan Bianca dengan kuat, hingga Bianca kesakitan.
"Apa salah saya pak" tanya Bianca air matanya tidak berhenti mengalir.
"Beruntung karena saya tidak memukul perempuan, tapi teman saja bisa memukulmu, Fero" teriak Angkasa.
Sosok Fero memasuki ruangan kepala sekolah, Fero berjalan menghampiri Angkasa. Fero tersenyum saat melihat Acha tengah menikmati cemilannya bersama Sandra temannya.
Acha dan Sandra
Angkasa.
__ADS_1