Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Salting?


__ADS_3

Di samping kanan kiri tempat tidurnya, ada meja belajar game PS, meja tidur dan rak-rak buku yang tersusun rapi. Alaska berbaring di kasurnya menutup kedua matanya.


"Ada baiknya lo mandi dulu, biar seger tuh badan" ujar Acha mendaratkan bokongnya di meja belajar Alaska.


Sunyi, tidak ada jawaban dari Alaska, Acha menatap wajah Alaska lama, dirinya masih belum percaya kalau Alaska sudah menjadi miliknya. Acha berdiri dari duduknya membuka lemari, mengambil kan selimut untuk Alaska.


Setelah selesai mengenakan selimut di tubuh aka, tangan Acha tiba-tiba di tarik oleh nya beruntung Acha bisa menjaga keseimbangan di detik-detik terakhir nya.


"Jangan tinggalin gw lagi"


"Lo gak tau gimana menderitanya hidup gw tanpa Lo by"


"Gw mencintai Lo bahkan sangat mencintai, kembali lah mari kita mulai semuanya dari awal" mengigau Alaska dalam tidurnya.


"Saat ini gw cuma punya raga Lo tapi tidak dengan hati Lo" perasaan sedih tiba-tiba hinggap di hati Acha.


Acha melepaskan perlahan-lahan genggaman tangan Alaska dari dirinya, takut Alaska akan terganggu karena gerakan nya. Sebelum turun Acha mengontrol ekspresinya agar tidak seorang pun tau kalau dirinya tengah bersedih.

__ADS_1


"Masa gitu aja sedih, ayo Acha Lo pasti bisa miliki Alaska seutuhnya" Acha memberi semangat pada dirinya sendiri.


"Alaska mana?" tanya Aliya pada Acha yang kembali duduk bersama mereka.


"Dia sudah tidur Tan, kecapean kayaknya" balas Acha.


"Tante mau masak dulu, kalian santai lah disini sebentar sekalian makan siang bareng-bareng nanti" Ujar Tante Aliya.


Meskipun Aliya meminta mereka tidak melakukan apa-apa, pada dasarnya Acha dan Sandra sudah berada di dapur tengah membantunya memasak.


"Kalian pinter yah masaknya, pasti suami kalian nanti akan betah di rumah" goda Aliya.


"Sudah tinggal selangkah lagi Tan, mereka berdua sudah jadian tinggal lamarannya yang belum" sahut Sandra.


"Beneran kalian sudah jadian? kapan?" tanya Aliya berturut-turut.


"Tadi Tan pas di sekolah" Jawab Acha malu-malu.

__ADS_1


"Fiks sih Acha udah pasti jadi menantu Tante, awet-awet yah kalian sampai ke jenjang lebih serius nantinya"


"Amin" ujar Acha setengah berteriak.


Masakan yang mereka buat akhirnya selesai juga, mereka menatanya di meja makan.


"Tolong kalian panggilan anak-anak Tante yah" Sandra pergi menuju kamar Mbak Anin sedangkan Acha pergi ke kamar pujaan hatinya.


Acha mengira Alaska masih tidur, itulah kenapa dia langsung masuk saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, saat ini Alaska hanya memakai celana pendek tanpa baju, sepertinya dia baru selesai mandi terbukti ada bulir-bulir air yang masih menetes di rambutnya.


Acha tidak bergerak atau bersuara sedikit pun, dia menikmati pemandangan yang tersuguh di depan matanya, perut nya yang kotak-kotak tidak bisa di lewatkan Acha begitu saja, tetesan airnya mengalir melewati dada putih nya.


"Sudah puas liatnya? air liurnya sampai keluar" ejek Alaska.


"Astagfirullah" Acha membalikkan badannya ke pintu.


"Makan siang sudah siap, kalau sudah selesai segera lah turun" ujar Acha.

__ADS_1


Alaska menangkap tangan Acha sebelum dia benar-benar pergi dari kamarnya.


"Bantuin gw ngobatin luka-luka di wajah gw" Alaska membuka laci di samping tempat tidurnya melempar kan Acha kotak P3K.


__ADS_2