
"Jadi Acha masih hidup" Angkasa langsung masuk ke kamar rawat Acha, Acha sedang tidur mungkin karena efek obat tidur nya.
Angkasa mendekati ranjang Acha, memang tangan hangat Acha yang tadinya dingin, Angkasa menciumi seluruh wajah Acha, ciumannya berhenti di kening Acha, Angkasa tidak bisa membendung air matanya.
"Terima kasih, terima kasih sudah mau bertahan, Terima kasih sudah tetap berada di samping Abang" Angkasa terus mengucapkan syukur.
Dia duduk di samping adiknya, menatap lekat wajah yang sangat dia rindukan, hampir gila saat tau Acha pergi meninggalkan nya tadi.
Tangan yang Angkasa genggam bergerak, Acha membuka matanya perlahan-lahan, Acha kembali menutup matanya rapat saat terkena sinar lampu yang sangat menyilaukan matanya. Angkasa memblokir cahaya lampu dengan tubuhnya.
Saat Acha kembali membuka matanya, yang dia lihat pertama kali adalah wajah Angkasa yang tepat berada di depannya, kejadian waktu itu berputar-putar di kepala Acha seperti kaset rusak, Angkasa menampar nya, membohongi nya dan mendorongnya ke kolam renang. Acha menarik tangannya dia menatap Angkasa takut.
__ADS_1
"Pergi"
"Pergi, jangan sakiti aku, pergi" teriak Acha ketakutan.
"Cha maafin Abang" Angkasa berusaha merengkuh tubuh Acha. Acha menolak nya.
"Pergi dari sini" teriak Acha histeris, teman-teman dan Oma Opa yang mendengar teriakan Acha langsung masuk memenuhi ruangan tersebut.
"Beruhige dich, das ist Oma" (Tenang nak, ini Oma) Oma memeluk tubuh Acha yang gemetar ketakutan.
Dokter bersama suster masuk ke ruangan Acha.
__ADS_1
"Bitte kommen Sie eine Weile heraus, damit wir nach dem Patienten sehen können" (Tolong keluar sebentar, agar kami bisa memeriksa keadaan pasien) Mereka keluar satu persatu termasuk Angkasa, dia berjalan dengan kepala tertunduk.
"Oma und Opa werden bei dir in Indonesien wohnen, ab heute darf niemand mehr meiner Enkelin weh tun, auch nicht ihrer Mama, Arthur und dir, wenn du ihr noch einmal wehst, werden wir Acha weit weg bringen, bis du es nie mehr kannst finde ihn, wir haben die ganze Zeit geschwiegen, weil wir dachten, dein Problem wäre ohne unser Eingreifen gelöst, du hast ihn wirklich verletzt" (Oma dan Opa akan tinggal di Indonesia, mulai hari ini gak ada yang boleh menyakiti hati cucu perempuan ku, termasuk Mommy nya, Arthur dan kamu, kalau kalian kembali menyakiti nya, kami akan membawa Acha pergi jauh sampai kamu tidak akan pernah bisa menemukan nya, selama ini kami diam, karena kami mengira permasalahan kalian selesai tanpa campur tangan kita, kalian benar-benar menyakiti nya) ucap Oma kepada Angkasa yang sedari tadi menunduk.
"Sorry Weltraum Oma Angkasa" (Maafin Angkasa Oma)
Dokter keluar dari ruangan Acha.
"Wie geht es diesem Arzt, selbst er hat Angst, wenn er mich sieh" (Bagaimana ini dokter, bahkan dia takut saat melihat ku).
"Lassen Sie den Patienten in den nächsten Tagen zuerst zur Ruhe kommen, lassen Sie ihn das Geschehene verarbeiten, treffe ihn eine Weile nicht" (Jangan menemuinya dulu untuk sementara waktu, biarkan pasien tenang dulu, biarkan dia berdamai dengan apa yang terjadi) Sebelum pergi dokter menepuk pundak Angkasa memberikan nya semangat.
__ADS_1
Acha dan Alaska.