Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Acha mabuk?


__ADS_3

"Lepas" Acha berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman Acha.


"Maaf, maafin Abang" Angkasa memeluk Acha walaupun Acha terus memberontak di dalam pelukannya.


"Abang akan putusin Ellen" Ujar Angkasa.


"Terserah Lo mau putusin Ellen atau gak, gw gak peduli lagi sekarang apapun itu tentang Lo" Acha berhasil melepaskan pelukan Angkasa.


"Gw benar-benar kecewa sama Lo, cuma Lo yang gw punya, tapi Lo juga ngebohongin gw, gw benci sama, lebih baik gw nyusul Daddy" teriak Acha tetap di wajah Angkasa.


"Maafin Abang, Abang tolol" Angkasa meneteskan air mata walaupun samar-samar.


Acha berjalan menuju mobilnya, menghiraukan Angkasa yang memanggil dirinya sedari tadi, Acha mengemudi kan mobil nya menuju restoran halal.


🌺🌺🌺


Acha memesan falafel, patty dengan buncis yang garing di luar, tapi lembut di dalam dia juga meminta minuman sedikit alkohol.


Setelah menunggu beberapa lama akhirnya makannya datang, Acha menuangkan minuman nya, dia terus seperti itu sampai dia menghabiskan satu botol wiski makanan nya tidak tersentuh sedikit pun.

__ADS_1


Acha mulai meracau karena minuman nya sudah berefek, Acha menaruh lembaran uang lalu keluar dari restoran. Acha menyetop taksi dan meninggalkan mobilnya begitu saja.


Acha sampai rumah jam 10.30 malam, dia berjalan sempoyongan memegangi kepalanya yang terasa berat, Angkasa senantiasa menunggu kepulangannya, melihat Acha berjalan seperti itu Angkasa menangkap tubuh adik nya agar tidak terjatuh.


"Aku sangat membencimu, kenapa aku tidak pernah hidup bahagia, kenapa tuhan sangat tidak adil kepadaku" racau Acha tanpa sadar.


Angkasa mencium bau alkohol dari mulut Acha.


"Lo minum?" Angkasa mencengkeram kuat bahu Acha.


"Apa peduli Lo, mau gw minum kek gak ada urusannya sama Lo" teriak Acha di depan wajah Angkasa.


"Kenapa Lo minum?" tanya Angkasa masih marah.


"Lo kalau ngomong gak ngotak yah, tanya sama diri Lo sendiri kenapa gw sampai minum"


Malam itu Angkasa di kuasai amarah, dia menarik tubuh Acha ke tepi kolam, mendorongnya ke kolam berkedalaman 2 meter tadi.


Acha yang memang tidak memiliki semangat hidup, dia menahan tubuhnya tetap berada di dalam kolam renang.

__ADS_1


"Selamat tinggal semua" ujar Acha menangis.


"Awalnya aku tidak ingin mati seperti ini namun apa daya ku saat kakak kandung ku mendorong ku seperti ini"


Angkasa yang tak kunjung melihat tubuh adik nya keluar ke permukaan membuat dia khawatir, Angkasa menceburkan dirinya ke kolam renang, mencari-cari keberadaan adiknya.


Angkasa menemukan adiknya sudah tidak sadarkan diri, dia membawa tubuh Acha ke tepi kolam, menekan dadanya berulang kali, adiknya masih tidak sadar.


Malam ini Alaska tidak bisa tertidur nyenyak entah apa yang di pikirkan nya, Alaska berjalan menuju kolam karena menurutnya kolam adalah tempat yang cocok.


"Ka Acha kenapa?" tanya Alaska melihat Acha tak sadarkan diri, baju mereka basah kuyup.


"Cha bangun" Alaska menepuk pipi Acha namun nihil Acha tetap tidak bangun.


Angkasa mengecek denyut nadi Acha, denyut nadinya melemah, wajahnya juga pucat pasi.


"Aka siapin mobil" perintah Angkasa.


Alaska menyiapkan mobil, Angkasa membawa Acha menuju rumah sakit.

__ADS_1


Jangan lupa vote nya kakak cantik πŸ€—


__ADS_2