
Beberapa tahun yang berlalu, keluarga mereka sangat harmonis dari waktu ke waktu, Daddy adalah sosok suami dan ayah yang hebat bagi kami begitupun dengan Mommy, perempuan yang selalu menjadi panutan anak-anak nya.
Acha sudah bersekolah dia kelas 2 SD Arthur kelas 6 sedangkan Angkasa baru memasuki sekolah menengah pertama.
Mereka berkumpul di meja makan pagi ini, menyantap sarapan bersama, mereka makan dengan damai kecuali dua laki-laki yang tengah memperebutkan ayam goreng.
"Ayam ini punya Abang" ujar Angkasa mengambil piring yang berisikan ayam namun Arthur menjauhkan dari jangkauan Angkasa.
"Aku yang memegang nya pertama kali" ujar Arthur.
"Tapi Abang yang melihatnya lebih dulu, jadi ayam itu punya Abang" mereka memperebutkan satu ayam goreng dari banyak nya ayam goreng di piring tersebut.
"Pasti ayam goreng itu sedih, sia-sia dia mati" celetuk Acha.
"Kenapa?" tanya mereka berbarengan.
"Iyalah, Abang hanya memperebutkan itu saja sedangkan ayam goreng nya masih banyak"
"Ini punya Arthur" Arthur memicu pertengkaran lagi.
"Angkasa Arthur masih pagi yah berantem terus, Arthur kembalilah ayam goreng yang kamu pegang itu" perintah sang Mommy.
__ADS_1
Arthur menuruti perintah Mommy nya, dia kembali meletakkan ayam tersebut bersama dengan ayam goreng lainnya.
"Pasti kamu senang aku tidak jadi memakan mu" ujar Arthur.
Sang Daddy hanya geleng-geleng saja melihat tingkah laku anak-anak nya, hal sepele saja bisa membuat mereka berantem.
"Huh kenyang" ujar Acha menghentikan makannya.
"Kalau kenyang bilang apa dek?" tanya Daddy.
"Alhamdulillah" jawab Acha.
"Harus di biasakan berucap Alhamdulillah, itu artinya kita bersyukur atas segala nikmat, rizki, dan kabar baik yang kita terima, kepada Allah SWT" ujar sang Daddy mengajari anak-anaknya.
Mobil aarick meninggalkan pekarangan rumah mereka, sari kembali ke dalam untuk membereskan piring-piring kotor bekas mereka makan tadi.
🌺🌺🌺
"Dek dengerin apa yang guru ucapan, Dedek gak boleh nakal, harus jadi murid yang cerdas, kebanggaan Mommy Daddy sama Abang" nasehat Daddy saat mereka tiba di sekolah yang Arthur dan Acha tempati.
"Arthur juga gak boleh sering berantem, jangan gangguin temennya"
__ADS_1
"Iyah Dad" mereka mencium daddy dan menyalami nya, setelah itu mereka turun dari mobil dan berlarian menuju teman-teman mereka, mobil kembali berjalan menuju sekolah Angkasa.
"Apapun yang terjadi Abang gak boleh ninggalin Acha"
"Memang kenapa Dad?" tanya Angkasa bingung.
"Jangan pernah membuat princess Daddy menangis, jaga dia layaknya seorang ayah"
"Iyah Dad Abang janji"
Setelah mengantar semua anaknya, mobilnya pergi menuju kantor nya. Sepanjang perjalanan aarick mengingat masa kecil anak-anak nya.
"Dulu aku yang mengajarinya berjalan, aku menggendongnya, aku juga yang mengajarinya naik sepeda, aku memberikan mereka keberanian, tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, mereka sudah bisa menaiki sepeda sendiri tanpa bantuan ku, mereka tumbuh menjadi anak yang gagah dan cantik" aarick tersenyum hangat.
🌺🌺🌺
"Baiklah anak-anak, pelajaran menggambar sampai sini nanti kalian teruskan di rumah, besok kalian bawa kembali gambarnya, tidak boleh di bantu oleh orang tua kalian harus belajar mandiri" Semua siswa memasuki alat gambar ke dalam tasnya kembali setelah memberikan salam kepada guru yang mengajar mereka, mereka lalu keluar kelas.
"Daddy tumben belum datang" ujar Acha tidak melihat mobil Daddy nya di tempat biasa.
"Acha" teriak Arthur menghampiri Acha.
__ADS_1
"Daddy mana?" tanya Arthur.
"Gak tau kayaknya Daddy lagi rapat mangkanya telat jemput kita" mereka tertawa bahagia tanpa mengetahui musibah yang akan menghampiri mereka.