Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Ingatan masa lalu.


__ADS_3

"Oma, warum gibt es keinen Raum? (Oma, Angkasa kok gak ada) tanya Arthur sudah dengan pakaian rapinya tangannya juga menenteng koper.


"Er ist im Krankenhaus" (Dia ada di rumah sakit) jelas Oma memasukkan beberapa makanan ke rantang nasi.


"Weltraumkrank? (Angkasa sakit?)


"Kranker Achai" (Acha yang sakit)


"Oh" jawab Arthur enteng, sudah di katakan dari awal kalau dirinya tidak perduli lagi dengan Acha sekalipun anak itu mati malah tambah bagus untuknya.


"Oma lass uns zuerst nach Hause gehen, übermittle unsere Grüße an Opa und Angkasa" (Oma kita pulang dulu, sampai kan salam kita pada Opa dan Angkasa) ujar Arthur.


Oma hanya mengangguk bahkan dia tidak menatap Arthur yang tengah berbicara kepadanya.


"Pass gut auf dich auf" (Jaga diri baik-baik disana) ucap Oma.


"Gimana yah caranya gw bisa bicara sama Oma Acha, gw kan gak bisa bahasa Jerman"


"Apa gw pake google translate yah, gw pengen mastiin kondisi Acha" Alaska mengetik kan sesuatu di handphone nya lalu menuliskan beberapa kata, setelah itu dia mencari Oma yang tengah berada di dapur bersama Arthur dan Sari.


"Oma" ujar Alaska.


"Was ist los" (Ada apa nak?) tanya Oma.


Alaska menunjukkan handphonenya yang bertuliskan, Oma mau kerumah sakit? aku ikut yah.

__ADS_1


"Lass uns ins Krankenhaus gehen" (Ayo kerumah sakit) Alaska menenteng rantang yang sudah berisikan makanan, tangannya juga di genggaman Oma, sebelum mereka pergi Oma pamit terlebih dahulu kepada suaminya yang tengah berbincang-bincang dengan teman-temannya di taman belakang.


" Oma will uns nicht zum Flughafen bringen?" (Oma gak mau nganterin kita ke bandara?) tanya Arthur yang mengikuti Oma nya dari belakang bersama Mommy.


"Hast du den Weg zum Flughafen vergessen, Omas Fahrer bringt dich hin" (Apa kalian lupa jalan ke Bandara, supir Oma akan mengantarkan kalian) Keduanya berlalu memasuki mobil meninggalkan Arthur yang terlihat kebingungan karena sifat Oma nya yang berubah tiba-tiba.


🌺🌺🌺


Acha terbangun dari tidurnya, dia memposisikan tubuh nya duduk sambil menyender di kepala ranjang, ingatan nya terpaku mengenai kejadian beberapa tahun silam, yang merenggut orang yang sangat disayanginya.


Flashback.


Di sore hari seorang ibu dan gadis kecil tengah membuat adonan kue.


"Acha duduk dulu, biar Mommy yang melanjutkan buat kue nya" perintah Mommy.


Acha duduk di kursinya sendiri, mulutnya sedari tadi tidak berhenti mengunyah buah-buahan yang sudah Mommy nya sediakan.


Angkasa dan Arthur berlari turun tangan, di tangannya memegang mainan.


"Angkasa Arthur jangan lari-larian nanti kalian jatuh nak" ujar sang Mommy memperingati kedua putranya.


"Mommy buat kue yah?" tanya Arthur.


"Iyah, kalian main sama Adek dulu sana biar kue nya cepat selesai"

__ADS_1


Keduanya duduk di dekat Acha.


"Abang mau buah?" tanya Acha.


Arthur mengangguk, Acha menyuapinya buah kiwi ke mulut Arthur dan Angkasa.


Pada saat itu Acha masih umur 3 tahun sedangkan Arthur 7 tahun dan Angkasa berumur 8 tahun.


"Daddy pulang" ucap sang Daddy memasuki rumah.


Acha berlari menuju sang Daddy sambil merentangkan kedua tangannya meminta di gendong, Daddy mengendong Acha di tangan kanannya tangan kirinya membawa mainan untuk anak-anak nya.


"Daddy apa itu?" tanya Angkasa melirik tangan kirinya.


Sari mengambil mainan dari tangan suaminya, aarick mencium kening istrinya lembut.


"Arthur mau di gendong juga" Arthur juga merentangkan kedua tangannya.


"Gak boleh, ini Daddy Dedek" Acha mengeratkan pelukannya kepada sang Daddy.


Mereka tertawa melihat perdebatan kedua anaknya yang memperebutkan Daddy nya, kecuali Arthur yang menatap Acha sebal.


Mommy dan Daddy.


__ADS_1


__ADS_2