Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Kejujuran Alaska.


__ADS_3

"Gw sama Febby pacaran saat gw masih SMP, saat anniversary yang ke 3 anak-anak Demon West menyiapkan kejutan buat dia, lama gw nunggu hingga lilinnya hampir habis dan kelopak bunga mawar beterbangan ke mana-mana karena di bawa angin namun dia tak kunjung datang, gw memutuskan pulang jam 1 malam paginya gw pergi kerumahnya namun dia sudah pergi entah kemana keluarga nya seakan-akan menutupi kebenarannya dari gw, gw tetap mencari dia melalui teman-temannya namun jawaban mereka sama, mereka tidak tau kemana perginya Febby dia hilang bak tertelan bumi, Cha kalau Febby nemuin Lo nantinya dan dia cerita yang aneh-aneh tolong jangan percaya" Acha diam saja setelah mendengar kejujuran Aka, dia tidak tau harus bereaksi seperti apa.


"Terima kasih sudah jujur sama gw, gw tau hal itu pasti berat buat Lo apa lagi masa lalu yang pahit, gw janji gw gak bakal ninggalin Lo bagaimanapun keadaannya, gw gak bakal ngebuat luka yang sama seperti mantan Lo buat" Acha tersenyum manis, Aka mengusap rambutnya lembut.


🌺🌺🌺


Sepulang sekolah Pricilia pergi menuju cafe tempat untuk bertemu Bianca, Lia memesan minuman sambil menunggu nya, 15 menit Lia menunggu akhirnya yang di tunggu datang juga, Lia melihat penampilan Bianca yang berbanding terbalik dengan Bianca dulu.


"Ada apa?" tanya Bianca langsung pada topik.


"Santai dulu lah, Lo gak mau mesen minuman dulu?"


"Kalau Lo minta ketemu hanya untuk nawarin gw minum lebih baik gw pulang" ujar Bianca terlihat sangat kesal.

__ADS_1


"Acha pacaran sama Alaska" Bianca diam cukup lama dia mencerna ucapan Lia.


"Bukan urusan gw" ucap Bianca pada akhirnya.


"Lo yakin gak papa, secara Lo cinta banget kan sama Alaska Lo sampai melawan Acha demi mendapatkan cinta Aka" Lia berkata dengan nada mengejek.


"Itulah kesalahan gw, gw gak peduli lagi dengan hubungan mereka berdua, kalau gw saat itu gak ngusik Acha, mungkin keluarga gw masih aman-aman aja, bokap gw gak mungkin di penjara nyokap gw gak mungkin sakit-sakitan, Acha sudah berulang kali memperingati gw tapi gw seakan tutup telinga karena cemburu, Lo sama Acha bukan lawan yang pantas, Angkasa memiliki pengaruh besar terhadap Indonesia dia hanya menggerakkan jarinya dan Lo celaka" Bianca berkata dengan marah dia memilih pergi meninggalkan cafe.


🌺🌺🌺


"Waktunya makan" teriak Aliya dari bawah, Acha dan Aka membangunkan Anin dulu setelah itu turun menuju meja makan.


"Acha disini nduk?" tanya om Herman.

__ADS_1


"Hehe iya om, om Herman baru datang?" Acha berbasa-basi sebentar. Acha mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Alaska setelah itu mengambil untuk dirinya, ayah dan bundanya tersenyum melihat perlakuan manis Acha calon menantunya.


"Mau langsung pulang?" tanya Aliya melihat Acha baru keluar dari dapur meletakkan bekas piring kotor.


"Iyah Tan sudah malem" Aka kembali ke kamarnya mengambil kunci motor dan jaket.


"Sering-sering main kesini yah Cha" ujar Om Herman.


"Iyah om" Aka melampirkan jaket kulit ke tubuh Acha, udara malam benar-benar menusuk kulit sampai ke tulang-tulang.


"Yah sekalian Aka mau izin nginep di markas" keduanya pamit Acha menenteng paper bag berisi hadiah dari Aka.


Acha memeluk erat pinggang Aka, Aka menjalankan motornya dengan kecepatan standar, dia takut Acha kedinginan kalau dia ngebut. Sesekali tangannya mengusap tangan Acha yang memeluknya, alasan Aka menginap di Markas dia akan membatalkan tantangan dari teman-temannya, dia benar-benar mencintai Acha, tak berapa lama motornya sampai di mension Acha.

__ADS_1


__ADS_2