
Pagi ini jam sudah menunjukkan 06.30 Acha pergi kekamarnya untuk kembali ber hibernasi, Sandra menikmati pemandangan yang di di suguhkan di depan jendela kamar.
"Tumben Lo diam, biasanya Lo kayak orang kesurupan" ujarnya sambil memejamkan matanya.
Tidak ada jawaban dari Sandra tapi tempat tidur di sampingnya bergerak.
Acha kembali tertidur sedangkan Sandra melihat foto dirinya dan kedua orangtuanya, ada kerinduan di hatinya terhadap papanya.
"Andai saja perempuan sialan itu tidak pernah muncul di kehidupan kami, mungkin keluarga ku Sekarang masih Harmonis seperti dulu" ujar Sandra pelan.
Di rumah ketua Genk.
"Bangun le" sang bunda menepuk-nepuk lembut pipi putranya.
"Sekarang hari Minggu Bun, Aka masih ngantuk" ujarnya serak masih tidak mau keluar dari selimutnya.
"Ayo sarapan dulu, bunda tunggu di bawah Aka harus bangun kalau tetap seperti ini bunda akan siram Aka" Bundanya meninggalkan kamar Alaska.
__ADS_1
Alaska pergi menuju kamar mandi dengan gontai, membasuh wajahnya lalu Pergi menuju meja makan.
Di bawah sudah ada ayah, bunda dan kakak perempuannya kak Anin namanya.
"Pangeran tidur kita baru bangun ternyata" Ujar sang kakak. Aka duduk di samping kakaknya.
Bunda melayani ayah mengisi penuh piringan dengan nasi dan lauk pauknya.
Tidak ada pembicaraan di antara mereka saat makan, karena itu menjadi peraturan di rumah ini, selesai dulu makannya baru ngomong. Mereka makan dengan lahap sampai nasi di piring mereka tandas.
Bunda dan Anin membawa piring kotor ke wastafel, meskipun mereka terbilang orang terpandang bunda tidak mau memakai jasa pembantu.
Setelah selesai makan Aka dan ayahnya pergi menuju tempat santai yang berada di tepi kolam renang.
"Bagaimana keadaan Sandra?"
"Sandra baik yah, sekarang Sandra tinggal di rumah temannya" jelas Alaska.
__ADS_1
Sandra dan Alaska masih memiliki hubungan darah, ayah dari Sandra adalah adik dari ayah, beberapa kali mereka meminta Sandra untuk tinggal bersama mereka namun Sandra selalu menolak, Ayah sering mengirimkan Sandra uang untuk keperluan nya mengingat gadis itu hanya tinggal sendirian, kakak iparnya harus bekerja di luar negeri demi melanjutkan hidupnya dan Sandra.
Sandra selalu menolak bantuan dari mereka, bahkan uang yang mereka kirim selalu di kembalikan dengan alasan ingin hidup mandiri.
Alaska sibuk memainkan handphonenya melihat informasi yang teman-temannya kirim mengenai Rival mereka.
Acha bangun dari tidurnya Sandra tidak ada si sampingnya, dia langsung bergegas menuju kamar mandi hari ini Acha dan Sandra akan ke swalayan untuk membeli bahan-bahan buat nanti malam.
Setelah selesai mandi dan sudah rapi Acha pergi mencari Sandra ke taman belakang, taman yang akan mereka gunakan untuk BBQan nanti, tak jauh dari sana ada juga beberapa buah-buahan yang sedang ranum-ranumnya sekarang.
Benar saja Acha menemukan Sandra tengah menikmati buah yang dia petik langsung dari pohonnya.
"Kita harus ke swalayan sudah jam 02.00 ini"
"Hampir aja lupa" ucap Sandra cengengesan.
"Masih muda udah pelupa gimana tua nya bisa-bisa lo lupa nama lo sendiri" ejek Acha.
__ADS_1
Keduanya pergi ke parkiran, kali ini Sandra yang membawa mobilnya menuju swalayan terdekat.