Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Ada apa di antara Ellen dan Angkasa?.


__ADS_3

Angkasa POV on.


Saat menghubungi ponsel Acha nomernya sudah tidak aktif, angkasa uring-uringan di kantor, dia merasa bersalah dengan sang adik. Fero sekertaris angkasa masuk ke ruangan kerja Angkasa.


"Lo pergi ke sekolah Acha, pastikan Acha baik-baik saja"


"Baik tuan muda" Fero pamit undur diri setelah menerima perintah dari atasannya, dia menjalankan mobil menuju sekolah tempat nona nya menimba ilmu.


SMA ANGKASA.


"Baik anak-anak pembelajaran kita sampai sini saja, jangan lupa Minggu depan kalian ulangan, baiklah pulang dengan selamat" guru Zan pergi dari kelas.


"Cha ayok ikut kita ke markas" ajak Sandra. Keduanya pergi menuju tempat parkir, dimana di sana sudah ada Genk Demon west berada bersama sosok laki-laki yang Acha kenal.


"Sekertaris Fero disini?"


"Iyah nona, saya di perintahkan tuan untuk menjemput nona, tuan sedang ada urusan"


"Gak usah fer, nanti Acha pulang sendiri, Acha mau pergi sama temen Acha, lebih baik kamu kembali ke kantor"


"Jalan dulu fer" ujar Acha dan teman yang lainnya. Acha menaiki motor bersama Sandra untuk pergi ke markas Demon west.


20 menit kemudian mereka sudah sampai di mana markas nya berada, daerah terpencil sekali, mereka harus memasuki hutan untuk sampai di tempat ini.


"Wah" takjub Acha melihat sekeliling. Sandra menarik tangan Acha, anggota yang lain juga masuk markas.

__ADS_1


"Ini gak bisa di sebut markas, ini rumah megah, apa kalian tinggal disini?" tanya Acha.


"sesekali kita akan menginap disini"


"Ini rumah bagi orang yang tidak memiliki keluarga, rumah bagi orang yang di buang keluarganya" ujar Dion.


"Bukan cuma dirinya yang di buang keluarganya, namun Acha cukup beruntung karena di besarkan oleh kakak kandungnya, pahlawan bagi Acha setelah mendiang Daddy" batin Acha.


Beberapa orang memasuki markas, sepertinya mereka bukan dari sekolahnya, mereka berpenampilan seperti brandal, tato di sekujur tubuhnya, badan yang besar-besar, dan seorang perempuan di samping mereka.


"Siapa dia?" tanya salah satu dari mereka.


"Acha, anggota baru Demon west" ujar Adam. Acha tersenyum menyapa mereka.


"Jangan macem-macem sama dia punya ku itu" ujar Billy tertawa.


"Sudah ada pawang nya aja" Semua tertawa dengan lelucon Indra, kecuali satu orang yang sejak tadi memperhatikan teman-temannya.


Perempuan tadi duduk di samping Acha, memperhatikan Acha dengan lekat. Acha membalas tatapan perempuan itu dengan wajah dingin dan tatapan tajamnya.


"Wah wah sepertinya kita kedatangan satu kulkas lagi" ujar perempuan itu. Acha masih tidak berekspresi apa-apa dia hanya menatap sekeliling nya dengan tatapan tajamnya"


"Kenalin gw Ellen, gw juga anggota Demon west , gw kuliah dan juga kerja" Ellen mengajak Acha bersalaman sebagai tanda pertemanan mereka.


Acha membalas uluran tangan Ellen.

__ADS_1


"Wah san temen Lo auranya beda, seperti Alaska"


"Memang dia setan? pake aura segala" Sandra menimpali omongan Ellen setelah sebelumnya sibuk dengan hp nya.


Di ruang tamu hanya tersisa Acha, Sandra, Ellen dan beberapa teman yang lainnya, mereka ada yang bermain billiards, merokok dan ada juga yang tengah menikmati minuman. Sandra dan Ellen bergabung untuk minum bersama mereka.


"Cha Lo gak minum?"


"Bisa-bisa gw di penggal sama Angkasa"


Abangnya memang selalu mewanti-wanti Acha untuk tidak minum-minum ataupun merokok, dia mengizinkan Acha untuk melakukan apa saja, kecuali kedua hal itu.


"Lo adeknya Angkasa dirgantara?" tanya raga yang dari tadi asik bermain billiards.


"uhuk-uhuk" Ellen tersedak minumnya. Acha mengangguk mengiyakan ucapan raga.


"Lo tau nama panjang Acha siapa?"ujar Sandra


Ellen menggeleng kepalanya, dia memang tidak tau menahu tentang adik pacarnya itu, selama ini Angkasa tidak menceritakan soal Acha, Ellen tampak sedih setelah mengetahui bahwa Acha adiknya Angkasa.


"Acha auristrala allisya dirgantara" seru Sandra. Ellen tidak menanggapi ucapan Sandra, wajahnya masih tampak sedih.


"Lo kenapa sedih gitu saat tau Acha adeknya Angkasa" tanya Sandra yang aneh melihat perubahan sikap Ellen. Acha refleks melihat Ellen yang masih menunduk.


"Yasudah lebih baik kita istirahat dulu, setelah itu kita pulang" ujar Billy. Acha masih menatap Ellen, dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.

__ADS_1


__ADS_2