Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Menikmati malam berdua bersama Angkasa.


__ADS_3

"Besok aku akan mempertegas hubungan dengannya, aku lelah jika terus-menerus seperti ini" Acha memejamkan matanya.


"Dah lah bisa stres lama-lama gw" Acha makin menjorokan tubuhnya ke pinggir kasur, dia malas untuk turun apa lagi makan malam, mereka makan tanpa dirinya, tidak ada yang tau kalau Acha sudah pulang.


"Acha mana?" tanya Angkasa baru pulang dari kantor namun tidak menemukan kebendaan adiknya di antara mereka.


"Acha belum pulang" jawab Sandra, Angkasa heran dengan ucapan Sandra, Acha belum pulang? mana mungkin sedangkan mobilnya sudah ada di garasi.


"Oma Abang langsung naik yah capek" pamit Angkasa.


"Mau Oma sisain makannya?"


"Gak usah deh Oma nanti kalau Abang laper Abang delivery aja" Angkasa naik menuju kamarnya, Acha memutuskan untuk pergi ke rooftop, sepertinya dia sudah bosan berada di dalam bioskop terus.


"Cha mau kemana?" tanya Angkasa.


Acha tidak menjawab bahkan dia tidak menatanya, Acha memencet lift ke lantai paling atas di rumahnya, Angkasa memasuki ruang kerjanya, melepas jas nya dan tas kerjanya, dia menyusul Acha ke rooftop.

__ADS_1


Acha duduk di gazebo matanya fokus menatap kolam renang yang tenang di depannya dan dihiasi oleh beberapa tanaman hias, Angkasa duduk di samping Acha.


"Cha" Angkasa menepuk pundak Acha.


"Astagfirullah Abang, kaget aku" Acha menatap sebal laki-laki disampingnya.


"Lagian suruh siapa ngelamun di malam hari, nanti kerasukan loh" Angkasa menakut-nakuti sang adik.


"Bang, Acha pacaran sama Alaska" Acha memberitahukan hubungan pada abangnya.


"Jadi ini alasan Acha sedih?"


"Cha kita sudah bareng-bareng dari kecil, Abang tau kamu seperti apa, jadi jangan berpura-pura di depan Abang dan juga kalau Alaska nyakitin Acha bilang sama Abang, Abang gak rela Adek Abang yang berharga disakiti laki-laki lain sedangkan Abang berusaha mati-matian ngebuat Acha selalu bahagia" Angkasa mengusap lembut rambut Acha yang mulai memanjang, Acha terharu mendengar ucapan abangnya.


"Acha laper" Acha mengalihkan pembicaraan, kalau tidak bisa bertanya macam-macam nanti Angkasa.


Angkasa tidak kembali melanjutkan ucapannya, dia tau sifat Acha kalau dia mengalihkan pembicaraan nya itu berarti dia tidak nyaman membahas itu, dia akan menunggu Acha bercerita tanpa ada yang memaksanya.

__ADS_1


"Delivery aja yah" Angkasa membuka hp nya lalu memesan beberapa makanan kesukaan Acha.


"Mulai besok sampai beberapa hari kebelakang Abang bakal sangat sibuk"


"Kenapa?" tanya Acha penasaran.


"Klien Abang besok dari Swiss datang, banyak yang harus kita bahas mengenai kerja sama kita"


"Gak ngerti lah Acha masalah kayak gitu"


"Mangkanya Acha harus belajar bisnis biar faham, suatu saat nanti Acha harus memegang beberapa perusahaan untuk diurus" Angkasa memang berencana memberikan beberapa saham untuk Acha, dia harus belajar mengenai itu.


"Bang turun dulu, makannya sudah sampai" Acha kembali sendirian untuk beberapa saat dia melupakan masalahnya dengan kehadiran Angkasa.


"Acha belum pulang ka?" tanya Sandra mulai khawatir.


"Acha ada di rooftop" Angkasa pergi ke luar untuk mengambil makanan pesanannya dan Acha. Sandra mengikuti Angkasa ke rooftop untuk bertemu sahabat kesayangannya.

__ADS_1


Mata Sandra di buat takjub, lantai rooftop itu terbuat dari kaca ikan bebas berenang di bawahnya, terdapat gazebo dan kolam renang, ada beberapa kasur dan satu ruang tamu lampu berwarna biru muda menyinari di bawah sofa dan kasur, ada juga sistem music yang terpasang disana, beberapa spot yang Instagram mebel sekali. Dia sekarang menyadari sekaya apa keluarga Dirgantara.


__ADS_2