
"Mereka cocok yah" ujar Acha.
"siapa?" tanya Angkasa.
"Sandra sama Fero, oh ya bang Fero sudah punya pacar belum?.
"Abang gak pernah ngurus masalah pribadi orang yang kerja sama Abang, tapi bagus kalau memang Fero punya pacar" Jawab Angkasa.
"Tapi aku pengen ngejodohin mereka" ujar Acha terkekeh.
"Jangan memaksakan kehendak kamu sama orang lain, cocok buat kamu belum tentu cocok untuk Fero" nasehat Angkasa.
Mobil Angkasa berhenti di sebuah restoran Jepang, tak lama kemudian Fero dan Sandra juga sampai.
"Gila Cha, untung gw sempat kenalan sama Fero, kalau gak mungkin gw ngiranya dia bisu loh" adu Sandra kepada Acha.
"Lo juga pasti demen kan, ganteng loh itu"
"Ganteng sih ganteng, apa gak mati kutu gw kalau jalan sama dia" Ujar Sandra.
Mereka memasuki restoran dan disambut baik oleh pelayan disana, pelayan mencatat apa saja pesanan mereka.
"Gimana ganteng gak?" bisik Acha pada Sandra.
"Ganteng sih tapi bisu"
__ADS_1
"Namanya juga baru kenal ya kali langsung sok akrab"
"Iyah sih"
"Tapi suka kan" ejek Acha.
"Doain yang terbaik aja yah" ujar Sandra sok puitis.
"Najis" mereka tertawa terpingkal-pingkal, mengabaikan kedua laki-laki yang menatap mereka aneh.
Makanan dan minuman yang mereka pesan satu persatu ada di atas meja, tanpa banyak bicara mereka melahap makanannya sampai habis. Angkasa mengeluarkan lembaran uang lalu meletakkannya di meja tempat mereka makan tadi.
Sandra pulang bersama Acha, susuai perkataan Sandra yang akan menemaninya selama Angkasa tidak ada di rumah.
"Gw gak suka sama Bianca dan antek-anteknya" Ujar Sandra memulai pembicaraan.
"Orang yang Lo siram pas main truth or dare"
"Oh dia, kenapa Lo gak suka?"
"Mentang-mentang dia anak kepala sekolah, semua siswa harus nurut sama apa yang dia perintahkan" adu nya kepada temannya.
"Selagi dia gak macam-macam sama kita, biarkan saja aku malas berurusan dengan orang seperti dia" Ujar Acha.
Mobil Acha tiba di kosan Sandra, Acha mengekori Sandra dari belakang.
__ADS_1
"Duduk dulu Cha, kalau haus ambil sendiri saja yah" ujar Sandra lalu pamit menuju kamarnya untuk mengemasi barang-barangnya.
Acha melihat-lihat kosan yang di tempati Sandra, tidak terlalu besar bahkan lebih besar kamarnya daripada kosan ini, tapi Acha merasa damai berada disini.
"Acha disini?" ucap Ellen tanpa mengetuk pintu membuat Acha terlonjak kaget.
"Sandra ada?" tanya nya lagi.
"Ada di kamarnya"
Ellen memasuki kamar Sandra dan menemukannya sedang mengemasi pakaiannya menjadikan satu di dalam tasnya.
"Mau pindahan?"
"Selama seminggu ini gw bakal nginep di rumah Acha"
"Pinjem catokan dong, punya ku mati"
"Ambil saja sendiri" Sandra dan Ellen pergi keruang tamu, mereka menemukan Acha tengah memainkan handphone nya.
"Sudah siap?" tanya Acha melihat kedatangan Sandra tangan menarik sebuah koper.
"Yuk" mereka pergi dari kosan Sandra, sebelumnya Sandra sudah pamit pada yang punya kos untuk tinggal bersama temannya selama seminggu terakhir. Acha baru tau kalau kos Ellen dan Sandra tidak terlalu jauh jaraknya.
Acha mengemudikan mobil nya menuju Mensionnya mewahnya berada, tidak ada pembicaraan selama perjalanan, Acha fokus menyetir sedangkan Sandra tengah mengutak-atik benda yang berukuran persegi itu.
__ADS_1
Mereka sampai dengan selamat di mension Acha, dia memarkirkan mobilnya bersama mobil mewah miliknya dan Angkasa.