Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Sial dia adiknya Angkasa.


__ADS_3

Angkasa baru tiba di mension, pasalnya besok adalah hari besar bagi kelas 12, Acha menghampiri abangnya yang masih berkutat dengan laptop "Bang Acha mau pindah dan menetap di Amsterdam"


"Tumben gak usah di paksa, biasanya gak mau, kenapa Acha lagi ada masalah?" tanya Angkasa lembut menutup laptopnya dan mengesampingkan pekerjaannya dulu.


"Acha putus sama Alaska, berkali-kali dia nyakitin Acha" Acha memperlihatkan memar yang ada di tangannya.


"Ini perbuatan Alaska?" tanya Angkasa, matanya menatap Acha nyalang sekaligus marah.


"Bisa-bisa setan itu nyakitin Acha sedangkan gw ngejaga dia seperti berlian yang sangat berharga" batin Angkasa, Acha menggenggam tangan Angkasa yang tengah mengepal kuat hingga memperlihatkan otot-ototnya.


"Abang gak usah berurusan lagi sama Alaska maupun Demon West, Acha juga sudah keluar dari Genk itu, Acha capek bang seenggaknya Acha puas sudah ngebuat hidup mantannya berantakan"


Angkasa meredakan amarahnya, bukan berarti dia tidak akan membalasnya "Sekarang juga kita pindah ke Amsterdam, Abang bakal nelfon Fero buat menyiapkan pesawat"


"Kita pindah 5 hari lagi, Acha sudah berjanji sama Billy kalau Acha bakal jadi pasangan


dansa dia, Acha mau gak ada yang tau soal ini" Acha memohon pada Angkasa, dia hanya ingin hidup tenang tanpa bayangan mantannya itu, dia ingin memulai kehidupan baru di Amsterdam.

__ADS_1


"Kita akan pindah sesuai yang Acha mau, masalah perusahaan Abang bakal nyerahin sama orang kepercayaan Abang, Abang janji" Angkasa memeluk adiknya itu.


🌺🌺🌺


Pagi harinya, hari kelulusan kelas 12, kelas 10 dan kelas 11 sedang di liburkan agar tidak menyebabkan kerusuhan saat pengumuman nanti, maka dari itu Acha sedang bermalas-malasan di kasur, sudah 3 hari Acha tidak masuk sekolah, dia melewatkan serangkaian acara yang menyenangkan, Acha pergi ke walk closed nya mencari gaun yang akan dia kenakan sebentar lagi, Acha langsung bersiap untuk mandi karena acara akan di mulai setengah jam lagi segera dia mengenakan dress yang memperlihatkan punggung nya yang putih mulus, setelah itu dia menuju bawah dimana Billy sedang menantinya.


Billy menatap Acha kagum, mulutnya sampai ternganga melihat Acha yang sangat cantik malam ini "Siap untuk malam ini tuan putri?" tanya Billy, Acha mengangguk mereka berdua segera berjalan menuju mobil mewah Billy, prom night tidak di laksanakan di sekolah melainkan hotel mewah berbintang 7 milik keluarga Dirgantara setelah beberapa saat mereka sampai, Billy keluar mobil lalu membukakan pintu untuk Acha.


"Silahkan princess"


"Apaan sih bil" Billy mengulurkan tangannya bukannya menerimanya Acha malah mengapit lengan Billy, Billy membawa Acha ke dalam, mereka berjalan seperti pasangan kekasih.


"Billy juga gak kalah ganteng"


"Si Alaska bodoh banget nyia-nyiain dia demi Mak lampir itu" Desas-desus siswa yang masih terdengar di telinga Acha, peraturan malam ini mereka boleh membawa pasangan mereka masing-masing, Alaska juga datang jangan lupakan Febby yang tidak pernah melepaskan genggaman tangan Alaska, Billy menghampirinya.


"Gw kira Lo gak bakal dateng"

__ADS_1


"Dateng lah gw" jawab Alaska, bukannya menatap orang yang mengajaknya bicara pandangan Alaska sedari tadi tidak lepas dari Acha yang memalingkan wajahnya, jujur saja ada kecemburuan di hatinya saat melihat Acha bersama Billy.


"Kita samperin yang lain aja bil, gw gak tahan kalau terus berada di dekat ulat bulu" Acha dan Billy pergi meninggalkan Alaska dan Febby.


"Cih sok cantik banget"


"Acha memang cantik, cantik banget" jawab Alaska.


"Perhatian untuk semua tamu undangan di harapkan duduk di kursinya masing-masing, karena sebentar lagi kita akan mendengarkan sambutan dari Angkasa Dirgantara" mereka mulai duduk di kursinya, Acha duduk di samping Billy, Billy membuka jas nya memberikannya pada Acha supaya menutupi pahanya yang terekspos.


"Selamat malam semuanya, terimakasih sudah memenuhi undangan dari sekolah, saya ingin mengucapkan selamat kepada kelas 12 yang sebentar lagi akan meninggalkan SMA Angkasa" mereka bertepuk tangan mendengar sambutan Angkasa.


"Saya akan menceritakan sedikit kisah saya agar kalian memiliki motivasi, dulu saya siswa yang sangat nakal, pembangkang, melawan guru dan lain sebagainya seperti kalian, namun semuanya berubah saat saya memasuki umur 12 tahun, saya pernah ada di titik terendah dalam hidup saya, akhirnya saya bangkit, saya harus belajar agar hidup saya dan adik saya enak nantinya, belajar adalah hal yang paling saya benci dulu namun sekarang pandangan itu berubah, saya yang awalnya bermalas-malasan sekarang sudah tidak, dan untuk adik saya Acha alisya Dirgantara, bukankah dia sangat cantik?" tanya Angkasa, semuanya setuju.


"Sialan jadi Acha adiknya Angkasa, pantas saja anak itu belagu?" Febby kaget bukan main mengetahui fakta tersebut.


"Dia yang menemani saya, dia yang selalu mensupport saya hingga saya berada di titik sukses seperti sekarang, baiklah saya tau kalian datang kesini tidak untuk mendengarkan cerita panjang saya, selamat menikmati" Angkasa mengakhiri sambutannya, dia kembali duduk di kursi kebesarannya.

__ADS_1



__ADS_2