Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Karena Febby 2.


__ADS_3

Tidak banyak yang di lakukan mereka malam itu, selesai makan malam mereka ngobrol riang di ruang tamu, beberapa dari mereka sedang memainkan game dan heboh sendiri, berbeda dengan Alaska semenjak resminya hubungan mereka, Alaska memiliki hobi baru yaitu suka sekali memainkan rambut panjang Acha seperti yang di lakukan sekarang.


"Ka berantakan loh"


"Cantik kok" Alaska terus mengusap rambut Acha hingga berantakan.


Handphone Acha berbunyi ada email dari Fero mengenai perintah yang dia berikan tadi sore, Acha pamit ke kamarnya, setelah memposisikan dirinya di kasur Acha mulai membaca artikel yang Fero kirim.


Disana tertulis kalau Febby merupakan anak di luar nikah, ibunya seorang pekerja di sebuah clubs dan ayahnya tersandung kasus narkoba, Febby di ketahui sempat bekerja di tempat yang sama seperti ibunya melayani orang yang membelinya alasan Febby meninggalkan Alaska dia kabur dengan om-om yang sudah memiliki keluarga, ya kalian pasti tau lah apa yang terjadi setelah itu.


"Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya" Acha menyeringai penuh kemenangan.

__ADS_1


Di lantai bawah Febby mengajak Alaska berbicara 4 mata di dapur yang tengah sepi.


"Ada apa?" tanya Alaska malas.


"Ka gw minta maaf mengenai masalah beberapa tahun lalu, gw nyesel udah ninggalin Lo tampa kejelasan, sekarang gw udah kembali ka, gw gak mau Acha terus-menerus menjadi pengganti gw" ujar Febby tanpa tau malu.


"Acha? pengganti? Lo mabok?" tanya Alaska tak percaya.


Alaska memilih pergi dari hadapan Febby, dia tidak ingin Acha melihat dan salah paham, namun tangannya di tahan.


"Kasih gw kesempatan sekali lagi, gw gak bakal menyia-nyiakan kesempatan itu" Febby terus memohon pada Febby tanpa persetujuan Alaska Febby langsung menabrakkan tubuhnya di badan Alaska, detik berlalu menjadi menit namun belum ada tanda-tanda kalau Alaska akan melepaskan pelukan Febby tidak bisa di pungkiri ada rindu yang tertahan saat Febby memeluknya, Acha menyaksikan semuanya dia mengintip di dekat pintu terkadang rasa penasaran bisa membuat nya sakit hati seperti sekarang ini, Acha berlalu menuju ruang tamu berkumpul bersama teman-temannya.

__ADS_1


"Mau main?" ajak Billy.


"Main apa?" Billy mengajak Acha ke mesin game yang berada di pojok ruangan, Acha duduk di kursi sebelah Billy, mereka memainkan balap mobil, Acha memainkan setirnya menyalip mobil Billy, tawa Acha mengisi ruangan saat dia bersorak menang.


"Yah cemen" Acha mengejek Billy, bukannya marah Billy ikut tersenyum melihat itu, dia memang selalu ada untuknya tanpa di minta. Alaska baru keluar dari dapur, Acha melihat wajah Febby berseri-seri mungkin mereka sudah pacaran di belakangnya lalu dia kembali tertawa bersama Billy, melihat Acha bahagia di samping Billy membuat hati Alaska sakit, Alaska langsung menarik tangan Acha keluar.


"Sakit ka" rintih Acha berusaha melepaskan cengkraman Alaska di tangannya.


"Gw udah bilang jangan dekat-dekat dengan Billy, kenapa Lo masih ngeyel juga" ujar Alaska marah.


"Seenggaknya gw gak main fisik, gw ngejaga perasaan pacar gw, bukan kayak Lo yang bebas memeluk mantan Lo di belakang gw, kenapa? masih cinta Lo sama dia, balikan sana" ucap Acha menggebu-gebu.

__ADS_1


"Brengsek" Acha meninggalkan Alaska sendirian dia kembali ke dalam, Febby menatap Acha sinis saat melewati Febby Acha membisikkan sesuatu yang membuat Febby gemetar.


__ADS_2