
"Sayang , aku sedang buka lowongan lagi di AH Konveksi" , ucap Charlie ketika mereka sudah berada di dalam kamar.
"Untuk apa lagi mas?" , tanya Alexa yang sedang memberikan ASI kepada Bulan.
"Tiba-tiba ada klien kita minta buat souvernir handuknya di bentuk seperti bunga , Heri bisa membuatnya , tapi gak mungkin dikerjakan dengan dia sendiri , jadi aku berencana untuk mencari 5 orang buat membantu Heri" , ucap Charlie.
"Yang lain gak ada yang bisa bantu mas?" , tanya Alexa.
"Semua sudah punya kerjaan masing-masing sayang , ditambah sekarang mereka sering lembur karena banyaknya orderan" , ucap Charlie.
"Apa kita tambah pekerja lagi ya mas , supaya mereka gak lembur" , ucap Alexa.
"Aku juga sempat berpikir seperti itu sayang , tapi kita gak ada cukup ruang untuk menambah orang kerja kalau di tempat yang sekarang" , ucap Charlie.
"Kamu coba lihat-lihat mas , kalau di dekat ruko kita ada yang mau menjual rukonya , nanti kita beli saja" , ucap Alexa.
"Iya sayang , nanti aku lihat-lihat kalau ada yang jual di dekat sana , aku kabari kamu" , ucap Charlie.
"Gak usah kabari aku mas , kalau kamu lihat dan menurut kamu bagus , langsung ambil saja" , ucap Alexa sambil tersenyum.
"Terima kasih ya sayang karena kamu selalu percaya kepada aku" , ucap Charlie.
"Iya mas , aku tau kalau kamu gak akan pernah membohongi aku" , ucap Alexa.
"Iya sayang" , ucap Charlie sambil mencium pipi istri tersayangnya.
Tidak lama terdengar ponsel Charlie berbunyi di dalam kamar.
Charlie langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya di malam itu.
"Siapa yang menelpon mas?" , tanya Alexa.
"Mama Vivi yang menelpon aku sayang" , ucap Charlie sambil menyentuh tombol terima panggilan disana.
Alexa hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat Bulan yang meminum ASI dari tubuhnya.
"Halo ma" , jawab Charlie.
"Halo nak , besok mama dan papa mau ke sana melihat anak kalian , dari Bulan lahir kami belum sempat melihat cucu kami" , ucap mama Vivi.
"Baiklah ma , besok datang dengan pesawat jam berapa?" , tanya Charlie.
"Jam 9 pagi dari sini nak" , ucap mama Vivi.
"Baiklah ma. Mama datang hanya dengan papa saja berdua? Frescha gak ikut?" tanya Charlie.
"Frescha gak ikut nak , dia masih ada kuliah disini" , ucap mama Vivi.
"Baiklah ma , besok aku jemput di bandara" , ucap Charlie.
"Iya nak" , jawab mama Vivi.
Setelah itu mama Vivi memutuskan sambungan telponnya.
"Sayang , besok mama Vivi dan papa Teddy mau datang ke sini" , ucap Charlie.
"Jam berapa mama dan papa berangkat dari sana mas?" , tanya Alexa.
__ADS_1
"Jam 9 pagi sayang" , jawab Charlie.
"Besok kamu saja yang jemput sendiri ya mas , karena aku belum 40 hari , jadi aku belum bisa keluar , bulan juga belum boleh di bawa pergi-pergi dulu sebelum 3 bulan" , ucap Alexa.
"Iya sayang , mama juga pasti ngerti kalau kamu belum boleh keluar dari rumah dulu" , ucap Charlie sambil memeluk bahu polos Alexa.
"Iya mas" , jawab Alexa.
Tidak lama Bulan sudah selesai minum ASI , Charlie mengambil Bulan dari tangan Alexa dan menimang Bulan sambil berdiri di depan jendela.
Alexa menggunakan kembali baju kaos longgarnya dan berjalan mendekati suami dan anaknya.
"Mas , aku berencana mau merenovasi kamar mendiang papa dan mama untuk dijadikan kamar untuk Bulan" , ucap Alexa.
"Aku gak masalah sayang , aku ikut kamu saja" , ucap Charlie.
"Iya mas , soalnya gak mungkin nanti ketika Bulan sudah besar masih tidur dengan kita" , ucap Alexa.
"Iya sayang , kapan kamu mau mulai renovasinya?" , tanya Charlie.
"Nanti ketika aku ada waktu , aku bereskan dulu barang-barang papa dan mama , baru kita mulai renovasi" , ucap Alexa.
"Baiklah sayang" , ucap Charlie.
Tidak lama Bulan sudah tidur dalam gendongan Charlie.
"Anak kita sudah tidur mas" , ucap Alexa sambil melihat Bulan.
"Iya sayang , ayo kita istirahat lagi" , ucap Charlie sambil meletakkan Bulan di dalam box bayi.
********
Keesokan paginya , begitu Charlie terbangun , sudah terlihat Alexa yang sedang menyusui Bulan.
"Pagi istri kesayangan aku" , ucap Charlie sambil mengecup kening Alexa.
"Pagi mas" , jawab Alexa sambil tersenyum.
"Anak papa sudah lapar ya" , ucap Charlie sambil mengecup kening anaknya.
"Iya papa , aku lapar setiap saat" , ucap Alexa.
"Iya ya sayang , aku gak tega sebenarnya lihat kamu yang harus bangun terus untuk menyusui Bulan" , ucap Charlie.
"Gak apa apa mas , itu memang sudah tugas aku sebagai mama , aku juga bahagia karena memiliki ASI yang melimpah , sehingga anak kita tercukupi ASI nya" , ucap Alexa.
"Iya sayang , kamu benar-benar seorang mama yang hebat , aku beruntung memiliki kamu dalam hidup aku sayang" , ucap Charlie sambil mencium bahu polos istrinya.
"Kamu juga suami yang hebat mas dan pastinya selalu menyayangi aku dan Bulan" , ucap Alexa sambil tersenyum.
"Pasti itu sayang , karena kalian berdua telah mencuri hati aku , sehingga aku tidak bisa berpaling dari kalian berdua" , ucap Charlie sambil tersenyum.
"Pagi-pagi sudah gombal saja kamu mas" , ucap Alexa sambil meletakkan Bulan yang sudah selesai minum ASI di atas kasurnya dan menggunakan baju kaos longgarnya.
"Aku gak menggombal sayang , tapi itu beneran dari lubuk hati aku yang paling dalam" , ucap Charlie sambil mendekatkan tubuhnya ke dekat Alexa.
"Iya mas , aku tau itu" , ucap Alexa sambil menyentuh wajah suaminya dengan kedua tangannya dengan lembut.
__ADS_1
Mata Charlie dan mata Alexa saling bertatapan saat itu , entah siapa yang memulai duluan , pastinya saat itu mereka berciuman dengan penuh rasa cinta di antara mereka.
Sampai terdengar suara ketukan di pintu kamar mereka...
Tok...tok...tok...
"Kayaknya Yuni sudah datang untuk memandikan Bulan mas" , ucap Alexa sambil melepaskan bibirnya.
"Kalau gitu aku bukain pintu dulu ya sayang" , ucap Charlie sambil mengecup kening Alexa.
Alexa hanya menganggukkan kepalanya.
Charlie turun dari kasur dan berjalan membuka pintu kamarnya.
"Permisi tuan , saya mau memandikan Bulan" , ucap Yuni dengan malu-malu.
Yuni memang selalu malu kalau bertemu dengan Charlie , karena sebenarnya dia suka melihat ketampanan yang dimiliki oleh Charlie , tapi dia sadar kalau Charlie adalah suami orang yang gak mungkin bisa diraihnya.
"Baiklah , silahkan masuk" , jawab Charlie sambil berjalan menuju ke kasurnya dan duduk di dekat istrinya.
Yuni mulai berjalan masuk dan menyiapkan air hangat di dalam bak mandi Bulan yang ada di samping box bayi.
Setelah Yuni selesai mengisi air hangat disana , Alexa membawa Bulan kepada Yuni.
Charlie mulai mengambil ponselnya dan menyentuh nama Heri disana.
Tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo pak" , jawab Heri.
"Halo Heri , hari ini ke kantornya siang karena mau menjemput orang tua saya di bandara , untuk meeting pagi ini dengan klien tolong kamu yang gantikan saya dulu ya" , ucap Charlie.
"Baik pak , nanti yang untuk interview kerja hari ini bagaimana pak?" , tanya Heri.
"Karena nanti mereka akan bekerja di bawah kamu , jadi kamu saja yang interview , kalau ada 5 orang yang cocok menurut kamu , boleh kamu terima saja" , ucap Charlie.
"Baik pak" , jawab Heri.
Setelah itu Charlie memutuskan sambungan telponnya dan meletakkannya di atas kasur.
Karena Charlie gak ke kantor pagi itu , jadinya Charlie dan Alexa berada di dalam kamar selama Yuni memandikan Bulan.
"Sayang , kamu harus belajar untuk memandikan anak kita" , ucap Charlie yang sudah berjalan mendekati istrinya yang sedang berdiri di samping box bayi melihat Yuni.
"Iya mas , aku terus memperhatikannya tapi tetap saja aku masih ragu" , jawab Alexa.
"Tapi harus dicoba sayang" , ucap Charlie sambil memeluk pinggang istrinya.
Yuni yang melihat Charlie sudah berada di dekat sana , langsung menjadi salah tingkah.
Sampai dia yang harusnya mengambil handuk , malah mengambil popok bayi.
"Kamu kenapa hari ini Yuni?" , tanya Alexa.
"Gak kenapa-kenapa bu" , jawab Yuni sambil berusaha fokus untuk melanjutkan kerjanya.
Tidak lama akhirnya Bulan telah selesai , Yuni pun langsung permisi pergi dari sana dengan Charlie dan Alexa.
__ADS_1