Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Episode 39


__ADS_3

Charlie berjalan keluar dan masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil bajunya.


"Kamu sudah bangun nak?" , tanya papa Teddy yang sudah bangun dan duduk di atas kasur.


"Sudah pa , mama mana pa?" , tanya Charlie yang tidak melihat mamanya disana.


"Mama sedang mandi nak" , ucap papa Teddy.


"Papa dan mama bisa tidur dengan nyenyak kan tadi malam?" , tanya Charlie.


"Kami agak kesulitan untuk tidur nak , karena AC nya dingin sekali dan kami tidak mengerti untuk mematikannya" , ucap papa Teddy.


"Kalau mau mematikannya tekan ini aja pa , untuk menaikkan suhunya juga bisa disini" , ucap Charlie sambil menjelaskan kepada papanya.


"Maklum ya nak , kami hanyalah orang kampung , dirumah kita mana ada pakai AC begini , adanya juga cuma kipas angin" , jawab papa Teddy.


"Mulai sekarang papa harus belajar ya , nanti ketika aku sudah dapat uang yang banyak , aku akan membangun rumah kita di kampung menjadi lebih bagus , supaya papa dan mama bisa tidur lebih nyaman dan pakai AC juga nanti" , ucap Charlie.


"Kami bisa melihat kamu menikah dengan anak orang kaya yang baik saja , kami sudah bahagia nak , paling tidak kamu sudah menaikkan derajat keluarga kita , sudah tidak akan ada lagi orang-orang yang akan merendahkan kamu nak" , ucap papa Teddy.


"Iya pa" , jawab Charlie.


"Tapi kamu harus ingat nak , kamu menikahi dia bukan karena hartanya tapi karena cinta kalian , papa tidak mau mendengar nanti suatu saat kamu menyakiti Alexa dan mengambil hartanya , biar kita miskin tapi kita jangan mengambil hak yang bukan menjadi milik kita" , pesan papa Teddy.


"Iya pa , aku menikahi Alexa karena aku benar-benar mencintai Alexa , bukan karena harta dan kekuasaan yang akan diberikannya kepadaku nanti" , ucap Charlie.


"Iya nak , papa percaya sama kamu" , ucap papa Teddy.


"Aku ke kamar Alexa dulu ya pa , mau mandi dan siap-siap ke kantor" , ucap Charlie.


"Iya nak" , jawab papa Teddy.


Charlie keluar sambil membawa baju dan handuknya ke kamar Alexa


Begitu Charlie masuk ke kamar Alexa , Charlie tertegun melihat Alexa yang sedang dandan di meja riasnya.


"Aku bahagia Alexa , nanti aku akan melihat pemandangan seperti ini setiap hari , meskipun kita hanya berstatuskan pasangan tapi dengan hanya melihat kamu selalu ada di dekatku , aku sudah sangat bahagia sekali" , ucap Charlie dalam hatinya.


"Kenapa masih berdiri disana kak?" , tanya Alexa yang memecahkan lamunan Charlie.


"Aku bahagia bisa melihat kamu terus setiap saat Alexa" , ucap Charlie.


"Ya sudah , nanti setelah kita menikah kakak juga akan selalu melihat aku , sekarang kakak mandi dulu dan siap-siap , setelah ini kita sarapan bersama" , ucap Alexa.


"Iya Alexa" , jawab Charlie sambil masuk ke dalam kamar mandi.


"Terima kasih kak sudah mencintai aku dan maaf karena sampai sekarang aku belum memiliki perasaan apa apa kepada kakak" , ucap Alexa dalam hatinya.

__ADS_1


Alexa memasukkan bukunya ke dalam tas dan duduk di kursi sofa yang ada di kamarnya menunggu Charlie selesai mandi , karena Alexa masih canggung kalau hanya dia sendiri bersama papa dan mama Charlie.


Tidak lama Charlie pun sudah selesai mandi dan sudah menggunakan baju kerjanya.


Charlie merapikan rambutnya di meja rias Alexa.


Setelah itu Charlie dan Alexa keluar dari kamar bersama.


Frescha yang juga baru keluar dari kamarnya , melihat kakaknya dan calon kakak iparnya keluar dari kamar yang sama.


"Apa kalian beneran tidur bersama?" , tanya Frescha sambil menyunggingkan senyumnya.


"Gak , tadi malam Alexa tidur di kamar orang tuanya , pagi ini baru ke kamarnya buat siap-siap ke kampus" , jawab Charlie.


"Oh , aku kirain kalian sudah tidur bersama" , ucap Frescha sambil terkekeh.


"Belum dek , papa dan mama mana?" , tanya Charlie.


"Gak tau kak , tadi aku lihat ke kamarnya sudah gak ada" , jawab Frescha.


"Mungkin om dan tante sudah di bawah kak" , ucap Alexa.


Alexa , Charlie dan Frescha pun turun ke bawah bersama dan ternyata benar , papa dan mama Charlie sudah duduk di meja makan.


"Pagi om...tante..." , sapa Alexa.


Alexa , Charlie dan Frescha duduk di kursi meja makan.


Tidak lama mbok Siti keluar mengantarkan kopi untuk papa Charlie.


"Ini kopinya tuan" , ucap mbok Siti.


"Iya terima kasih ya mbok" , ucap papa Teddy.


"Disini enak ya , semuanya sudah disediakan , kamarnya nyaman dan dingin , beda dengan rumah kita di kampung" , ucap Frescha.


"Frescha jangan buat malu kamu" , ucap papa Teddy.


"Iya pa" , jawab Frescha.


"Nona muda dan tuan muda mau minum apa?" , tanya mbok Siti.


"Aku minum jus jeruk saja mbok , Frescha mau minum apa?" , tanya Alexa kepada calon adik iparnya.


"Aku sama aja sama kakak" , ucap Frescha.


"Baiklah non , mbok siapin dulu ya , tuan muda mau minum apa?" , ucap mbok Siti.

__ADS_1


"Aku teh hangat manis saja mbok" , jawab Charlie sambil mengambil sarapan yang sudah disiapin di meja makan.


"Kak , hari ini aku kuliah sampai siang , nanti sepulang dari kampus aku bawa papa , mama dan Frescha ke Sposa Bridal buat cobain baju ya" , ucap Alexa sambil mengambil sarapan yang ada di meja makan.


"Nanti kita pergi bersama saja ya Alexa , papa , mama dan Frescha biar ikut aku ke konveksi , nanti siang aku jemput kamu di kampus" , ucap Charlie.


"Baiklah kak" , jawab Alexa.


"Enak banget ya kakak tinggal disini , dipanggil tuan muda , dilayani lagi , terus tinggal di rumah bagus dan nyaman lagi" , ucap Frescha.


"Makanya kamu sekolah yang benar , kamu juga baru lulus SMA kan , nanti ketika kuliah belajar yang benar , setelah lulus bisa dapat pekerjaan yang bagus , baru kamu bisa hidup nyaman" , ucap Charlie.


"Tapi kakak sekarang bisa hidup dengan nyaman , kenapa aku juga tidak bisa tinggal disini" , ucap Frescha.


"Karena kamu anak kami , kamu harus tinggal dengan orang tua kamu , kalau kakak kamu kan mau menikah , jadi dia harus tinggal dengan istrinya" , jawab mama Vivi.


"Tapi ma , aku kan juga mau tinggal disini terus , aku suka disini ma , sangat nyaman sekali" , ucap Frescha.


"Cukup Frescha , kamu jangan buat kami malu , setelah pernikahan kakak kamu kita pulang ke kota Y , kamu juga masih harus kuliah disana" , ucap papa Teddy.


"Iya pa" , jawab Frescha sambil memakan makanannya.


Alexa hanya diam saja melihat tingkah adek iparnya.


Alexa , Charlie , mama Vivi , papa Teddy , dan Frescha masuk ke dalam mobil Charlie.


Charlie menjalankan mobilnya sampai ke kampus Alexa.


"Aku ke kampus dulu ya kak , om dan tante" , ucap Alexa sambil turun dari mobil.


"Memangnya gak di cium dulu ya kak Alexa nya sebelum pergi" , ucap Frescha.


Membuat Alexa terkejut mendengar ucapan adek iparnya.


"Ngapain cium cium dek , memangnya kamu sekarang sudah punya pacar ya" , ucap Charlie.


"Bukannya orang pacaran gitu kak , sebelum turun di cium dulu pacarnya" , ucap Frescha.


"Ya udah , dari pada Frescha ribut terus , apa salahnya kamu cium calon istri kamu di depan kami , kami juga gak masalah kalau kalian mau bermesraan di depan kami" , ucap mama Vivi.


Karena mama Vivi yang menyuruhnya , akhirnya Charlie turun dari mobil dan mendekati Alexa.


Charlie menciumi kening Alexa.


"Maaf ya Alexa , ini supaya mama gak curiga dengan hubungan kita" , ucap Charlie.


"Iya kak , aku ngerti kok" , ucap Alexa yang mukanya sudah merah tersipu malu , karena ini pertama kali dia diciumi di depan kampus.

__ADS_1


__ADS_2