
Vio dan Derren yang sudah selesai kerja di Rose Klub Malam subuh itu...
"Ayo Vio , aku temani kamu ke kostan kamu , untuk mengambil barang-barang kamu" , ucap Derren.
Vio pun menganggukkan kepalanya dan berjalan bersama Derren keluar dari Rose Klub Malam , menuju ke mobil Derren.
Selama dalam perjalanan Vio menunjukkan jalan dan arah menuju ke kostan nya.
Karena jalanan yang sepi pada subuh itu , tidak butuh waktu lama , mobil yang dibawa Derren telah sampai di depan kostan Vio.
"Apa kamu mau aku bantu buat beresin semua barang-barang kamu?" , tanya Derren.
"Gak usah Derren , barang-barang aku gak banyak , kamu tunggu aku disini saja ya" , ucap Vio.
"Baiklah Vio , aku akan menunggumu disini".
Vio pun turun dari mobil Derren dan berjalan masuk ke dalam kostan.
Vio mengambil koper yang dibawanya waktu dia pergi dari rumahnya dan memasukkan semua barang-barangnya disana.
Tidak lama Vio pun selesai memasukkan barang-barangnya ke dalam koper.
Setelah Vio menarik resleting kopernya Vio melihat ke sekeliling kamarnya dengan Felix , dengan perasaan yang sedih.
Vio sebenarnya tidak ingin pergi dari sana , sangat berat hatinya untuk pergi , tapi mau bagaimana lagi , sudah hampir sebulan Felix tidak pernah pulang , di chat juga gak pernah membalas pesan dari Vio.
Kamar yang selama ini selalu menjadi saksi cinta dan aktivitas panas yang mereka lakukan setiap malam , sekarang menjadi dingin , tidak ada lagi aktifitas panas dan kata-kata rayuan manis disana.
Vio berjalan keluar dari kamar kostan yang banyak memberikan kenangan buatnya selama bersama dengan Felix , dari memberikan satu-satunya yang paling berharga dari dirinya yaitu keperawanannya , sampai mereka tinggal bersama dan sekarang Felix sudah bersama dengan wanita lain.
Dengan perasaan sedih dan hancur , Vio membawa kopernya dan mengunci pintu kamar , lalu menaruhkan kunci kamar di bawah keset seperti yang Felix lakukan sebelumnya.
Vio berjalan keluar menuju ke mobil Derren.
Melihat Vio yang sudah keluar dari sana , Derren pun langsung turun dari mobil dan membantu memasukkan koper Vio ke dalam bagasi mobilnya.
"Terima kasih Derren" , ucap Vio.
"Iya sama sama Vio".
Setelah itu Vio dan Derren masuk ke dalam mobil.
Derren menjalankan mobilnya menuju ke apartemennya.
Tidak lama mobil yang di bawa Derren sudah sampai di apartemen permata.
Derren membawa mobilnya sampai ke area parkiran apartemen , setelah mobilnya terparkir disana , Derren dan Vio turun dari mobil.
__ADS_1
Derren membantu Vio membawakan kopernya.
"Biar aku bawa sendiri saja Derren" , ucap Vio.
"Aku seorang lelaki , sudah sepantasnya aku yang membawakannya" , ucap Derren sambil tersenyum.
"Terima kasih ya Derren".
Derren pun hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Melihat Derren yang seperti itu membuat Vio membandingkannya dengan Felix. Dulu Felix gak pernah membawakan barang aku seperti ini , dia hanya taunya menikmati tubuh aku dan memuaskan hasratnya saja" , ucap Vio dalam hatinya.
Vio pun mengikuti Derren memasuki lift.
Sampai di nomor yang sudah ditekan oleh Derren , pintu lift pun terbuka , Derren dan Vio berjalan bersama sampai ke unit apartemen Derren.
Sampai di depan pintu apartemennya , Derren membuka pintu itu dengan menekan password disana , setelah itu pintunya terbuka.
Ceklek.....
Derren dan Vio masuk ke dalam apartemen Derren.
"Disini kamar kamu Vio , karena kamar ini kecil , jadi tidak ada kamar mandi di dalam , kamar mandinya ada di luar dekat dapur disana" , ucap Derren sambil menunjukkan tangannya ke arah kamar mandi yang akan digunakan oleh Vio nanti.
"Terima kasih ya Derren , kamu sudah memperbolehkan aku untuk tinggal disini" , ucap Vio
"Baiklah" , jawab Vio sambil tersenyum.
"Selamat beristirahat Vio".
"Selamat beristirahat juga Derren".
Vio pun masuk ke dalam kamarnya dan mengambil bajunya di dalam koper dan menggantinya , karena sudah kelelahan bekerja , Vio pun memilih untuk langsung tidur setelah mengganti bajunya dengan baju piyama.
********
Paginya Charlie sudah bangun lebih dulu dari Alexa.
Karena hari itu hari libur , jadi Charlie tidak pergi ke AH Konveksi.
Charlie memandangi wajah Alexa yang masih tertidur di sebelahnya sambil tersenyum.
"Kamu sangat cantik sekali Alexa , kapan aku bisa memiliki kamu seutuhnya?" , ucap Charlie dalam hatinya sambil menyentuh wajah putih mulus Alexa.
Alexa yang merasakan sentuhan di wajahnya , langsung membuka matanya.
Terlihat Charlie yang menatapnya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Selamat pagi istriku" , ucap Charlie sambil tersenyum dan tangannya masih berada di wajah Alexa.
Membuat jantung Alexa berkali-kali lipat menjadi berdebar tidak menentu.
"Pagi mas" , jawab Alexa dengan tersipu malu sambil menundukkan wajahnya.
"Kita sudah hampir tiga bulan menjadi suami istri , masa kamu masih belum terbiasa ada aku disini" , ucap Charlie sambil tersenyum.
"Gak tau mas , tapi jantung aku berdebar tidak menentu sekarang , kamu jangan lihatin aku terus , aku malu" , ucap Alexa sambil menutup wajahnya dengan bantal guling nya.
Mendengar Alexa mengatakan bahwa jantungnya berdebar tidak menentu , membuat Charlie bahagia , berarti Alexa sudah mulai memiliki perasaan untuknya.
Charlie pun gak ingin berhenti untuk menggoda Alexa.
Charlie sengaja mengangkat bantal guling yang menutupi wajah Alexa dan melihat wajah Alexa yang sedang tertunduk itu dengan lebih dekat.
"Aku benar-benar menginginkan kamu Alexa" , ucap Charlie dalam hatinya , begitu melihat wajah Alexa lebih dekat.
Tapi Charlie langsung menepis keinginannya itu , karena dia tidak mau memaksakan Alexa untuk melakukannya dengannya sebelum Alexa benar-benar siap.
Charlie takut kalau dia memaksakan keinginannya , nanti membuat Alexa untuk memilih berpisah dengannya.
"Istriku , apakah aku boleh memeluk tubuh kamu?" , tanya Charlie dengan hati-hati.
Alexa mengangkat wajahnya , terlihat wajah Charlie yang sudah dekat dengan wajahnya.
Alexa yang tersipu malu pun langsung menganggukkan kepalanya.
Charlie yang melihat respon Alexa , langsung memeluk tubuh Alexa.
"Terima kasih sudah mengijinkan aku untuk memeluk tubuh kamu istriku" , ucap Charlie.
"Iya mas , untuk sekarang baru ini yang bisa aku lakukan kepada kamu mas" , jawab Alexa.
"Asalkan kamu selalu mengijinkan aku untuk menciumi wajah kamu dan memeluk kamu mulai dari sekarang , aku sudah mulai bahagia istriku sayang" , ucap Charlie.
"Terima kasih ya mas".
"Aku akan pelan-pelan membuat kamu jatuh cinta kepada aku Alexa , aku yakin suatu hari nanti kita pasti bisa hidup seperti layaknya suami istri yang sebenarnya dan saling mencintai" , ucap Charlie dalam hatinya.
Apakah kak Charlie adalah pilihan yang tepat buat aku?
Apakah aku akan selalu hidup dengan bahagia nantinya dengan mas Charlie?
Apakah mas Charlie gak akan mengkhianati aku seperti Felix?
Berbagai macam pikiran muncul dalam kepala Alexa yang mulai ketakutan , karena perasaannya perlahan sudah mulai menyukai Charlie suaminya.
__ADS_1