
Keesokan paginya bu Minah yang ditugaskan untuk menjadi babysitter Bulan telah datang ke rumah Alexa.
Bu Minah bertemu dengan pak Tono di depan gerbang.
"Pagi pak , apa benar ini rumahnya nyonya Alexa?" , tanya bu Minah.
"Iya benar bu. Ada keperluan apa ibu mencari nona Alexa?" , tanya pak Tono.
"Saya Minah , babysitter yang ditugaskan untuk bekerja disini".
"Baiklah , silahkan masuk" , ucap pak Tono sambil membukakan pagar kecil tempat orang bisa keluar masuk.
Pak Tono membawa bu Minah berjalan menuju ke pintu belakang , karena pintu depan yang masih ditutup.
"Siapa wanita ini?" , tanya mbok Siti yang sedang bekerja di dapur.
"Katanya namanya Minah dan dia babysitter yang akan bekerja disini mbok" , jawab pak Tono.
"Oh , silahkan masuk dulu. Saya panggilkan nona muda" , ucap mbok Siti.
Bu Minah pun mengikuti mbok Siti masuk ke dalam dan duduk di kursi sofa yang ada di ruang keluarga sambil memperhatikan seisi rumah milik Alexa.
Mbok Siti berjalan ke atas menuju ke kamar Alexa dan mengetuk pintu kamarnya.
Tok...tok...tok....
Alexa yang sudah bangun dan sedang membantu mengancingkan baju kemeja suaminya , berjalan membukakan pintu kamar.
"Ada apa mbok?" , tanya Alexa.
"Dibawah ada wanita yang bernama Minah , katanya babysitter yang akan bekerja disini" , ucap mbok Siti.
"Baiklah mbok , sebentar lagi aku turun ke bawah" , ucap Alexa.
"Iya non" , jawab mbok Siti sambil berjalan pergi dari sana dan turun ke bawah.
"Mas , babysitter yang akan menjaga Bulan sudah datang" , ucap Alexa.
"Baiklah sayang , aku juga sudah siap. Ayo kita turun bersama untuk menemuinya" , ucap Charlie.
"Iya mas" , jawab Alexa sambil menggendong Bulan.
Alexa dan Charlie berjalan bersama keluar dari kamar dan menuju ke ruang keluarga dimana bu Minah sedang menunggu disana.
"Pagi nyonya , pagi tuan" , jawab bu Minah ketika melihat Alexa dan Charlie.
"Pagi" , jawab Alexa dan Charlie bersamaan.
"Ternyata bos nya masih sangat muda , kaya dan tampan lagi. Tini kalau dijadikan istri kedua pun gak masalah kalau seperti ini" , ucap bu Minah dalam hatinya.
"Jadi bu Minah akan mulai bekerja hari ini?" , tanya Charlie setelah dia duduk di kursi sofa di seberang bu Minah bersama dengan Alexa yang sedang menggendong anaknya.
__ADS_1
"Iya tuan , saya mulai bekerja hari ini" , jawab bu Minah.
"Kalau gitu saya minta ibu untuk membantu menjaga anak saya dengan baik. Kalau terjadi masalah dengan anak saya ketika ibu menjaganya , maka saya gak segan-segan untuk memecat ibu" , ucap Charlie dengan tegas.
"Tenang tuan , saya sudah berpengalaman menjaga anak , anak baru lahir juga sudah pernah saya jaga. Bahkan saya juga sudah punya anak juga" , ucap bu Minah.
"Baiklah , nanti untuk kamar ibu bisa ditunjukkan oleh mbok Siti" , ucap Charlie.
"Baik tuan" , jawab bu Minah.
Charlie dan Alexa berjalan menuju ke meja makan dan mbok Siti mengantarkan bu Minah menuju ke kamar belakang yang ada di sebelah kamarnya.
"Disini kamar untuk ibu ya. Kalau butuh bantuan , saya ada dikamar sebelah" , ucap mbok Siti.
"Baiklah mbok. Terima kasih" , ucap bu Minah sambil tersenyum.
"Mas , apa bu Minah bisa menjaga anak kita dengan baik?" , tanya Alexa yang ragu ketika melihat penampilan bu Minah yang sangat modis dengan make up yang tebal diwajahnya.
"Kita lihat saja sayang , aku kan sudah memperingatinya tadi di awal. Kalau kerjaan dia gak baik nanti kita langsung pecat dia saja" , ucap Charlie.
"Baiklah mas" , jawab Alexa.
Setelah bu Minah selesai meletakkan barang-barangnya , dia berjalan keluar menuju ke meja makan masih dengan baju yang digunakan olehnya tadi ketika datang.
"Maaf bu , bukankah seharusnya ibu menggunakan seragam yang sudah di sediakan dari tempat ketenagakerjaan ya" , ucap Alexa.
"Kalau nyonya mau saya menggunakan baju seragam selama bekerja , maka saya akan mengganti baju saya sekarang" , jawab bu Minah.
"Baik nyonya" , ucap bu Minah.
Bu Minah berjalan kembali ke kamarnya.
"Apa-apaan nyonya ini , banyak sekali aturannya! Dulu tempat aku bekerja , gak perlu pakai seragam dan make up mau seperti apa juga gak masalah. Meskipun aku dipecat gara-gara menggoda suaminya. Lihat saja nanti anak aku yang akan menjadi istri muda disini dan aku akan bisa berkuasa di rumah mewah ini" , gumam bu Minah sambil membersihkan make up yang ada di wajahnya.
.
.
Mbok Siti yang mengantarkan makanan buat Bulan ke meja makan....
"Non , kenapa mbok gak suka ya melihat babysitter Bulan" , ucap mbok Siti.
"Aku juga punya perasaan gak enak mbok , ketika melihat dia" , ucap Alexa.
"Kita lihat saja dalam satu bulan ini bagaimana kerjanya sayang. Kalau kamu tetap gak cocok , nanti kita akan mencari penggantinya. Mbok Siti juga tolong lihatin Alexa dan Bulan selama di rumah ya" , ucap Charlie.
"Iya tuan muda , mbok pasti akan selalu menjaga non Alexa dan Bulan" , jawab mbok Siti.
Gak lama terdengar langkah kaki yang berjalan menuju kesana.
Alexa , Charlie dan mbok Siti langsung diam dan gak melanjutkan obrolan mereka lagi.
__ADS_1
"Anaknya biar saya saja yang menyuapinya nyonya" , ucap bu Minah yang sudah sampai di meja makan.
"Gak apa-apa bu , biar saya suapi dulu sekarang. Nanti saja bu Minah mulai menggendongnya ketika saya mau sarapan" , ucap Alexa.
"Baik nyonya" , jawab bu Minah sambil duduk di kursi kosong yang ada di sebelah Alexa.
Tidak lama Charlie yang sudah selesai sarapan...
"Aku ke kantor dulu ya sayang" , ucap Charlie sambil berdiri mencium kening istrinya dan anaknya.
"Iya mas , hati-hati ya. Lukanya jangan sampai kena air dan keringat ya" , ucap Alexa.
"Iya sayang" , ucap Charlie sambil tersenyum dan berjalan keluar.
"Tuan bekerja di mana nyonya?" , tanya bu Minah.
"Di perusahaan konveksi milik orang tua saya" , jawab Alexa.
"Orang tua nyonya tinggal dimana? Kenapa dari tadi saya gak melihat orang tua nyonya?" , tanya bu Minah yang sangat ingin tau itu.
"Orang tua saya sudah meninggal sebelum saya menikah dengan mas Charlie" , ucap Alexa.
"Oh , saya turut berduka cita nyonya" , jawab bu Minah.
"Iya bu , terima kasih" , jawab Alexa sambil menyuapi anaknya makan.
"Berarti sekarang tuan Charlie pemilik perusahaan konveksi dong ya. Benar-benar ikan besar ini. Anak aku harus bisa mendapatkan perhatian dari tuan Charlie dan menjadi istri mudanya" , ucap bu Minah dalam hatinya.
"Bu , tolong gendong Bulan ya. Saya mau sarapan lagi" , ucap Alexa.
"Iya nyonya" , jawab bu Minah sambil mengangkat Bulan.
Ketika Bulan di angkat oleh bu Minah , Bulan langsung menangis.
"Kenapa Bulan menangis ketika digendong sama saya nyonya?" , ucap bu Minah.
"Kayaknya karena Bulan belum terbiasa sama ibu" , ucap Alexa.
Bu Minah mencoba menenangkan Bulan , tapi Bulan tetap saja masih menangis , sampai mbok Siti yang mendengar suara tangisan Bulan di dapur berjalan keluar menuju ke meja makan.
"Bulan kenapa non?" , tanya mbok Siti yang melihat Bulan terus menangis di dalam gendongan bu Minah.
"Kayaknya Bulan belum terbiasa dengan bu Minah mbok , sekarang bu Minah sedang mencoba untuk menenangkannya" , jawab Alexa.
"Biar Bulan sama saya dulu non , kasian nangis terus" , ucap mbok Siti sambil mengambil Bulan dari bu Minah.
"Iya mbok. Bu Minah sudah sarapan belum , kalau belum sarapan bisa sarapan dulu di meja belakang" , ucap Alexa.
"Iya nyonya" , jawab bu Minah sambil berjalan ke belakang.
Bulan langsung tenang begitu dalam gendongan mbok Siti.
__ADS_1