
Frescha yang sedang bergelayut manja di tubuh calon suaminya.
"Sayang , kemaren mba Lulu telpon aku , katanya besok pagi kita akan melakukan pemotretan untuk foto prewedding , tapi masa aku harus ke lokasi studionya jam 4 pagi untuk make up , apa kamu gak bisa bilangin kalau itu terlalu pagi dan aku pasti gak akan bisa bangun" , ucap Frescha dengan manja , sambil memainkan jarinya di dada Jeremi.
"Karena foto prewedding itu lama lho sayang , ditambah kamu banyak mau ganti model baju , itu aja kita bisa sampai malam lho sayang" , jawab Jeremi sambil mengelus kepala Frescha.
"Ya sudah deh kalau gitu , tapi bagaimana aku bisa bangun pagi banget begitu" , ucap Frescha dengan manja.
"Kamu tidur sama aku saja di sini malam ini sayang" , ucap Jeremi.
"Mama dan papa aku pasti gak akan mengizinkannya sayang , yang waktu itu aku pulang sampai jam 1 malam itu saja papa marah sama aku" , jawab Frescha.
"Padahal kan papa dan mama kamu sudah tau kalau kita sudah sering tidur bersama , jadi seharusnya gak ada masalah kan , lagian juga kita sudah pasti akan menikah , ini saja gak sampai 3 bulan kita juga akan sah sebagai suami istri" , ucap Jeremi.
"Tapi papa dan mama kamu bagaimana , apa mereka mengizinkan aku tidur disini bersama dengan kamu?" , tanya Frescha.
"Kamu tenang saja sayang , papa dan mama aku sedang ke luar kota mengurus perusahaan di sana dan gak akan pulang sampai hari senin , jadi kita mau bermesraan disini juga gak akan masalah" , ucap Jeremi.
"Kamu enak , orang tua kamu sering keluar kota , kalau orang tua aku mana ada pergi-pergi , setiap hari jaga warung saja terus" , ucap Frescha.
"Setelah kita menikah kan kamu juga gak akan tinggal disana lagi sayang" , jawab Jeremi.
"Iya , setelah menikah kan aku akan tinggal disini dan semuanya akan disiapin oleh asisten rumah tangga , aku senang sekali sayang bisa hidup di rumah mewah kamu" , ucap Frescha sambil mengangkat kepalanya dan mencium bibir Jeremi.
Setelah mereka puas berciuman.....
"Nanti setelah menikah kita gak tinggal disini sayang , kita akan tinggal di rumah lain" , ucap Jeremi.
"Kita dikasih rumah sayang" , ucap Frescha dengan mata yang berbinar.
"Iya sayang , tapi rumahnya aku juga gak tau dimana" , ucap Jeremi yang hanya tau kalau dia disuruh keluar dari rumah megah itu setelah pernikahannya dengan Frescha.
"Pasti rumahnya sama besarnya dengan yang disini ya sayang" , ucap Frescha yang sudah membayangkan nanti dia memiliki istananya sendiri dan hidup bagaikan ratu disana.
Jeremi hanya bisa tersenyum dan tidak mau mengatakan kebenarannya kalau mereka mungkin akan tinggal di rumah kontrakan petakan kecil dan hidup berjuang dari nol.
"Sayang , aku coba telpon mama dulu ya untuk bilang kalau aku gak pulang hari ini ke rumah" , ucap Frescha.
"Iya sayang" , jawab Jeremi.
Frescha bangun dan turun dari kasur mengambil ponselnya yang ada didalam tas.
Setelah itu Frescha menyentuh nama mama Vivi yang ada di layar ponselnya.
__ADS_1
Mama Vivi yang sedang melayani pelanggan di warungnya , begitu mendengarkan suara ponselnya berbunyi , langsung mengangkatnya.
"Halo" .
"Halo ma , hari ini aku gak pulang ke rumah ya" , ucap Frescha.
"Memangnya kamu kemana lagi nak?" , ucap mama Vivi.
"Besok pagi aku sudah harus ke studio foto ma , jam 4 pagi , jadi aku tidur di rumah Jeremi" , ucap Frescha.
"APA!!!! Gak baik nak , kamu dirumah saja , besok pagi baru pergi ke studio foto" , ucap mama Vivi.
"Tapi gak bisa ma , susah kalau seperti itu" , jawab Frescha.
"Bu , cepetan dong , saya masih ada jadwal kuliah siang ini" , ucap pelanggan tersebut yang melihat mama Vivi masih mengobrol di ponselnya.
"Iya , iya , sebentar ya , saya ambilkan sekarang makanannya" , ucap mama Vivi.
"Sudah dulu ya nak , nanti deh kamu telpon lagi , mama sibuk sekarang" , ucap mama Vivi.
"Pokoknya aku gak pulang ya ma , aku nginap disini" , ucap Frescha.
"Ya , terserah kamu deh , kamu memang gak bisa diatur" , ucap mama Vivi sambil meletakkan ponselnya dan menyiapkan makanan pelanggannya.
"Jadi bagaimana sayang?" Dibolehkan sama mama kamu?" , ucap Jeremi sambil membelai kepala Frescha.
"Aku bilang pokoknya aku gak akan pulang , jadinya ya mau gak mau mama setuju" , ucap Frescha.
"Gitu dong sayang , nanti setiap mau libur kuliah , kamu ngomong gitu aja , jadi kan kita bisa bercinta semalaman" , ucap Jeremi yang sudah mulai memasukkan tangannya ke bawah baju Frescha.
"Iya sayang , tapi sekarang aku lapar sayang , kita pergi makan seafood ya" , ucap Frescha dengan manja.
"Jangan ya sayang , kita makan yang lain saja ya" , ucap Jeremi.
"Kamu kenapa sih belakangan selalu menolak permintaan aku , aku mau spa gak boleh , aku mau bermain-main sama kamu di hotel gak boleh , aku mau belanja banyak gak boleh , aku mau makan seafood juga gak boleh" , ucap Frescha.
"Iya , aku lagi gak pengen sayang , aku lagi pengen makan makanan padang" , jawab Jeremi sambil berbohong , karena kalau makan seafood , dia akan susah lagi untuk mengumpulkan uangnya , mana kartu kreditnya juga sudah di blokir sama papanya.
"Tapi aku pengen seafood sayang , aku mau lobster dan kepiting" , ucap Frescha.
"Itu kan mahal sayang" , jawab Jeremi.
"Kamu kan kaya , dulu aja kamu selalu mau makan bersama dengan aku , untuk makan satu atau dua juta kan gak masalah untuk kamu , sedangkan dulu kita menginap saja di kamar yang sejuta lebih satu malam" , ucap Frescha.
__ADS_1
"Itu dulu sayang , sekarang kita sudah mau menikah , kita harus lebih berhemat" , ucap Jeremi.
"Kenapa harus berhemat? Apa perusahaan papa kamu mulai bangkrut?" , tanya Frescha.
"Gak sayang , tapi aku sekarang di jatah uang bulanannya" , ucap Jeremi.
"Kenapa bisa begitu?" , tanya Frescha sambil menaikkan kepalanya melihat Jeremi.
"Orang tua aku mau kita mandiri sayang , jadi setelah kita menikah aku harus mencari pekerjaan" , ucap Jeremi dengan lirih.
"APA!!!" , ucap Frescha sambil membulatkan matanya.
Berarti aku gak akan hidup seperti ratu didalam istana dong.
"Kalau seperti itu kita gak usah saja menikah" , ucap Frescha.
"Apa kamu yakin gak mau menikah sama aku , kita sudah tidur hampir setiap hari berdua , kamu yakin bisa mencari pria yang mau menerima kamu setelah mengetahui kamu sudah gak perawan lagi?" , tanya Jeremi.
"Tapi kalau hidup aku gak seperti ratu , ya aku gak mau" , ucap Frescha.
"Tapi aku akan selalu menjadikan kamu ratuku sayang" , ucap Jeremi.
"Tapi apa gunanya jadi ratu kamu kalau aku gak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan" , ucap Frescha.
"Aku pasti akan berusaha untuk memenuhi keinginan kamu , tapi kalau yang mahal jangan dulu ya sayang" , ucap Jeremi.
"Tapi aku suka semuanya yang mahal Jeremi" , ucap Frescha sambil turun dari kasur dan mengambil tas nya.
"Kalau kamu pergi dari sini sekarang , aku akan kabulkan keinginan kamu untuk membatalkan pernikahan kita , lagian kalau aku gak jadi menikah dengan kamu , aku gak akan hidup susah dan aku masih tinggal dirumah ini , untuk mencari wanita lain yang bisa memuaskan aku juga gak butuh waktu lama akan bisa mendapatkannya" , ucap Jeremi.
Mendengar perkataan Jeremi membuat Frescha langsung terduduk di lantai dan menangis disana.
Jeremi yang mendengarkan suara tangisan Frescha , langsung datang menghampirinya.
"Kenapa kamu menangis?" , tanya Jeremi.
"Kamu jahat , kamu dengan mudahnya mau mencampakkan aku setelah mengambil keperawanan aku" , ucap Frescha sambil menangis.
"Kamu kan yang mau kita tidak jadi menikah tadi , kalau gak jadi menikah ya tandanya kita putus" , ucap Jeremi.
"Kamu jahat...kamu jahat...." , ucap Frescha sambil memukul-mukul tubuh Jeremi.
"Sudah...sudah...makanya kamu jangan kayak gitu terus , aku juga gak akan meniggalkan kamu" , ucap Jeremi sambil memegang tangan Frescha dan memeluk tubuhnya.
__ADS_1
Frescha menangis dengan keras di dalam pelukan calon suaminya itu.