
Malam itu Felix tidak main-main dengan perkataannya.
Felix benar-benar mengajak Vio ke klub malam.
Sampai di depan Rose klub malam , mereka turun dari motor dan masuk ke sana.
Petugas di sana bertanya , "untuk berapa orang?"
"Kami ingin mencari pekerjaan disini" , ucap Felix.
"Baiklah , ditunggu sebentar ya" , jawab petugas disana.
Petugas tersebut memasuki ruangan khusus karyawan.
"Bos Vikar , ada dua anak muda mencari pekerjaan diluar" , ucap petugas tersebut kepada Vikar.
"Barang bagus gak?" , tanya Vikar.
"Yang cowoknya ganteng dan ceweknya juga cantik" , ucap petugas tersebut.
"Baiklah , kamu suruh masuk kesini" , ucap Vikar.
"Baik bos" , jawab petugas tersebut sambil berjalan keluar.
********
"Ayo kalian ikut saya" , ucap petugas itu kepada Felix dan Vio ketika dia sudah sampai diluar.
Vio dan Felix pun mengikuti petugas tersebut masuk ke ruangan yang ditunjukkan oleh petugas tersebut.
"Ini bos anaknya" , jawab petugas tersebut.
"Ok juga" , ucap Vikar.
Petugas itu pun permisi dari sana , tinggallah Vio , Felix , bos Vikar dan beberapa wanita penghibur yang sedang berdandan di ruangan itu.
"Jadi kalian mau kerja apa disini?" , tanya Vikar.
"Saya bisa bermain biola , kalau disini membutuhkan pemain musik , saya bisa", ucap Vio.
"Coba kamu mainkan dulu biola kamu", ucap Vikar.
Vio mulai membuka tas biolanya dan mengeluarkan biolanya dari sana.
Setelah itu Vio mulai memainkan lagu yang dia ketahui dengan biolanya , meskipun permainannya tidak sebagus Alexa , tapi permainan biola Vio masih enak untuk didengarkan.
"Baiklah , aku suka dengan permainan kamu , tapi kerjanya hanya sabtu dan minggu saja ya , karena disini paling rame hari itu saja" , ucap Vikar.
"Baik pak" , jawab Vio.
"Cowok ganteng satu ini mau kerja apa?" , tanya Vikar.
"Saya bisa menjadi pelayan disini bos" , jawab Felix.
"Jadi pengantar minuman boleh saja , kamu bisa bekerja mulai besok setiap jam 9 malam - jam 4 pagi" , ucap Vikar.
"Saya masih kuliah , apa saya boleh kerjanya dari hari Jumat-Minggu saja" , tanya Felix.
"Ya tentu boleh , tapi gaji kamu dihitung harian ya" , ucap Vikar.
__ADS_1
"Iya bos , terima kasih" , ucap Felix.
Felix dan Vio pun keluar dari Rose klub malam dan menuju ke parkiran motor Felix.
Setelah naik di atas motor , Felix mulai melajukan motornya di jalan raya malam itu.
"Kita mau kemana lagi Felix?" , tanya Vio.
"Kita jalan-jalan sebentar ya , kamu mau beli makanan apa?" , tanya Felix.
"Bukannya uang kamu sudah gak ada" , jawab Vio.
"Besok kan kita sudah mulai kerja , jadi kalau sisa uang kita dikumpulkan , kita masih bisa makan sampai besok siang" , ucap Felix.
"Oh iya , kamu benar juga...aku juga besok mulai kerja disana" , jawab Vio.
"Jadi kita mau makan apa?" , tanya Felix.
"Makan mie ayam aja ya , murah meriah kenyang" , jawab Vio sambil terkekeh.
"Baiklah" , ucap Felix sambil menjalankan motornya mencari tukang jual mie ayam di pinggir jalan.
Tidak lama mereka melihat ada tukang jual mie ayam di pinggir jalan , Felix langsung memarkirkan motornya dan mereka turun disana sambil memesan 2 mie ayam.
Sambil menunggu makanannya jadi , Felix dan Vio duduk di kursi plastik yang disediakan disana sambil melihat jalanan yang ramai pada malam minggu itu.
Tidak lama tukang jual mie ayam mengantarkan makanan mereka.
Felix dan Vio pun memakan makanannya sampai habis tanpa ada obrolan diantara mereka.
Setelah menghabiskan makanannya , Felix dan Vio membayar makanan mereka , setelah itu mereka naik ke atas motor Felix.
Felix melajukan motornya untuk berjalan-jalan sebentar di jalan , setelah itu baru mereka pulang ke kostan Felix.
Felix dan Vio yang sudah mengganti baju mereka sudah berada di atas kasur Felix yang kecil itu , mereka pun harus tidur dengan saling berdekatan supaya bisa tidur di kasur ukuran singel tersebut.
"Vio , apa mau kita tinggal bersama aja mulai sekarang?" , tanya Felix.
"Apa kamu melamar aku Felix?" , tanya Vio.
"Aku belum melamar kamu , aku cuma mau kita tinggal bersama supaya kita lebih mudah untuk pergi kerja dan kalau aku menginginkannya aku gak perlu main sendiri lagi" , ucap Felix.
Vio yang awalnya sangat bahagia mendengar ajakan Felix untuk tinggal bersama karena Vio mengira kalau Felix akan menikahinya.
Tapi ternyata dia salah , Felix mengajaknya tinggal bersama bukan maksud untuk menikahinya , tapi untuk selalu bisa memuaskan hasratnya yang sangat tinggi itu , seketika Vio menjadi kecewa , tapi dia juga tidak mau melepaskan Felix , karena Felix telah merenggut keperawanannya dan sampai sekarang juga mereka masih terus melakukannya.
"Baiklah Felix , aku akan tinggal bersama kamu , aku juga pusing dirumah dengar papa dan mama berantem terus" , jawab Vio.
"Terima kasih ya Vio sayang" , ucap Felix sambil memainkan jarinya di atas dada Vio , benda kenyal yang membuat Felix selalu ingin menyentuhnya setiap saat.
"Tapi kasur kamu terlalu sempit buat kita berdua" , ucap Vio.
"Setelah kita bekerja , kita kan bisa menambah kasur disini" , ucap Felix.
"Baiklah" , jawab Vio.
Setelah itu mereka pun tidur sambil berpelukan seperti biasanya.
********
__ADS_1
Alexa yang sudah bangun pagi itu langsung menuju ke lemari baju , mengambil bajunya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai mandi , Alexa dandan natural seperti biasanya , lalu Alexa yang sudah siap dandan , mengambil undangan yang akan dibagikan oleh mbok Siti dan membawanya ke bawah menuju ke meja makan.
"Mbok" , panggil Alexa.
"Iya non" , jawab mbok Siti sambil keluar dari dapur dan menuju meja makan.
"Ini undangan yang untuk tetangga disini ya mbok , nanti tolong mbok bagikan ya" , ucap Alexa.
"Iya non" , jawab mbok Siti sambil mengambil undangan yang diberikan oleh Alexa.
"Kak Charlie belum turun kebawah ya?" , tanya Alexa.
"Belum non" , jawab mbok Siti.
"Ya udah , kalau gitu aku sarapan duluan aja" , ucap Alexa.
"Baik non , mbok ambilkan bihun gorengnya dulu ya" , ucap mbok Siti.
"Iya mbok" , ucap Alexa sambil duduk di meja makan.
Tidak lama mbok Siti keluar sambil membawakan sepiring bihun goreng.
"Mau minum apa non , pagi ini?" , tanya mbok Siti.
"Jus jeruk aja ya mbok" , jawab Alexa.
"Baik non" , ucap mbok Siti sambil berjalan menuju ke dapur.
Tidak lama Charlie yang sudah selesai mandi dan menggunakan baju kaos dan jeansnya keluar dari kamar dan turun ke bawah menuju ke meja makan.
"Pagi Alexa" , ucap Charlie.
"Pagi kak , ayo sarapan dulu" , ucap Alexa.
"Iya" , jawab Charlie sambil duduk di meja makan.
Tidak lama mbok Siti keluar dari dapur membawakan jus untuk Alexa.
"Den Charlie sudah turun , mau sarapan sekarang den?" , tanya mbok Siti.
"Iya mbok" , jawab Charlie.
"Baiklah , mbok ambilkan dulu ya makanannya , lalu mau minum apa den?" , ucap mbok Siti.
"Aku minum teh manis hangat saja mbok" , jawab Charlie.
"Baik den" , ucap mbok Siti sambil berjalan menuju ke dapur.
Tidak lama mbok Siti keluar membawakan satu piring bihun goreng dan satu gelas teh manis hangat.
"Terima kasih mbok" , ucap Charlie ketika mbok Siti sudah meletakkan makanan di meja.
"Iya , sama sama den" , jawab mbok Siti sambil berjalan menuju ke dapur.
"Kak , nanti kita ke bandara jam berapa?" , tanya Alexa.
"Jam 9 aja ya jalannya , pesawat mereka sampainya jam 10 , dari sini kita ke bandara juga satu jam , jadinya waktunya juga pas" , jawab Charlie.
__ADS_1
"Iya kak" , jawab Alexa.
Setelah itu Alexa dan Charlie memakan sarapannya sambil mengobrol ringan.