
Alexa yang sudah sampai di rumahnya di kota B , langsung merebahkan tubuhnya di atas kasurnya yang empuk itu.
"Kamu bahagia banget sampai di rumah sayang?" , ucap Charlie sambil tersenyum melihat istrinya.
"Iya mas , disini aku bisa bebas melakukan apa yang aku mau , kalau di rumah mama aku terbatas banget , mau mandi tunggu mama kabari dulu , mau makan juga mama yang panggil dulu , bahkan untuk memandikan Bulan juga mama yang melakukannya , aku merasa seperti gak bisa melakukan apa apa disana" , ucap Alexa.
Charlie berjalan naik ke atas kasur setelah mengganti bajunya dengan kaos dan celana pendek.
"Itu karena kamu belum terbiasa saja hidup di rumah sederhana sayang" , ucap Charlie sambil melihat istrinya dan mengelus wajah istrinya dengan tangannya.
"Tapi aku beneran merasa gak nyaman selama disana mas" , ucap Alexa.
"Sekarang kan kita juga sudah pulang ke sini sayang , nanti juga belum tau kapan kita pergi kesana lagi" , jawab Charlie.
"Kenapa rumah mama gak di renovasi saja mas , buat 2 lantai , nanti kamar kita dibuat kamar mandi di dalam , jadi selama kita kesana aku gak perlu canggung lagi" , ucap Alexa.
"Mama yang gak mau direnovasi rumahnya sayang" , ucap Charlie dengan lembut.
"Kamu coba ngomong sama mama dong mas" , ucap Alexa.
"Iya , nanti ya aku coba ngomong sama mama dulu , lagian sekarang Frescha juga gak tinggal di rumah mama sayang , pasti mama gak mau" , ucap Charlie.
"Ya sudah deh mas" , ucap Alexa sambil duduk dan turun dari kasur.
"Kamu mau kemana sayang?" , tanya Charlie.
"Mau ganti baju aku dengan daster mas" , jawab Alexa.
Charlie pun menganggukkan kepala sambil melihat istrinya yang sedang mengganti baju di depan lemari.
"Kamu mau kemana lagi sayang?" , tanya Charlie yang melihat istrinya mau berjalan keluar dari kamar.
"Aku mau minta mbok Siti buatin MPASI buat Bulan mas" , jawab Alexa.
"Baiklah sayang" , jawab Charlie.
Charlie mengambil remote TV dan menyalakannya sambil melihat Bulan yang ada di atas kasur mereka.
Alexa berjalan turun ke bawah dan menuju ke dapur.
"Mbok , tolong buatin MPASI buat Bulan ya" , ucap Alexa.
"Baik non , bagaimana pestanya kemaren non?" , tanya mbok Siti.
"Berjalan dengan lancar mbok" , jawab Alexa.
"Selama disana asik dong non , ada tuan dan nyonya dan Frescha yang bisa menemani Bulan" , ucap mbok Siti.
"Iya mbok , selama disana mama yang bantuin aku buatin MPASI untuk Bulan , sampai mandikan Bulan juga mama yang melakukannya" , ucap Alexa.
"Memangnya si non gak bisa mandikan Bulan disana?" , tanya mbok Siti.
"Gak bisa mbok , memandikannya pakai baskom , aku takut nanti Bulan tergelincir" , jawab Alexa.
Mbok Siti menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Frescha gimana non , masih sombong juga gak?"
"Masih mbok , malah dia sering gak dirumah sampai tengah malam , ketika hari pernikahan dia mau tiba , dia pulangnya tengah malam" , ucap Alexa.
"Kenapa begitu non?"
"Dia tidur dengan pacarnya mbok" , jawab Alexa.
Tangan mbok Siti yang sedang memotong bahan-bahan untuk MPASI langsung berhenti , karena terkejut mendengarkan perkataan Alexa.
"Jadi Frescha menikah karena hamil duluan non?" , tanya mbok Siti.
"Gak hamil mbok , cuma karena dia sudah sering tidur bersama dengan pacarnya , papa minta cowoknya untuk menikahinya" , jawab Alexa.
"Lebih baik begitu non , dari pada tiba-tiba hamil , cowoknya gak bertanggung jawab" , ucap mbok Siti sambil melanjutkan pekerjaannya.
"Iya mbok" , jawab Alexa.
Setelah beberapa waktu MPASI yang dibuat oleh mbok Siti sudah jadi.
"Malam ini mau makan apa non?" , tanya mbok Siti.
"Aku mau spaghetti seafood saja mbok , setelah ini tolong belikan macaron yang biasa ya mbok , aku lagi pengen" , ucap Alexa.
"Gak ngidam lagi kan non?" , ucap mbok Siti.
"Ya gak la mbok , aku kan lagi gak hamil" , jawab Alexa.
"Kirain si non hamil lagi , kan bisa saja non" , ucap mbok Siti sambil terkekeh.
"Baiklah non , nanti macaron mau beli berapa kotak?"
"Beli 5 kotak besar saja mbok , kemaren mas Charlie juga suka" , ucap Alexa.
"Baiklah non , mbok pergi sekarang ya , sekalian mau beli bahan untuk masak spaghetti" , ucap mbok Siti.
"Iya mbok" , jawab Alexa sambil berjalan menuju ke atas membawakan MPASI untuk anaknya.
Begitu Alexa sampai di atas , Alexa membuka pintu kamarnya , terdengar suara tangisan Bulan disana.
"Bulan kenapa mas?" , tanya Alexa.
"Gak tau sayang , nangis terus , aku kasih empeng gak mau , aku lihat popoknya masih kering , aku kasih minum air gak mau" , ucap Charlie.
"Kayaknya Bulan sudah mulai lapar mas" , ucap Alexa sambil berjalan naik ke atasnya.
.
.
"Kita makan dulu ya sayang" , ucap Alexa sambil menyuapkan MPASI ke mulut Bulan.
Bulan langsung diam begitu mencicipi MPASI yang dibuatkan oleh mbok Siti.
"Anak mama lapar ya" , ucap Alexa ketika melihat anaknya yang sedang digendong oleh Charlie langsung diam.
__ADS_1
"Iya sayang , kayaknya anak kita sudah lapar" , ucap Charlie.
"Iya mas" , jawab Alexa sambil tersenyum dan terus menyuapi anaknya.
"Aku bersyukur banget lihat Bulan makannya gak rewel sayang" , ucap Charlie.
"Iya mas , aku juga sangat bersyukur melihat Bulan yang gampang makan , minum ASI juga banyak , sekarang tubuhnya juga sudah mulai membulat" , ucap Alexa sambil tersenyum.
Charlie pun menganggukkan kepalanya sambil terus melihat anaknya.
********
Frescha dan Jeremi yang sudah selesai mandi siang itu , keluar bersama untuk membeli bahan makanan untuk dirumahnya.
Jeremi menjalankan mobilnya menuju ke Fresh Market yang ada di dekat sana.
Sampai di Fresh Market....
"Sayang , kamu bisa masak apa?" , tanya Jeremi sambil mendorong troli yang ada disana.
"Aku gak bisa masak sayang" , ucap Frescha.
"Apa!!! Mulai sekarang kamu harus belajar masak ya , kita jangan makan diluar terus , kita harus mulai berhemat mulai sekarang" , ucap Jeremi.
"Baiklah , tapi kalau gak enak , aku gak tau ya" , ucap Frescha.
"Yang penting kamu mau belajar terus buat sampai enak" , ucap Jeremi.
"Baiklah sayang" , jawab Frescha.
Jeremi dan Frescha mulai mencari bahan-bahan makanan dan sembako.
"Sayang , nanti kamu juga yang cuci baju dan setrika ya" , ucap Jeremi ketika mereka sedang di sabun cuci baju.
"Kenapa sampai mencuci baju dan setrika juga aku sayang?" , tanya Frescha.
"Kan kamu istri aku , jadi kamu yang harus melakukannya" , ucap Jeremi.
"Selama aku tinggal sama mama , aku gak pernah melakukan semua itu sayang" , ucap Frescha dengan manja.
"Mulai sekarang kamu harus bisa melakukannya sendiri ya sayang" , ucap Jeremi sambil menyentuh hidung Frescha dengan jarinya.
"Kenapa kita gak pakai pembantu saja sayang?" , ucap Frescha.
"Kalau sekarang kita gaji pembantu , uang kita akan cepat habis sayang , aku kan belum mendapatkan pekerjaan" , ucap Jeremi.
"Aku setiap bulan dapat uang jajan dari kakak dan kakak ipar aku sayang , apa kita gunakan uang itu untuk menggaji pembantu" , ucap Frescha.
"Lebih baik uangnya kita simpan dulu sayang , kita belum bayar iuran bulanan rumah , listrik , air juga kan" , ucap Jeremi.
"Kenapa setelah menikah hidup kita jadi susah begini sayang?" , ucap Frescha.
"Kamu kan yang mau kita menikah cepat , sekarang kita sudah menikah , mau gak mau kita harus bisa menjalani hidup kita berdua" , ucap Jeremi.
"Baiklah sayang" , jawab Frescha.
__ADS_1