Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Sinar Bulan Ep 2


__ADS_3

Fani yang sudah keluar dari ruangan Charlie langsung menuju ke bagian tukang jahit.


"Mohon perhatiannya sebentar , apabila disini ada saudara atau keluarga atau teman yang sedang mencari pekerjaan bisa datang langsung besok pagi ke sini ya buat bantu kerjaannya Heri" , ucap Fani.


"Kerjaannya apa Fani?" , tanya mba Nunung.


"Membentuk souvernir handuk menjadi seperti bunga mba" , jawab Fani.


"Oh , bukan pekerjaan yang sulit , nanti aku coba tanya di rumah kalau ada yang mau kerja" , ucap mba Nunung.


"Iya mba , lebih cepat lebih baik ya , karena Heri butuhnya cepat" , ucap Fani.


"Baiklah Fani" , ucap mba Nunung.


Setelah itu Fani berjalan menuju ke tukang pola , tukang bordir dan bagian QC dan mengumumkan hal yang sama seperti tadi disana.


********


Bu Nunung yang teringat beberapa hari yang lalu Reni menanyakan kerjaan dengannya , langsung mengambil ponselnya dan menelpon Reni.


Andi yang sedang duduk di atas kasur sambil menonton televisi , mendengarkan ponsel Reni berbunyi.


Andi mengambil ponsel Reni dan memberikannya kepada Reni yang sedang mencuci baju di dalam kamar mandi.


"Sayang , ada yang menelpon kamu" , ucap Andi.


"Siapa yang menelpon aku sayang?" , tanya Reni.


"Tulisannya mba Nunung" , ucap Andi.


"Tolong angkatin dan letakin di telinga aku sayang" , ucap Reni yang tangannya dipenuhi oleh busa sabun saat itu.


Andi menyentuh tombol terima panggilan telpon disana dan meletakkannya di telinga Reni.


"Halo" , jawab Reni.


"Halo Reni , disini lagi mencari karyawan , kalau kamu mau , besok langsung datang saja ke sini" , ucap mba Nunung.


"Saya pikirkan dulu ya mba , terima kasih atas informasinya" , ucap Reni.


"Iya Reni , sama sama" , jawab mba Nunung.


Setelah itu mba Nunung memutuskan sambungan panggilan telponnya.


"Kenapa mba Nunung itu telpon kamu sayang?" , tanya Andi.


"Katanya di AH Konveksi sedang mencari karyawan sayang , kalau aku berminat besok bisa langsung datang ke sana" , ucap Reni.


"Itu bukannya tempat kerja kamu yang lama?" , tanya Andi.


"Iya kamu benar sayang" , jawab Reni.


"Apa kamu mau mencobanya sayang?" , tanya Andi.


"Apa aku akan diterima disana Andi , secara pemiliknya saja benci banget sama aku , bukankah waktu itu kamu sudah lihat bagaimana dia bicara dengan aku , ketika kita bertemu dengan mereka di tempat jual martabak" , ucap Reni dengan lirih.


"Kalau kamu mau mencobanya boleh saja sayang , apalagi kan sudah beberapa bulan kamu mencari kerja tapi tidak dapat sampai sekarang , kejadiannya kan juga sudah berlalu , sekarang juga kamu sudah berubah , status kamu juga sudah menikah dengan aku , siapa tau bos kamu mau menerima kamu" , ucap Andi.


"Aku coba pikirkan dulu ya sayang" , jawab Reni sambil terus mencuci baju mereka.


********

__ADS_1


Charlie yang sudah selesai meeting sore itu dengan pak Ilham , langsung mematikan laptopnya dan mengambil tas kerjanya , karena dia sudah gak sabaran mau pulang ke rumah bertemu dengan istri dan anaknya.


Charlie berjalan keluar dari ruangan kerjanya dan menuju ke mobilnya.


Sampai di mobil , Charlie menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang di jalanan yang sedang padat sore itu.


Setelah beberapa waktu , mobil yang dibawa oleh Charlie sudah sampai di depan rumah.


Pak Tono dengan sigap membukakan pagar untuk Charlie.


Charlie langsung menjalankan mobilnya masuk sampai ke halaman rumah , begitu pintu pagar sudah terbuka.


"Sudah pulang tuan muda" , ucap mbok Siti yang sedang membersihkan halaman depan rumah.


"Iya mbok , Alexa sedang ngapain mbok?" , tanya Charlie.


"Non Alexa dari tadi di dalam kamar saja tuan bersama nona kecil" , jawab mbok Siti.


"Baiklah mbok , kalau gitu aku ke kamar dulu ya" , ucap Charlie.


"Iya tuan muda" , jawab mbok Siti sambil melanjutkan lagi membersihkan halaman.


Charlie melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju ke kamarnya.


Sampai di depan kamar , Charlie langsung membuka pintu kamarnya.


"Sayang" , panggil Charlie.


Tidak ada jawaban dari dalam.


Charlie berjalan masuk ke dalam , terlihat Alexa yang tertidur di atas kasur dengan tubuh atasnya yang terbuka.


"Pasti istriku sayang ketiduran ketika menyusui Bulan" , ucap Charlie sambil berjalan mendekati tubuh Alexa di atas kasur.


"Tunggu sebentar ya sayang , papa cuci tangan dulu" , ucap Charlie sambil berjalan menuju ke kamar mandi.


Setelah selesai mencuci tangannya , Charlie berjalan menuju ke atas kasur.


Charlie menutupi tubuh atas istrinya yang terbuka disana.


Lalu Charlie mengangkat Bulan dan menggendongnya.


"Anak papa ngapain saja sama mama?" , tanya Charlie.


Meskipun anaknya belum bisa menjawabnya , tapi Charlie sangat suka mengajak ngobrol anaknya itu.


Tidak lama Alexa yang terbangun dari tidur , terkejut begitu melihat tidak ada Bulan disana.


"Bulan...Bulan..." , teriak Alexa.


Charlie yang sedang berdiri di dekat jendela balkon mendengarkan suara Alexa memanggil anaknya , langsung berjalan menuju ke kasur.


"Bulan sama aku sayang" , ucap Charlie.


"Ternyata kamu sudah pulang mas , aku kirain Bulan hilang , aku sudah takut tadi mas" , ucap Alexa yang tubuhnya masih bergetar karena ketakutan tadi.


"Iya sayang , ketika aku pulang , aku lihat kamu sedang tidur , aku gak mau membangunkan kamu , karena malam nanti kamu pasti akan kurang tidur" , ucap Charlie sambil mengambilkan segelas air yang terletak di atas meja kecil yang ada di dalam kamar dan memberikannya kepada Alexa.


"Iya mas" , jawab Alexa sambil mengambil gelas yang diberikan suaminya dan meminumnya.


"Kamu sudah mandi mas?" , tanya Alexa ketika dia sudah tenang.

__ADS_1


"Belum sayang" , jawab Charlie.


"Kamu mandi dulu mas , biar Bulan sama aku" , ucap Alexa.


"Iya sayang , kamu rapikan dulu baju kamu" , ucap Charlie sambil tersenyum.


"Oh iya mas , tadi aku ketiduran ketika menyusui Bulan" , jawab Alexa sambil tersenyum dan mulai menggunakan baju kaos longgarnya.


"Iya sayang" , ucap Charlie sambil memberikan Bulan kepada Alexa.


"Aku mandi dulu ya sayang" , ucap Charlie sambil mencium bibir istrinya.


"Iya mas" , jawab Alexa sambil tersenyum , setelah Charlie melepaskan bibirnya.


Charlie berjalan menuju ke lemari untuk mengambil pakaian rumahnya dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Alexa mulai meletakkan Bulan di dalam box bayi dan memompa ASI nya yang sudah penuh.


Tidak lama Alexa memompa ASI nya , Bulan mulai menangis di box bayi.


Alexa langsung menghentikan memompa ASI dan melihat anaknya.


"Ternyata kamu pup sayang , pantesan nangis" , ucap Alexa sambil tersenyum.


Alexa yang sudah terbiasa menjaga Bulan selama satu bulan ini , dengan sigap membersihkan dan menggantikan popok Bulan.


Charlie yang sudah selesai mandi saat itu , langsung berjalan menuju ke box bayi.


"Anak papa lagi di ganti popoknya ya sama mama" , ucap Charlie.


"Iya papa , tadi aku pup" , jawab Alexa.


"Untung papa sudah mandi , anak papa sudah wangi" , ucap Charlie.


"Gak ada hubungannya papa" , jawab Alexa sambil terkekeh.


"Biar aku bisa ngomong aja sama anak aku" , ucap Charlie.


"Iya papa" , jawab Alexa sambil tersenyum.


"Kita makan malam dulu yuk sayang" , ucap Charlie ketika melihat Alexa sudah selesai memasangkan baju Bulan.


"Iya mas" , jawab Alexa sambil menggendong Bulan.


Alexa dan Charlie turun bersama menuju ke meja makan.


"Sudah mau makan sekarang non?" , tanya mbok Siti ketika melihat Alexa dan Charlie sudah berada di meja makan.


"Iya mbok" , jawab Alexa.


"Mbok siapin dulu ya" , ucap mbok Siti sambil berjalan menuju ke dapur.


Alexa dan Charlie duduk di sana sambil mengajak anaknya bercanda disana.


Tidak lama mbok Siti sudah menghidangkan semua makanan di meja makan.


"Bulan sama mbok saja dulu non" , ucap mbok Siti yang selalu menjaga Bulan ketika Alexa mau makan.


"Iya mbok" , ucap Alexa sambil memberikan Bulan.


Alexa dan Charlie makan bersama sambil mengobrol.

__ADS_1


Mbok Siti membawa Bulan ke ruang keluarga dan menyanyikan lagu untuk Bulan.


__ADS_2