
Makan malam telah tiba , mama Vivi yang sudah selesai masak , mulai berjalan ke kamar Charlie untuk memanggil anak dan menantunya makan.
Tok...tok...tok...
Charlie yang sedang bermain dengan anaknya di atas kasur , langsung turun dari kasur dan membuka pintu kamarnya.
"Ayo makan malam dulu nak" , ucap mama Vivi.
"Iya ma" , jawab Charlie.
Mama Vivi berjalan masuk kedalam kamar.
"Cucu mama sudah tidur belum?" , tanya mama Vivi.
"Belum ma , ini masih main-main sama aku dan mas Charlie" , jawab Alexa.
"Senang ya bermain sama papa dan mama , sekarang sama nenek dulu ya" , ucap mama Vivi sambil menggendong Bulan.
Alexa dan Charlie juga mama Vivi yang sedang menggendong Bulan , berjalan keluar menuju ke ruang makan.
"Bagaimana disini nak? Apakah kamu bisa beristirahat?" , tanya papa Teddy kepada menantunya.
"Bisa pa" , jawab Alexa sambil tersenyum.
"Syukurlah , papa takut kamu akan tidak nyaman selama disini , karena rumah kami berbeda dengan rumah kamu di kota B" , ucap papa Teddy.
"Papa tenang saja , aku bisa kok disini" , ucap Alexa sambil tersenyum.
"Kamu benar-benar beruntung mendapatkan istri seperti Alexa nak , papa takut memikirkan masa depan adik kamu yang sombong dan gak bisa diatur itu nanti ketika dia sudah menikah" , ucap papa Teddy.
"Bukankah Jeremi anak orang kaya ya pa" , ucap Charlie.
Iya , tapi sepertinya orang tuanya tidak menyukai adik kamu , sejak dari pembicaraan masalah pernikahan itu , orang tua Jeremi sudah tidak pernah kesini lagi , semuanya sudah diatur oleh asisten mereka , dari pergi fitting baju , cari souvernir dan undangan , itu semua diurus oleh asisten mereka.
Ketika Frescha , mama dan papa pergi fitting baju ke butik yang sudah mereka tentukan , kami tidak pernah bertemu dengan orang tua Jeremi.
"Frescha itu anaknya juga seperti itu pa , sama kita saja dia selalu membantah omongan kita , mana pernah dia mau mendengarkan perkataan kita , biarkan saja dia rasakan hidupnya nanti setelah menikah" , ucap mama Vivi.
"Harusnya Jeremi pasti bisa membahagiakan Frescha pa , ma" , ucap Alexa.
"Ya semoga saja ya nak , mama dan papa juga selalu berdoa supaya dia bisa merubah sifat jeleknya dan hidup dengan bahagia setelah menikah nanti" , ucap mama Vivi.
__ADS_1
Setelah itu mereka makan malam bersama sampai makanan mereka habis.
Alexa dan Charlie beserta papa Teddy dan mama Vivi , duduk bersama sambil menonton televisi yang ada di ruang tamu.
"Lihat pa , sudah jam segini , Frescha belum juga pulang , padahal besok pagi dia sudah akan menikah" , ucap mama Vivi.
"Ya biarkan saja ma" , jawab papa Teddy.
Hari sudah semakin malam , Frescha juga gak kunjung pulang ke rumah.
Alexa dan Charlie berjalan masuk ke dalam kamar sambil menggendong Bulan yang sudah tertidur di tangan Charlie.
"Mas , aku gak menyangka kalau Frescha ternyata seperti itu" , ucap Alexa sambil duduk di atas kasur.
"Iya sayang , aku juga gak menyangka dia tumbuh besar menjadi seperti ini" , ucap Charlie sambil meletakkan anaknya di tengah kasur.
"Jadi bagaimana pernikahannya besok pagi mas" , tanya Alexa.
Charlie berjalan mendekati tubuh istrinya dan memeluknya dari belakang.
"Dia pasti akan menikah sayang , sekarang dia pasti sedang bercinta dengan pacarnya", ucap Charlie.
"Dari mana kamu tau mas" , ucap Alexa.
"Apa kamu juga berpikir seperti itu juga mas , ketika bersama dengan aku?" , tanya Alexa.
"Maksudnya sayang?" , tanya Charlie.
"Menghangatkan kasur kamu" , jawab Alexa.
"Gak mungkin aku berpikir seperti itu sayang , kalau aku berpikir seperti itu , mana bisa aku bertahan sampai kamu mengijinkan aku untuk menyentuh kamu ketika kita sudah menikah , kamu saja tidak mengijinkan aku untuk menyentuh kamu , meskipun aku secara diam-diam selalu mencium kening kamu ketika kamu sudah tidur" , ucap Charlie.
"Pantesan aku jadi suka sama kamu , ternyata kamu mantra-mantra in aku setiap malam ya" , ucap Alexa sambil terkekeh.
"Ya bagus dong , berarti mantra aku berhasil" , ucap Charlie sambil mengeratkan pelukannya.
Alexa memutar tubuhnya dan menyentuh wajah suaminya dengan kedua tangannya.
"Kamu benar-benar berhasil membuat aku jatuh cinta sama kamu mas , kamu juga sudah berhasil membuat perusahaan papa aku menjadi lebih sukses dari sebelumnya , aku bahagia menjadi istri kamu mas" , ucap Alexa.
"Terima kasih sayang , aku juga bahagia bisa selalu bersama dengan kamu , aku pasti akan menjaga kamu dan anak kita sampai akhir hayat ku" , ucap Charlie.
__ADS_1
Alexa langsung menciumi bibir suaminya.
Charlie langsung menerimanya dan mulai menuntut ciuman lebih dari istrinya.
********
Frescha yang sudah terbangun dengan tubuh polosnya tengah malam itu , langsung membangunkan Jeremi.
"Sayang , bangun...aku harus pulang besok jam 4 pagi aku sudah harus di dandan dengan MUA" , ucap Frescha sambil mengguncang tubuh polos kekasihnya.
"Apa sayang?" , ucap Jeremi yang baru terbangun.
"Aku harus pulang Jeremi , jam 4 MUA yang mau merias aku akan datang ke rumah , ini sudah jam 12 malam , kamu sih , sudah aku bilang kita jangan melakukannya hari ini , tapi kamu masih mau melakukannya juga , akhirnya kita jadi ketiduran kan karena capek" , ucap Frescha.
"Ya sudah , aku antarkan kamu pulang sekarang" , ucap Jeremi.
Frescha dan Jeremi mulai turun dari kasur dan menggunakan pakaian mereka disana.
Setelah menggunakan pakaian lengkap , Jeremi dan Frescha berjalan keluar dari kamar.
Mama Desy yang kebetulan keluar dari kamarnya malam itu untuk mengambil air minum di bawah , langsung terkejut begitu melihat Frescha dan Jeremi baru keluar dari kamar.
"Mama gak menyangka kamu wanita yang benar-benar tidak tau aturan , harusnya malam ini kamu dirumah istirahat dan gak boleh bertemu dengan calon suami kamu , tapi kenyataannya kamu disini , masih tidur dengan Jeremi untuk memenuhi hasrat kamu , apa kamu gak bisa menunggu beberapa hari saja , setelah ini juga kalian sudah sah menjadi suami istri dan mau kapanpun dan berapa banyak kalian bercinta juga sudah tidak masalah" , ucap mama Desy dengan nada menyindir.
"Tapi ini karena Jeremi yang memintanya ma" , jawab Frescha dengan membela diri.
"Tetap saja kamu tidak tau aturan , biar bagaimana pun anak cewek yang akan menikah harus dipingit dan tidak boleh bertemu dengan calon suaminya sampai hari pernikahan tiba" , ucap mama Desy.
"Sudah ma , aku mau mengantarkan Frescha pulang dulu , besok juga kami akan menikah , mama jangan mengatai istri aku seperti itu" , jawab Jeremi.
"Baiklah nak , setelah ini juga mama gak akan melihat istri kamu lagi" , ucap mama Desy.
Jeremi langsung menarik tangan Frescha untuk pergi dari sana.
"Sepertinya mama kamu gak suka ya sayang , sama aku" , ucap Frescha setelah mereka berada di dalam mobil.
"Biarkan saja sayang , setelah ini juga kita hanya akan tinggal berdua saja nantinya" , ucap Jeremi.
"Iya sayang" , jawab Frescha sambil meletakkan kepalanya di bahu Jeremi.
Setelah beberapa waktu , mobil yang dibawa oleh Jeremi telah sampai di depan rumah Frescha.
__ADS_1
Seperti biasa , Jeremi dan Frescha akan berciuman dulu untuk beberapa saat , baru Frescha turun dari mobil Jeremi dan masuk ke dalam rumahnya.