Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Episode 32


__ADS_3

Setelah selesai mandi Alexa langsung menuju ke dapur.


"Mbok , nama undangan untuk pak RT dan tetangga disini sudah ada belum mbok?" , tanya Alexa.


"Sudah ada nona muda , kemaren mbok sudah minta sama pak RT disini , karena kan yang diundang hanya di blok kita saja , jadinya cuma ada 100 non" , ucap Mbok Siti.


"Iya mbok , ntar kasih aku ya mbok biar bisa di print namanya dan ditempel di undangan , nanti mbok yang tolong bagikan undangan untuk tetangga disini ya" , ucap Alexa.


"Baik nona muda" , jawab mbok Siti.


Charlie yang sudah selesai mandi , menuju ke kamar Alexa.


"Alexa" , panggil Charlie sambil mengetuk pintu kamar Alexa.


Setelah beberapa waktu tetap tidak ada suara disana , akhirnya Charlie memutuskan untuk turun ke bawah.


Terdengar ada suara di dapur , Charlie pun menuju ke dapur.


"Ternyata kamu disini Alexa" , ucap Charlie.


"Iya kak , tadi aku nanya mbok Siti berapa banyak yang akan diundang tetangga disini" , ucap Alexa.


"Jadi ada berapa banyak?" , tanya Charlie.


"Ada 100 kak" , jawab Alexa.


"100 tetangga disini dan 349 karyawan AH Konveksi , berarti masih ada 51 undangan lagi , kamu mau undang siapa?" , tanya Charlie.


"Putri , Gio , pak Handri , pak Carren , kak Yuki , Susi manajer aku dan dokter Reihan , yang lainnya kakak undang teman kakak saja" , ucap Alexa.


"Aku juga gak ada teman disini selain karyawan AH Konveksi , Alexa" , ucap Charlie.


"Ya udah kak , sekarang kita tulis nama yang ada dulu aja , nanti sisanya kita lihat nanti aja" , ucap Alexa.


"Iya Alexa" , jawab Charlie.


"Makanannya sudah jadi nona muda dan tuan muda" , ucap mbok Siti.


"Tolong bawain ke meja makan ya mbok" , ucap Alexa.


"Iya non" , ucap mbok Siti sambil membawa 2 piring makanan ke meja makan.


Alexa dan Charlie menuju ke meja makan dan makan bersama.


"Kak , aku kelupaan...kita belum beli suvenir" , ucap Alexa.


"Oh iya , kamu mau apa?" , tanya Charlie.


"Kayaknya waktunya juga sudah mepet , kalau kita beli handuk polos , lalu di bordir di AH konveksi bisa gak kak?" , tanya Alexa.


"Bisa Alexa" , jawab Charlie.


"Apa gak mengganggu kerjaan mereka kak?" , tanya Alexa.


"Gak Alexa , karena mereka sudah sedikit pekerjaannya sekarang" , jawab Charlie.


"Tapi kapan kita belinya kak?" , tanya Alexa.


"Besok saja ya , setelah kita jemput papa , mama dan adek aku di bandara" , ucap Charlie.

__ADS_1


"Iya kak" , jawab Alexa.


Setelah itu mereka makan sambil mengobrol ringan.


Tidak lama ponsel Charlie berbunyi , Charlie langsung mengambil ponsel di dalam saku celananya.


Terlihat nama mama Vivi di layar ponselnya dan Charlie pun langsung menerima panggilan telpon dari mamanya.


"Halo ma" , jawab Charlie.


"Halo nak , besok kamu jadi kan mau menjemput kita di bandara?" , tanya mama Vivi.


"Iya ma jadi kok" , jawab Charlie.


"Jangan telat ya nak , mama gak pernah ke bandara , mama takut nanti kalau di apa-apakan di kota besar" , ucap mama Charlie.


"Iya ma , besok aku dan Alexa akan lebih cepat ke bandaranya untuk menunggu papa , mama , dan Frescha disana" , ucap Charlie.


"Baiklah nak" , jawab mama Vivi sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Mama kenapa kak?" , tanya Alexa.


"Mama hanya mau memastikan kalau kita akan menjemput mereka besok , karena mama takut katanya" , jawab Charlie.


"Takut kenapa kak , bukannya di bandara aman ya?" , ucap Alexa.


"Mama aku itu orang kampung dan bukan orang kaya Alexa , jadi mama itu jangankan ke bandara , naik pesawat juga belum pernah , baru kali ini mereka pergi dengan pesawat" , jawab Charlie.


"Kasihan banget ya kak , tau gitu harusnya kakak kesana buat jemput mereka" , ucap Alexa.


"Gak apa apa Alexa , kan ada Frescha" , jawab Charlie.


"Belum pernah , tapi kan dia sekolah , jadi paling gak dia bisa menanyakan kalau ada yang dia tidak mengerti disana , jadi papa dan mama aku juga gak terlalu canggung juga selama di bandara" , jawab Charlie.


"Iya di bandara juga semuanya ada petunjuknya dan tertulis dengan sangat jelas" , ucap Alexa.


"Iya Alexa" , jawab Charlie.


Tidak lama mbok Siti membawakan selembar kertas berisikan nama-nama yang akan diundang di dekat rumah Alexa.


"Ini tuan muda , nama yang sudah mbok minta ke pak RT" , ucap mbok Siti.


"Baik mbok , terima kasih ya" , ucap Charlie.


"Iya sama sama tuan muda" , jawab mbok Siti sambil berjalan ke belakang.


Alexa dan Charlie berjalan ke atas dan masuk ke ruangan Alexa , karena laptop dan printer hanya ada di kamar Alexa.


Charlie mulai me print nama-nama yang sudah ada dan mengetik nama baru yang diberikan oleh mbok Siti beserta beberapa nama yang mau diundang Alexa.


Setelah nama-nama sudah ada yang di print , Alexa mulai menempelkan satu persatu nama di atas undangannya.


Sampai akhirnya sudah tengah malam dan semua undangan sudah ditempeli dengan nama tamu yang akan diundang.


Charlie dan Alexa beristirahat malam itu , Charlie berjalan keluar dari kamar Alexa dan menuju ke kamarnya untuk istirahat.


********


Vio yang sudah terbangun dengan tubuh polosnya di kostan Felix , merasakan perutnya sangat lapar , karena dari dia datang mereka belum makan apa pun , langsung bermain panas di atas kasur.

__ADS_1


Vio pun membangunkan Felix.


"Felix...." , panggil Vio sambil mengguncangkan tubuh polos Felix.


"Kenapa Vio?" , tanya Felix.


"Aku lapar , cari makanan yuk" , ucap Vio.


"Uang aku udah mau habis Vio , makan pop mie aja ya , masih ada di lemari aku" , ucap Felix.


"Kamu belum dikirimin uang dari orang tua kamu?" , tanya Vio.


"Ada , tapi aku baru membeli kaset game kemaren , jadinya uang jajan aku berkurang" , jawab Felix.


"Kamu sih pakai acara beli kaset permainan game , itu kan mahal" , ucap Vio.


"Ya , aku kira kan kalau aku baik-baik kan Alexa , aku bisa terus mendapatkan apa yang aku mau , tidak disangka Alexa melihat kita berpelukan dan langsung memutuskan aku" , ucap Felix.


"Jadi kamu menyesal diputuskan Alexa?" , tanya Vio.


"Ya gitu deh , meskipun dapat perangkat game , tapi kan aku butuh juga kaset untuk mainnya" , ucap Felix.


"Apa kita cari kerja aja Felix?" , tanya Vio.


"Kita mau kerja apa Vio , nilai kita aja pas-pasan , main alat musik juga bisanya cuma dasar-dasarnya saja , kita ngamen juga gak mungkin kan" , ucap Felix.


"Paling gak aku masih bisa main biola , meskipun gak sebagus Alexa" , jawab Vio.


"Apa mau kita coba cari kerjaan di klub malam?" , tanya Felix.


"Memangnya ada klub yang mau menerima anak kuliah kerja?" , tanya Vio.


"Ya kita coba dulu aja , kalau gak dicoba juga kita gak tau" , jawab Felix.


"Terus kamu mau kerja apa disana?" , tanya Vio.


"Sebagai pelayan juga aku mau , di klub malam aku dengar kalau jadi pelayan gajinya juga lumayan" , jawab Felix.


"Baiklah , kalau gitu aku buat pop mie dulu" , ucap Vio sambil berdiri dengan tubuh polosnya dan berjalan mengambil pop mie di lemari dan membuka tutup pop mie sambil memasukkan air panas yang ada di dispenser kamar kost Felix.


"Vio , melihat kamu berjalan dengan tubuh polos begitu membuat ini aku naik lagi" , ucap Felix yang sudah memainkan tangannya di tubuhnya.


"Itu karena kamu pegang-pegang aja , makanya jadi naik lagi" , ucap Vio.


"Aku masukin lagi ya kesini kamu" , ucap Felix sambil memasukkan jarinya ke tubuh Vio.


"Aku mau makan dulu Felix , ini juga 3 menit sudah jadi , kalau kamu masukkan nya gak cukup 3 menit" , ucap Vio.


"Tapi aku sudah gak tahan , kamu juga sudah siap gini" , ucap Felix sambil memperlihatkan tangannya.


"Tapi aku lapar sekali Felix" , ucap Vio.


"Satu kali ya" , jawab Felix memohon.


Akhirnya Vio mengalah dan terjadilah penyatuan diantara mereka selama beberapa waktu.


Setelah Felix melepaskan tubuhnya , Vio langsung mengambil pop mie nya.


"Kan udah mengembang gini mie nya" , ucap Vio ketika membuka tutup pop mienya.

__ADS_1


"Yang penting rasanya masih enak kok" , jawab Felix yang sudah mulai memakan pop mienya.


__ADS_2