Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Episode 38


__ADS_3

Alexa malam itu tidur di kamar kedua orang tuanya waktu orang tuanya masih hidup.


Kamar yang sama sekali tidak pernah dimasukinya semenjak orang tuanya meninggal , baru malam itu Alexa masuk untuk pertama kalinya setelah orang tuanya meninggal dunia.


Alexa melihat seluruh isi kamar , semua barang peninggalan kedua orang tuanya masih berada disana , kamarnya juga masih rapi dan bersih.


"Mbok Siti pasti selalu membersihkan kamar papa dan mama , makanya selalu bersih dan gak ada debu sama sekali" , ucap Alexa dalam hatinya.


Alexa membuka setiap lemari yang ada di kamar itu , terlihat ada brankas di dalam lemari.


Alexa mencoba membuka brankas yang ada disana.


Pertama Alexa mencoba menekan pin angka ulang tahun kedua orang tua nya , tapi kotak brankas itu tidak terbuka.


Alexa mencoba memasukkan tanggal pernikahan kedua orang tuanya , brankas tersebut tetap tidak terbuka.


Terakhir Alexa mencoba memasukkan tanggal ulang tahunnya , pintu brankas langsung terbuka.


Alexa terkejut melihat banyaknya perhiasaan , emas batangan , uang cash dan dolar bertumpukan di dalam sana.


Ada sebuah amplop kecil berwarna pink di dalam sana yang menarik perhatian Alexa.


Alexa mengambil amplop pink tersebut dan membuka amplop tersebut.


Alexa mengambil kertas di dalamnya dan membaca tulisan tangan yang ditulis oleh mama Jolie , mamanya Alexa.


Isi suratnya....


Alexa sayang , ketika kamu membaca surat ini , berarti papa dan mama sudah tidak ada di dunia ini...


Kalau kamu menikah dengan seseorang disaat kami tidak ada , kamu harus bisa menyimpan harta kamu sendiri , mama sudah minta kepada pak Beni pengacara mama untuk mempersiapkan surat pisah harta setelah kamu menikah kepada orang pilihan kamu , bukannya mama tidak percaya kepada pasangan yang akan menjadi suami kamu kelak , tapi mama tidak ingin kamu yang selalu hidup senang dari kecil bersama kami orang tua kamu , akan di bohongi oleh suamimu kelak.


Semua perhiasan , emas dan uang yang ada di brankas ini adalah milik kamu Alexa , ada beberapa surat-surat penting juga di bank , semua passwordnya adalah tanggal ulang tahun kamu , mama berharap kamu bisa menjaga diri kamu dan mengejar apa yang kamu impikan.


Papa dan mama selalu sayang kepada kamu Alexa.


Alexa melihat tanggal yang tertulis di surat itu.

__ADS_1


"Ini kan 2 hari sebelum kepergian papa dan mama untuk selamanya" , ucap Alexa dalam hatinya.


Seketika air mata pun menetes dari mata Alexa , membasahi wajahnya.


"Ternyata mama sudah ada perasaan akan meninggalkan aku untuk selamanya dan mama juga sudah mengatur untuk masa depan aku , terima kasih ma , Alexa pasti akan menjaga semua pemberian dan perusahaan papa dan mama" , ucap Alexa dalam hatinya.


Setelah itu Alexa memasukkan kembali surat itu ke dalam amplop dan memasukkannya kembali ke dalam brankas.


Alexa menutup pintu lemari setelah menutup brankas orang tuanya.


Alexa berjalan naik ke atas kasur orang tuanya dan merebahkan tubuhnya disana.


Dulu Alexa sering datang kesana hanya untuk bermanja-manja dengan mamanya , sekarang Alexa berada disana sendiri sambil mengenang semua kenangan manis yang ada di kamar itu ketika papa dan mamanya masih hidup.


"Alexa kangen dengan papa dan mama" , ucap Alexa sambil membaringkan tubuhnya dan menutup matanya yang sudah banjir air mata dengan lengannya.


Tidak tau entah sampai jam berapa Alexa menangis , pada akhirnya Alexa tertidur juga pada malam itu di kamar orang tuanya.


********


Jam 4 pagi Vio dan Felix berjalan keluar dari Rose klub malam menuju ke parkiran motor Felix.


Felix memarkirkan motornya di depan kostan dan setelah itu mereka berjalan masuk ke kamar Felix.


Sampai di dalam kamar , Felix langsung memeluk dan memegang dada Vio.


"Vio , kamu tau gak...Rose klub itu keren , tadi ketika aku mengantarkan minuman aku melihat pelanggan ******* benda kecil ini sambil meremas dada cewek penghibur disana , dadanya montok banget" , ucap Felix sambil menyentuh ujung dada Vio.


"Jadi karena melihat itu kamu jadi menginginkannya sekarang?" , tanya Vio.


"Iya Vio , aku sudah tidak tahan lagi , kamu sendiri tau kan kalau aku memiliki hasrat yang tinggi , ditambah aku melihat itu di depan mata aku secara langsung , aku pasti sangat menginginkannya sayang" , ucap Felix.


"Tapi besok kita ada kuliah pagi jam 9 Felix" , ucap Vio.


"Aku mohon Vio , sejam saja ya" , ucap Felix.


"Beneran ya sejam , aku juga sudah capek banget Felix" , ucap Vio.

__ADS_1


"Iya" , jawab Felix sambil langsung membuka baju Vio dan mulai memainkan jarinya di tubuh Vio.


Lalu Felix membawa tubuh polos Vio ke atas kasur , tidak lama Vio pun telah siap dan Felix langsung menyatukan tubuh mereka.


Meskipun hanya sebentar , tapi Felix dan Vio bisa merasakan kenikmatannya ketika mereka melakukan pelepasan secara bersamaan.


Setelah itu Felix dan Vio pun tertidur sambil berpelukan dengan tubuh polos mereka yang di penuhi oleh keringat hasil dari aktivitas yang mereka lakukan.


********


Paginya Alexa bangun dan masuk ke kamarnya untuk mengambil bajunya dan membersihkan dirinya di kamar mandi yang berada di kamarnya , kerena semua peralatan mandinya ada disana.


"Pagi Alexa" , sapa Charlie yang juga baru bangun dari tidurnya , melihat Alexa masuk ke dalam kamar.


"Pagi kak , maaf aku langsung masuk aja tanpa mengetuknya terlebih dahulu" , jawab Alexa.


"Iya gak apa apa Alexa , lagi pula sebentar lagi juga kita akan tidur bersama di kamar ini" , ucap Charlie sambil tersenyum.


"Iya kak" , jawab Alexa yang sudah tersipu malu.


"Kenapa mata kamu bengkak Alexa , apakah kamu menangis lagi semalam?" , tanya Charlie ketika melihat wajah Alexa.


"Iya kak , ketika aku masuk ke kamar papa dan mama aku jadi teringat semua kenangan waktu bersama papa dan mama dulu" , ucap Alexa.


"Kalau kamu gak kuat menahan perasaan kamu , nanti malam kamu tidur disini saja", ucap Charlie yang turun dari tempat tidur dan berjalan mendekati Alexa , lalu dia pun memeluk tubuh Alexa.


"Lalu kakak tidur dimana?" , tanya Alexa yang membiarkan tubuhnya di peluk oleh Charlie.


"Aku bisa tidur di kamar sebelah bersama papa dan mama tidur bersama Frescha" , ucap Charlie.


"Jangan kak , nanti papa dan mama kakak akan curiga dengan kita" , jawab Alexa.


"Atau kamu mau tidur bersama aku disini?" , tanya Charlie yang sebenarnya itu juga yang diharapkannya.


"Lihat nanti saja ya kak , sekarang aku mau mandi dulu , nanti aku ada kuliah pagi jam 9" , ucap Alexa.


"Iya Alexa" , jawab Charlie sambil melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Alexa berjalan menuju ke lemari , mengambil bajunya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


__ADS_2