Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Episode 89


__ADS_3

Kinan dan Reni sore itu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan Kinan.


Setelah melakukan pendaftaran , Kinan dan Reni menunggu di ruang tunggu yang ada di sana.


Tidak lama perawat disana memanggil nama Kinan.


Reni dan Kinan berjalan bersama masuk ke dalam ruangan dokter spesialis kulit dan kelamin.


Sampai di dalam ruangan , Kinan mulai menceritakan keluhan yang dirasakan olehnya kepada dokter pria itu.


Setelah Kinan selesai mengutarakan semua keluhannya...


"Baiklah , kita periksa dulu ya , kamu bisa naik ke atas ranjang untuk di periksa" , ucap dokter spesialis khusus kelamin dan kulit itu.


Kinan berjalan naik ke atas ranjang pasien yang disediakan disana.


Dokter pria itu mulai melakukan pemeriksaan kepada Kinan.


Setelah beberapa waktu....


"Kamu terkena penyakit herpes genital" , ucap dokter pria tersebut.


"Penyakit apa itu dokter?" , tanya Kinan setelah merapikan pakaiannya dan duduk di kursi yang ada di depan meja dokter.


"Itu penyakit menular seksual , penyakit ini bisa terjadi kalau kamu sering berhubungan dengan cowok yang berbeda" , ucap dokter pria tersebut.


"Apakah ini bisa sembuh dokter?" , tanya Kinan.


"Bisa , nanti saya akan memberikan obatnya , tapi untuk sementara kamu jangan berhubungan dulu ya" , ucap dokter tersebut.


"Iya dokter" , ucap Kinan.


Setelah mendapatkan resepnya , Kinan dan Reni berjalan keluar dari ruangan dokter spesialis kelamin dan kulit.


Kinan dan Reni menuju ke apotik yang ada di rumah sakit untuk membeli obat yang diresepkan oleh dokter.


Setelah mendapatkan obatnya Kinan dan Reni berjalan menuju ke mobil Kinan.


"Kayaknya aku harus mengganti pekerjaan aku mulai sekarang" , ucap Kinan sambil membawa mobilnya.


"Kalau kamu ganti pekerjaan , kamu mau bekerja apa lagi Kinan?" , tanya Reni.


"Mungkin aku akan mencoba jualan di kampung saja , setelah penyakit kelamin aku sembuh , aku mau pulang kampung saja Reni" , ucap Kinan.


Reni hanya menganggukkan kepalanya.


"Kamu belum terima tawaran plus plus kan" , ucap Kinan.


"Belum Kinan , Andi juga tidak menyetujuinya" , ucap Reni.


"Lebih baik kamu juga keluar dari Rose Klub Malam Reni , hidup yang wajar dengan Andi , kalau bisa kalian menikah saja , kalian juga sudah setiap hari tinggal bersama , jangan sampai nanti kamu bernasib seperti Loli atau aku" , ucap Kinan.

__ADS_1


"Iya Kinan , nanti aku akan membicarakannya dengan Andi" , ucap Reni.


"Aku rasa itu yang terbaik buat kita , kita kerja seperti ini cuma buat mencari uang yang banyak dan kesenangan saja , tapi pada akhirnya tubuh kita juga yang rugi , seperti Loli berakhir dengan meninggal karena melakukan aborsi ilegal dan sekarang aku yang terkena penyakit kelamin karena berhubungan dengan banyak cowok yang berbeda , sebelum kamu juga terkena salah satunya , lebih baik mengakhiri kerjaan ini dari sekarang dan hidup dengan wajar" , ucap Kinan.


"Iya kamu benar juga Kinan" , ucap Reni sambil menganggukkan kepalanya.


Tidak lama mobil yang dibawa oleh Kinan sudah sampai di depan kostan mereka.


Reni dan Kinan turun dari mobil dan berjalan bersama masuk ke dalam kostan mereka.


"Makasih ya Reni sudah nemenin aku ke dokter" , ucap Kinan.


"Iya sama sama Kinan" , jawab Reni.


Kinan dan Reni sama-sama masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.


"Jadi bagaimana keadaan Kinan , sayang?" , tanya Andi yang melihat Reni sudah masuk ke dalam kamar.


"Kinan beneran terkena penyakit menular seksual , katanya karena sering berhubungan dengan cowok yang berbeda" , ucap Reni sambil duduk di sebelah tubuh polos Andi.


"Makanya aku gak mau kamu menerima tawaran plus plus sayang , karena aku sudah tau bisa terjadi seperti itu" , ucap Andi.


"Iya Andi , tadi Kinan juga menyarankan aku untuk keluar dari Rose Klub Malam dan menikah dengan kamu saja" , ucap Reni.


"Aku mau sayang , dari dulu juga aku pengennya kamu keluar dari sana dan mencari pekerjaan yang lain" , ucap Andi sambil memeluk tubuh Reni.


"Tapi nanti aku bekerja apa?" , tanya Reni.


"Baiklah Andi" , jawab Reni.


*******


Charlie yang sudah selesai bekerja sore itu langsung mematikan laptopnya , mengambil tas kerjanya dan berjalan mendekati tubuh istrinya.


"Sayang" , panggil Charlie sambil mengelus wajah mulus Alexa.


Setelah beberapa waktu , Alexa mulai membuka matanya...


"Iya mas" , ucap Alexa.


"Sudah sore sayang , kita pulang lagi ya" , ucap Charlie.


"Iya mas" , jawab Alexa.


Alexa duduk di kursi dan merapikan rambutnya terlebih dahulu , setelah itu baru mereka berjalan keluar dari ruangan kerja Charlie menuju keluar gedung AH Konveksi.


"Mas , aku bawa pulang mobil aku ya" , ucap Alexa.


"Baiklah sayang" , ucap Charlie.


Sore itu Alexa dan Charlie pulang ke rumah dengan mobil mereka masing-masing.

__ADS_1


Setelah setengah jam di jalan , mobil Alexa yang diiringi oleh Charlie di belakangnya sudah sampai di depan rumah mereka.


Pak Tono langsung membukakan pagar begitu melihat mobil Alexa dan Charlie sudah sampai di depan rumah.


"Tumben pulangnya sama dengan tuan muda , non" , ucap pak Tono.


"Tadi saya ke AH Konveksi dulu pak" , jawab Alexa.


"Oh , pantesan pulangnya bisa barengan" , ucap pak Tono sambil tersenyum.


"Iya pak" , jawab Alexa sambil menjalankan mobilnya masuk ke halaman rumah dan memarkirkannya disana.


Begitu mobil Charlie sudah terparkir disana , Alexa dan Charlie berjalan bersama masuk ke dalam rumah.


"Mas aku mau makan dulu ya , udah lapar" , ucap Alexa yang sudah duduk di ruang makan.


"Iya aku juga mau makan sayang" , jawab Charlie yang juga ikut duduk di ruang makan.


Alexa memanggil mbok Siti...


"Mbok..."


"Iya non" , jawab mbok Siti sambil berjalan keluar.


"Mbok aku sama mas Charlie mau makan sekarang ya , tadi siang kita cuma makan pastrie aja" , ucap Alexa.


"Baik non , mbok siapin sekarang ya" , ucap mbok Siti.


Alexa menganggukkan kepalanya.


Mbok Siti berjalan masuk ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk Alexa dan Charlie.


"Sayang , kandungan kamu sudah 4 bulan lebih , berarti kita sudah bisa tau anak kita perempuan atau laki-laki ya" , ucap Charlie sambil mengelus perut Alexa yang sudah mulai membulat itu.


"Aku juga gak tau mas , besok kita tanya dokter saja ya" , ucap Alexa sambil tersenyum.


"Kayaknya anaknya non Alexa cewek deh" , ucap mbok Siti yang datang sambil membawakan nasi , ayam goreng , sayur sop dan sambel.


"Dari mana mbok tau?" , tanya Alexa.


"Dari bentuk perut non Alexa , kayaknya anaknya cewek" , ucap mbok Siti.


"Kalau cewek bagus dong sayang , semoga nanti cantik seperti kamu" , ucap Charlie yang masih mengelus perut istrinya.


"Anak nona muda dan tuan muda pasti cakep-cakep nanti" , ucap mbok Siti.


"Dari mana mbok bisa tau?" , tanya Charlie.


"Ya pastilah tuan muda , tuan muda ganteng , nona muda cantik , pasti anaknya juga nanti cakep , kan buah jatuhnya gak jauh dari pohonnya" , ucap mbok Siti sambil tersenyum.


Alexa dan Charlie hanya tersenyum mendengar perkataan mbok Siti.

__ADS_1


Setelah itu Alexa dan Charlie makan bersama sambil mengobrol dan mbok Siti kembali lagi mengerjakan pekerjaannya di dapur.


__ADS_2