Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Sinar Bulan Ep 31


__ADS_3

Frescha yang sudah siap memasukkan bajunya kedalam satu koper besar dan juga sudah memasukkan buku-buku kuliahnya dalam kardus , meletakkan nya di samping meja belajarnya , supaya besok tinggal di ambil saja.


Tidak lama MUA yang ditugaskan untuk memperbaiki riasan Frescha untuk acara malam pun telah datang ke rumahnya.


MUA tersebut mulai mendadani wajah Frescha.


Mama Vivi juga sudah mulai di perbaiki riasannya.


Alexa mulai menyiapkan semua keperluan untuk Bulan selama acara di pernikahan malam ini.


"Sayang , stroller Bulan mau dibawa gak?" , tanya Charlie.


"Gak usah mas , nanti kita gantian saja ya menggendong Bulan" , jawab Alexa.


"Baiklah sayang , kamu mau mandi dulu gak?" , tanya Charlie.


"Kayaknya gak usah deh mas , lagian aku juga gak berkeringat hari ini" , ucap Alexa.


"Kalau gitu aku mandi dulu ya sayang" , ucap Charlie sambil mencium kening Alexa.


"Iya mas" , jawab Alexa.


Setelah beberapa waktu , mama Vivi sudah selesai diperbaiki riasannya.


Sekarang giliran Alexa yang diperbaiki riasan dan model rambutnya.


Mama Vivi berjalan menuju ke kamar Alexa untuk mengantarkan MUA kesana.


Tok...tok...tok...


Alexa berjalan membuka pintu kamarnya.


"Iya ma" , ucap Alexa yang melihat mamanya disana.


"MUA nya mau memperbaiki riasan kamu lagi nak" , ucap mama Vivi.


"Iya ma , kalau gitu langsung masuk saja" , ucap Alexa sambil membuka pintunya dengan lebar.


MUA dan mama Vivi berjalan masuk ke dalam kamar Alexa.


"Charlie mana nak"? , tanya mama Vivi.


"Mas Charlie sedang mandi ma" , jawab Alexa.


"Cucu mama sedang tidur ya" , ucap mama Vivi yang melihat cucunya tertidur nyenyak disana.


"Iya ma" , jawab Alexa sambil tersenyum.


"Kalau gitu mama keluar dulu ya nak" , ucap mama Vivi.


"Iya ma" , ucap Alexa.


Setelah mama Vivi keluar dari sana , MUA mulai memperbaiki riasan wajah Alexa.


Charlie yang sudah selesai mandi , ternyata salah mengambil celananya , akhirnya Charlie berjalan keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk di pinggang bawahnya.


Begitu Charlie masuk ke kamarnya , Charlie langsung terkejut melihat sudah ada MUA yang merias Alexa disana.


"Ya ampun mas , kenapa kamu keluar seperti itu , ini di rumah mama mas , bukan di rumah kita yang kalau kamu keluar dari kamar mandi langsung kamar kita" , ucap Alexa yang terkejut melihat suaminya.


"Untung saja dia pakai baju kaos" , ucap Alexa dalam hatinya.


"Iya maaf sayang , aku salah ambil celana" , ucap Charlie sambil mengambil celananya yang benar dan langsung berjalan keluar dari kamar menuju ke kamar mandi.


MUA yang merias wajah Alexa hanya tersenyum melihat Charlie.

__ADS_1


Tidak lama Charlie yang sudah menggunakan celana untuk acara malam itu , berjalan masuk ke dalam kamar.


"Sayang , semua perlengkapan Bulan yang mau dibawa untuk acara nanti malam sudah di masukin ke dalam tas semua?" , tanya Charlie.


"Sudah mas , nanti tinggal kado pernikahan untuk Frescha kamu masukin ke dalam saku jas kamu ya" , ucap Alexa.


"Iya sayang" , jawab Charlie sambil melihat anaknya yang tidur nyenyak disana.


.


.


Setelah beberapa waktu Alexa pun sudah selesai di dandan.


MUA mulai keluar dari kamarnya dan Alexa menggunakan gaun mermaid yang sangat cocok dengan tubuhnya yang tinggi dan langsing itu.


Charlie pun membantu memasangkan gaun di cantik itu di tubuh istrinya.


"Kamu cantik sekali sayang" , ucap Charlie ketika sudah selesai memasangkan resleting baju istrinya.


"Apakah kamu suka melihat aku menggunakan baju ini mas?" , tanya Alexa.


"Aku suka sayang , tapi apakah di bagian bahunya gak terlalu terbuka ya sayang , aku bisa cemburu kalau nanti banyak mata pria lain yang melihat kecantikan kamu" , ucap Charlie sambil menciumi bahu polos istrinya.


"Kalau kamu gak mau pria lain melihat aku terus , nanti kamu jangan jauh-jauh dari aku , selalu ada terus bersama dengan aku" , ucap Alexa.


"Baiklah sayang" , ucap Charlie sambil menciumi bibir istrinya.


Ketika Charlie ingin ciuman yang lebih dalam , Alexa langsung menjauhkan wajahnya.


"Kenapa sayang?", tanya Charlie yang kebingungan , tiba-tiba Alexa gak mau ciumannya.


"Nanti lipstik aku bisa belepotan mas" , ucap Alexa.


"Iya mas" , jawab Alexa.


Charlie memasang kemejanya dan Alexa mulai menggantikan baju Bulan.


Karena Bulan masih tidur , Alexa mengangkat anaknya dengan pelan dan menggantikan bajunya dengan baju yang sudah di jahit sama dengannya.


Setelah Alexa selesai memasangkan baju untuk Bulan , Alexa memasangkan dasi suaminya.


"Kamu ganteng banget mas" , ucap Alexa setelah selesai memasangkan dasi suaminya.


"Kamu juga sangat cantik sayang" , ucap Charlie yang gak pernah bosan bosan untuk mencium wajah istrinya.


"Sudah mas , ayo kita keluar lagi , pasti papa dan mama sudah menunggu kita di luar" , ucap Alexa.


"Baiklah sayang" , jawab Charlie sambil membawa tas baby.


Alexa menggendong Bulan yang masih tidur dan membawanya keluar.


"Pa" , panggil Alexa dan Charlie ketika mereka sudah sampai di ruang tamu.


"Iya nak" , jawab papa Teddy.


"Mama mana pa?" , tanya Charlie.


"Mama masih di kamar Frescha , tadi ada masalah disana" , ucap papa Teddy.


"Masalah apa pa?" , tanya Charlie.


"Biasa adik kamu yang banyak maunya itu tadi gak suka dengan model rambutnya , jadi dia marah-marah minta diganti modelnya dan mama jadi lihatin dia disana" , ucap papa Teddy.


Alexa dan Charlie hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Tidak lama mobil pengantin sudah datang dan Jeremi turun dari mobil memasuki rumah Frescha.


"Pa....kak....." , sapa Jeremi.


"Iya Jeremi" , jawab papa Teddy , Charlie dan Alexa bersamaan.


"Frescha sudah selesai pa?" , tanya Jeremi.


"Belum Jeremi , dia masih di kamarnya" , ucap papa Teddy.


"Kalau gitu aku coba lihat dulu ya pa , kamarnya dimana ya pa" , ucap Jeremi.


"Iya , kamu masuk saja terus nanti setelah melewati 2 kamar , nah yang diujung kamarnya Frescha" , jawab papa Teddy sambil menunjukkannya.


"Baik pa" , ucap Jeremi yang sudah mengerti.


Jeremi berjalan menuju arah yang diberitahukan oleh papa mertuanya.


Begitu Jeremi sampai di depan pintu kamar , Jeremi langsung membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.


"Sayang" , panggil Frescha dengan manja ketika melihat Jeremi masuk kedalam kamarnya.


"Ma" , sapa Jeremi.


"Iya Jeremi , berhubung kamu sudah datang , kalau gitu mama keluar dulu ya" , ucap mama Vivi.


"Iya ma" , jawab Jeremi.


"Kenapa kamu belum selesai juga?" , tanya Jeremi ketika mama mertuanya sudah keluar dari sana.


"Tadi aku gak suka dengan model rambutnya , jadinya aku minta ganti" , ucap Frescha dengan manja.


"Ya sudah , yang sekarang sudah kelihatan cantik kok" , ucap Jeremi.


"Iya sayang" , jawab Frescha.


Setelah mahkota terpasang di rambut Frescha , WO meminta Jeremi untuk keluar dulu , karena Frescha mau digantikan bajunya.


"Jangan minta suami saya keluar mba , lagian dia juga sudah sering melihatnya" , ucap Frescha.


"Oh...baiklah nona" , ucap WO tersebut.


"Ternyata mereka menikah karena sudah sering begituan , atau jangan-jangan ceweknya sedang hamil lagi , makanya mereka menikah di usia masih muda" , ucap sang WO dalam hatinya sambil membantu memasangkan baju wedding gown Frescha yang mekar seperti cinderella itu.


Setelah Frescha selesai menggunakan gaun mekarnya...


"Bagaimana suamiku? Apakah aku kelihatan sangat cantik?" , tanya Frescha.


"Kamu sangat cantik sekali sayang" , ucap Jeremi sambil menyentuh hidung Frescha dengan jarinya.


"Makasih sayang" , ucap Frescha dengan manja.


"Oh iya sayang , baju kamu yang untuk dibawa malam ini sudah belum?" , tanya Jeremi.


"Sudah disana sayang" , tunjuk Frescha.


"Baiklah , langsung kita bawa saja ya" , ucap Jeremi.


Frescha pun menganggukkan kepalanya.


Jeremi keluar sambil membawa koper Frescha.


Frescha berjalan keluar sambil dibantu oleh WO sampai menuju ke mobil penganten.


Setelah Jeremi dan Frescha masuk ke dalam mobil penganten , papa Teddy , mama Vivi , Charlie dan Alexa juga masuk ke dalam mobil yang tadi pagi mereka gunakan ke gereja.

__ADS_1


__ADS_2