
Charlie yang sudah sampai di AH Konveksi , langsung di datangi oleh Fani yang sudah stress dari kemaren memikirkan pesanan yang diterima oleh Heri.
"Pak , untung bapak cepat kembali ke kantor" , ucap Fani.
"Ada apa Fani? Apa kamu ada masalah?" , tanya Charlie sambil meletakkan tas kerjanya dan duduk di kursi kebesarannya.
"Masalah saya ini karena Heri pak" , jawab Fani.
"Memangnya Heri kenapa?" , tanya Charlie.
"Heri menerima pesanan orang yang mau membuat bathrobe dari handuk untuk dijadikan souvernir pernikahan pak" , jawab Fani.
"Terus masalahnya dimana?" , tanya Charlie.
"Masalahnya waktunya yang mepet pak. Dia minta untuk 3 bulan lagi , sekarang pekerjaan jahitan juga masih banyak pak" , jawab Fani.
"Apa kamu gak bisa memasukkannya di kerjaan shift malam?" , tanya Charlie.
"Gak bisa pak , karena semua kerjaan juga sedang menumpuk" , jawab Fani.
"Kalau di bordiran apakah masih bisa mengerjakannya?" , tanya Charlie.
"Bisa pak , kalau bordiran masih bisa" , jawab Fani.
"Kalau gitu begini saja , untuk bathrobe nya kita gak usah jahit sendiri , tapi beli jadi saja. Kamu cari harganya yang masuk dengan harga kita. Nanti baru kamu masukkan ke jadwal bordiran" , ucap Charlie.
"Baik pak , terima kasih" , jawab Fani.
"Iya" , ucap Charlie.
Fani berjalan keluar dari ruangan Charlie dan bertemu dengan Heri.
"Kamu ngapain di ruangan pak Charlie? Bukankah pak Charlie belum masuk kerja" , ucap Heri.
"Pak Charlie sudah datang hari ini dan masalah aku juga sudah selesai" , jawab Fani.
"Masalah apa?" , tanya Heri sambil mengerutkan keningnya.
"Masalah yang kamu buat kemaren" , jawab Fani.
"Oh , masalah bathrobe itu. Jadinya bagaimana?" , tanya Heri.
"Aku diminta cari bathrobe yang sudah jadi saja dan baru di bordir disini" , jawab Fani.
"Baguslah , kalau gitu masalahnya sudah beres" , jawab Heri.
"Makanya tadi kan aku bilang kalau masalah aku sudah selesai" , ucap Fani.
"Iya...iya..." , jawab Heri.
Rita yang sedang jalan disana untuk memberitahukan jadwal beberapa klien yang dimundurkan kepada Charlie.
"Cie....cie....pagi-pagi sudah berduaan aja" , ucap Rita.
"Apaan yang berduaan? Orang dia yang nanya aku kenapa keluar dari ruangan pak Charlie" , jawab Fani.
"Beneran nih" , goda Rita.
__ADS_1
"Iya beneran" , jawab Fani.
"Beneran apa? Beneran jatuh cinta?" , goda Rita lagi.
"Siapa juga yang jatuh cinta sama dia. Gak sudi aku" , jawab Fani.
"Iya aku juga" , jawab Heri.
"Kalian jangan gitu , nanti kalau jadian baru sayang-sayangan" , ucap Rita sambil terkekeh.
"Ogah" , jawab Fani sambil berjalan pergi dari sana.
"Kamu ngapain disini?" , tanya Heri.
"Aku mau ketemu dengan pak Charlie la" , jawab Rita.
"Ya sudah , langsung masuk saja ke ruangan pak Charlie , jangan mengganggu orang saja kerjaannya" , jawab Heri sambil berjalan menuju ke ruang kerjanya.
Rita hanya tersenyum dan berjalan menuju ke ruangan kerja Charlie.
Heri yang sudah masuk ke dalam ruangan kerjanya , langsung meletakkan tas kerjanya dan duduk di kursi kerjanya.
"Sebenarnya Fani itu anaknya lucu juga ya" , gumam Charlie sambil tersenyum dan melihat kerjaannya.
********
Dirumah Alexa melihat bu Minah mencoba untuk mendekati Bulan , tapi Bulan tetap menolak setiap bu Minah mendekatinya.
"Kenapa anak ini susah banget sih di dekati? Biasanya anak kecil sangat mudah dibujuk dengan mainan mereka" , ucap bu Minah dalam hatinya.
"Untuk sementara biar Bulan bisa menyesuaikan dulu ya bu. Jangan terlalu di paksa juga" , ucap Alexa.
Sampai sore tiba , Bulan masih tetap gak mau dengan bu Minah , bahkan disuapi makan pun Bulan terus menolaknya.
Charlie yang sudah pulang ke rumah , langsung tersenyum bahagia begitu melihat istri dan anaknya sedang di ruang keluarga.
"Sayang" , ucap Charlie sambil mencium kening istrinya.
"Iya mas , kamu tumben pulang cepat hari ini" , ucap Alexa.
"Iya sayang , aku sudah gak ada kerjaan lagi. Semua jadwal meeting kemaren kan di mundurkan dalam minggu depan smua sama Rita , karena kan aku bilang aku belum tau kapan ke kantornya" , ucap Charlie.
Alexa pun menganggukkan kepalanya.
Bulan langsung mengangkat tangannya begitu melihat papanya sudah pulang.
"Pa , pa" , ucap Bulan.
"Iya sayang , kangen ya sama papa" , ucap Charlie sambil mengangkat anaknya.
"Benar-benar beruntung kalau Tini bisa menikah dengan tuan Charlie. Selain tampan juga sayang dengan keluarga" , ucap bu Minah dalam hatinya.
"Maaf tuan , apa di kantor tuan ada lowongan pekerjaan?" , tanya bu Minah.
"Untuk sekarang belum ada bu. Memangnya siapa yang lagi butuh kerjaan?" , ucap Charlie.
"Anak saya di kampung , sudah berumur 17 tahun tapi masih juga belum ada kerjaan" , ucap bu Minah.
__ADS_1
"Memangnya sekarang anak ibu di kampung tinggal sama siapa?" , tanya Alexa.
"Sama orang tua saya nyonya" , jawab bu Minah.
"Orang tuanya kerja apa?" , tanya Charlie.
"Bapak saya membantu membersihkan rumah orang tuan , ibu saya terima mencuci gosok disana" , jawab bu Minah.
"Jadi anak ibu gak membantu neneknya disana?" , tanya Alexa.
"Ada bantu-bantu neneknya menggosok kain nyonya" , jawab bu Minah.
"Gak mungkin la anak aku dikasih untuk menggosok baju. Malahan aku selalu menyuruh dia untuk mencari pria kaya di kampung dan mendekatinya" , ucap bu Minah dalam hatinya.
"Berarti kalau nanti anak ibu mencari kerja disini kasihan juga kakek dan neneknya yang ditinggal sendiri disana. Mana sudah tua juga , kalau ada apa-apa kan gak ada yang bisa tau" , ucap Charlie.
"Ya biar bagaimanapun orang tua sudah tua dan saya juga mau anak saya mempunyai pekerjaan yang layak disini tuan" , jawab bu Minah.
Charlie berpikir , benar juga apa yang dikatakan oleh bu Minah. Dia pasti menginginkan anaknya memiliki pekerjaan yang baik.
"Kalau gitu nanti kalau ada lowongan di kantor saya , saya coba kasih tau bu Minah. Tapi gak tau juga apa anak ibu bisa mengerjakannya atau tidak" , ucap Charlie.
"Pasti anak saya bisa mengerjakannya tuan , pekerjaan apapun pasti akan dilakukannya , meskipun harus belajar dia juga mau. Yang penting dia bisa mendapatkan pekerjaan yang layak , jangan seperti saya menjadi pembantu atau pengasuh anak" , ucap bu Minah.
"Baiklah bu , nanti kalau ada saya kabari ibu" , ucap Charlie.
"Iya tuan , terima kasih" , jawab bu Minah sambil tersenyum.
"Sayang , kita ke kamar yuk , aku mau mandi dulu" , ucap Charlie.
"Iya mas" , jawab Alexa.
Bu Minah yang mau menggendong Bulan untuk ikut ke kamar Alexa , langsung di hentikan oleh Alexa.
"Bulan biar sama saya saja bu. Ibu sudah bisa istirahat dulu" , ucap Alexa.
"Baik nyonya" , jawab bu Minah sambil berdiri dan berjalan menuju ke belakang.
Alexa dan Charlie berjalan bersama sambil menggendong Bulan ke atas menuju ke kamar mereka.
"Sayang , gantikan perban dulu ya , baru aku mandi" , ucap Charlie.
"Iya mas" , jawab Alexa sambil meletakkan Bulan di box bayi , setelah itu Alexa berjalan mengambil perlengkapan obat yang memang sudah disediakan untuk mengobati luka suaminya.
Alexa membersihkan dulu wajah suaminya dengan pembersih wajah , setelah itu baru dia menggantikan perban luka yang ada di kening Charlie.
"Lukanya sudah mulai kering mas" , ucap Alexa.
"Karena dirawat sama istri aku yang tercinta , makanya lukanya jadi cepat sembuh" , jawab Charlie sambil tersenyum.
"Bisa aja kamu mas" , ucap Alexa yang sangat senang mendengar ucapan suaminya.
"Iya sayang beneran" , ucap Charlie.
"Ya sudah , kamu mandi lagi , ini sudah selesai dikasih obat lukanya. Ingat...jangan sampai kena air ya" , ucap Alexa.
"Baiklah istriku sayang" , jawab Charlie sambil berdiri dan mencium bibir istrinya , setelah itu baru dia berjalan menuju ke lemari , mengambil bajunya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
Alexa hanya tersenyum sambil melihat suaminya yang berjalan menuju ke kamar mandi yang ada di kamar mereka.