
Felix yang juga baru datang dengan Vio , melihat kejadian itu langsung mendekati Alexa.
"Benar kan apa yang aku bilang , kamu putusin aku karena cowok ini kan , bukan karena aku selingkuh dengan Vio" , ucap Felix kepada Alexa.
"Apa hak kamu ngomong seperti itu kepada aku sekarang?" , ucap Alexa.
"Ya aku gak terima aja kamu putusin aku gara-gara dia" , ucap Felix.
"Itu bukan urusan kamu Felix , urus aja cewek kamu sendiri , kamu yang pertama kali selingkuh , sekarang malah menyalahkan aku , asal kamu tau aja ya , kak Charlie jauh lebih baik dari pada kamu yang hanya menginginkan uang aku saja" , ucap Alexa dengan tegas.
Felix hanya terdiam melihat Alexa yang ngomong seperti itu , selama ini dia tidak pernah di bentak oleh Alexa , semua apa yang dia inginkan selalu dituruti oleh Alexa , sekarang Alexa sudah berubah , dia menjadi semakin kuat dan berani.
"Aku masuk ke kampus dulu ya kak , nanti siang jangan lupa jemput aku" , ucap Alexa sambil tersenyum di depan Felix.
"Iya Alexa aku pasti akan menjemput kamu nanti siang , kakak jalan ke kantor dulu ya" , jawab Charlie sambil tersenyum.
"Iya kak" , ucap Alexa sambil berjalan masuk ke kampus.
Charlie masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya menuju ke AH Konveksi.
Felix yang masih berdiri di sana didekati oleh Vio.
"Kenapa kamu masih mengganggu Alexa , apa aku gak cukup memuaskan kamu setiap malam?" , ucap Vio dengan lirih.
"Bukan begitu sayang , aku...."
Sejenak ucapan Felix terputus , di hatinya entah kenapa dia tidak terima Alexa bersama dengan cowok lain.
"Kamu kenapa?" , tanya Vio.
"Gak jadi , ayo kita masuk ke kelas saja" , jawab Felix.
Vio dan Felix berjalan bersama masuk ke area kampus dan menuju ke kelas mereka.
********
Alexa yang memasuki area kampus di panggil oleh Putri dan Gio.
"Alexa" , panggil Putri dan Gio.
__ADS_1
"Hi...Putri...Gio , kebetulan kalian ada disini , ini undangan buat kalian" , ucap Alexa.
"Terima kasih Alexa , aku pasti akan pergi meskipun aku patah hati" , ucap Putri.
"Alexa mau menikah? Dengan siapa?" , tanya Gio yang baru mengetahui Alexa mau menikah.
"Itu dengan cowok ganteng yang dikenalkan kepada kita sebagai walinya setelah kedua orang tua nya meninggal dunia" , jawab Putri.
"Apa kalian di jodohkan sebelumnya?" , tanya Gio.
"Gak Gio , aku memutuskan untuk menikahinya karena hanya kak Charlie yang bisa menjalankan perusahaan papa dan mama aku" , jawab Alexa.
"Kenapa bukan kamu saja yang mengurus perusahaan kedua orang tua kamu?" , tanya Putri.
"Karena aku bisa mengurusnya saat usia aku 25 tahun , tapi aku juga gak ngerti tentang perusahaan konveksi , ditambah aku sudah dapat kontrak dari PT Music Indonesia" , ucap Alexa.
"Wow...keren , kamu benar-benar hebat Alexa , aku menantikan album kamu nanti , aku pastikan aku harus orang pertama yang mendapatkan tanda tangan kamu setelah mendapatkan album kamu" , ucap Gio.
"Aku juga mau jadi fans pertama kamu Alexa" , ucap Putri.
"Iya kalian berdua akan menjadi fans pertama aku , terima kasih ya" , ucap Alexa.
Alexa hanya menganggukkan kepalanya , setelah itu Alexa , Putri dan Gio berjalan masuk ke kelas mereka.
Tidak lama bel pun berbunyi , semua mahasiswa fokus mengikuti pelajaran yang diberikan oleh dosen pada hari itu.
********
Charlie yang sudah sampai di AH Konveksi berjalan menuju ke ruangannya bersama dengan kedua orang tuanya dan adiknya.
"Kecil banget ruangan kakak , masa kakak yang nantinya akan memimpin perusahan sebesar ini ruangannya seperti ini" , ucap Frescha.
"Cukup Frescha , kenapa kamu buat malu , apa kamu gak bisa menjaga mulut kamu itu" , ucap papa Teddy.
"Kan kak Charlie akan menikah dengan orang kaya pa , wajar dong aku berkata seperti itu" , jawab Frescha.
"Kamu benar-benar anak tidak tau diri ya , papa tidak pernah mengajarkan kamu seperti ini" , ucap papa Teddy.
"Aku sudah capek pa hidup susah" , ucap Frescha.
__ADS_1
"Kalau kamu merasa hidup susah dengan kami , kamu pergi sendiri...coba bagaimana kamu akan hidup enak tanpa kami" , ucap papa Teddy yang sudah emosi melihat tingkah laku anak gadisnya.
"Sudah pa , kita kesini bukan untuk berantem , untuk menghadiri pernikahan anak kita" , ucap mama Vivi.
"Apakah Frescha selalu seperti ini pa?" , tanya Charlie.
"Iya nak , dia selalu mau diikuti kemauannya , papa tidak menyangka setelah dia bertemu dengan kakak iparnya dia menjadi sangat sombong" , ucap papa Teddy.
"Kamu jangan seperti itu dek , kakak disini juga masih kerja , meskipun kakak memimpin disini setelah kakak menikah dengan Alexa , tapi pemilik perusahaan ini tetaplah Alexa" , ucap Charlie.
"Kenapa kakak tidak bisa memiliki perusahaan yang besar ini?" , tanya Frescha.
"Biar bagaimana pun semua ini adalah peninggalan kedua orang tua Alexa untuk dia , kakak hanya membantu untuk menjalankannya saja" , ucap Charlie.
"Tapi kan kakak akan menikah dengan kak Alexa , berarti kakak bisa dong memiliki perusahaan ini suatu hari nanti" , ucap Frescha.
"Tidak semudah itu Frescha , kakak tidak mau mengambil sesuatu yang bukan hak kakak , kakak bisa menikah dengan Alexa , cewek yang selalu kakak cintai saja kakak sudah bahagia , meskipun setelah ini kakak bisa menjadi pemimpin di perusahaan ini , tapi perusahaan ini tetap milik Alexa , bukan milik kakak , ngerti kamu" , ucap Charlie.
Setelah mendengar perkataan Charlie akhirnya Frescha pun duduk sambil terdiam disana.
"Kalau kamu menginginkan sesuatu , kamu harus berusaha untuk meraihnya dengan cara yang benar , bukan mengambil milik orang lain , kita memang hidup miskin , tapi papa tidak pernah mengajarkan kamu untuk mencuri , ingat itu Frescha" , ucap papa Teddy.
"Iya pa" , jawab Frescha yang tidak mau mencari masalah dengan papanya.
"Charlie , siapa cowok tadi pagi , yang mengobrol bersama Alexa itu?" , tanya mama Vivi.
"Itu mantannya Alexa ma , dia mengira Alexa putusin dia gara-gara aku , padahal karena cowoknya itu sendiri yang sudah selingkuh di belakang Alexa , selingkuhnya sama teman Alexa sendiri pula" , jawab Charlie.
"Apakah kamu sudah mengetahui masalah ini sebelumnya?" , tanya mama Vivi.
"Sudah ma , sebelumnya aku sudah beberapa kali bertemu dengan cowoknya dan teman yang menjadi selingkuhannya itu , lagi pula waktu Alexa putusin cowoknya itu juga ada aku disana" , jawab Charlie.
"Apakah kejadian itu ketika sudah membahas pernikahan kalian?" , tanya mama Vivi.
"Belum ma , kita membahas masalah pernikahan setelah Alexa dan cowoknya putus" , jawab Charlie.
"Baguslah , mama gak mau nanti kamu dibilang merebut pacar orang lain" , ucap mama Vivi.
"Mama tenang aja , aku gak seperti itu kok ma" , ucap Charlie.
__ADS_1